Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penundaan Liga 1 2023 Buka Luka Lama Manajer Persis Solo

Kompas.com - 02/04/2024, 00:04 WIB
Suci Rahayu,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penundaan mendadak Liga 1 demi Piala Asia U23 mengorek kembali luka lama Manajer Persis Solo, Chairul Basalamah. Ia gusar karena masalah penjadwalan yang tidak konsisten muncul kembali di tengah gaung perubahan sepak bola Indonesia.

Ia menekankan penghentian Liga 1 atau kasta tertinggi kompetisi Tanah Air tidak sepele yang dibayangkan. Terdapat efek domino negatif yang merembet ke segala aspek sepak bola Indonesia.

“Kalau Liga 1 ke depan mundur pasti Liga 2-nya pasti mundur. Pemain-pemain dan pelatih ini juga yang berkecimpung di Liga 2 kasihan juga cari makan untuk keluarganya,” ujarnya kepada Kompas.com.

Chairul Basalamah memang cukup vokal terkait masalah penjadwalan yang tidak konsisten.

Baca juga: Penundaan Liga 1 demi Piala Asia U23, PSSI Pilih Momentum ke Timnas

Ia telah banyak memakan asam garam sejak menjabat sebagai manajer Persebaya pada 2017 sampai sekarang bersama tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu.

Menurutnya, masalah ini tidak perlu terjadi jika memang dirancang dengan baik dan disiplin dalam eksekusinya.

Sebab, jadwal kompetisi cukup berpedoman kepada kalender FIFA yang menjadi agenda prioritas.  

“Karena sebenarnya, FIFA itu kalendernya sudah fix. Ketika seseorang dipilih pasti sudah melakukan meeting dan sebagainya langsung ditentukan agenda FIFA selama 5 tahun,” tegas pria berkacamata itu.

“Kalau yang sekarang pasti sudah ada, tahun depan juga pasti sudah ada. Jadi kalau memang kita mau mengikuti itu sebenarnya itu lebih baik.”

"Memang di Asia ini ada agenda tersendiri lagi yang mungkin dapat berbenturan dengan kompetisi Indonesia. Tapi, bagaimana cara menyikapi dan memilih sesuai dengan kebutuhan strategi," imbuhnya.

Baca juga: Penundaan Liga 1 2023, Persis Solo Terancam Bubar Sebelum Liga Usai

Penundaan mendadak ini sesuai dengan permintaan PSSI perihal gelaran Piala Asia U23 2024 yang akan berlangsung mulai 15 April sampai 3 Mei 2024.

Sebelumnya, banyak klub yang keberatan melepaskan pemain U23 ke tim nasional karena Liga 1 2023-2024 memasuki masa krusial empat laga terakhir dan turnamen tersebut bukan bagian dari kalender FIFA.

Dengan penundaan ini diharapkan seluruh klub bisa melepaskan seluruh pemainnya tanpa beban.

Akan tetapi, Chairul Basalamah secara pribadi merasa kurang bijaksana kompetisi dikorbankan untuk agenda ini.

Menurutnya akan lebih bagus jika partisipasi Indonesia di Piala Asia U23 dilaksanakan sesuai porsinya, yaitu pembinaan usia muda.

“Tidak semua pertandingan, tidak semua event kita kirimkan dengan Grade A. Kenapa kita tidak datang dengan Grade B dengan tujuan regenerasi. Kita kekurangan striker regenerasilah striker,” kata pria yang biasa disapa Abud itu.

Ia mengingatkan, konsistensi jadwal kompetisi menjadi salah satu tonggak menuju prestasi. Karena itu jadwal kompetisi yang konsisten dan teratur harus ditegakan.

“Harapan saya pribadi saran jadwal adalah sebuah kunci dari kompetisi yang baik. Sebagaimana kompetisi itu berjalan dengan baik, jadwal yang baik dan plan yang baik maka menghasilkan timnas yang baik. Karena ini sudah bersinergi tidak berbenturan,” pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com