KOMPAS.com - Peluang Arsenal menjadi juara Liga Inggris musim ini semakin terbuka setelah mengalahkan Manchester United 3-2, Minggu (22/1/2023).
Kemenangan atas Man United membuat Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen Liga Inggris dengan raihan 50 poin dari 19 laga.
Itu adalah perolehan poin tertinggi Arsenal setelah menyelesaikan 19 pertandingan dalam sejarah Premier League.
Jika dibandingkan, pencapaian paruh musim Arsenal asuhan Mikel Arteta bahkan jauh lebih baik dibandingkan era angkatan Invincibles Arsene Wenger.
Arsenal pernah meraih gelar juara Liga Inggris dengan rekor tak terkalahkan dalam satu musim.
Baca juga: Man United Kalah 2-3 dari Arsenal, De Gea Jadi Sorotan Netizen
Arsenal mengukir sejarah itu pada musim 2003-2004 ketika masih dilatih Arsene Wenger.
Hingga saat ini, Arsenal menjadi satu-satunya tim Inggris yang berhasil meraih gelar juara Premier League dengan rekor tak terkalahkan.
Oleh karena itu, angkatan Gunners ketika itu dikenal dengan sebutan Invincibles yang berarti "Tak Terkalahkan".
Pada musim 2003-2004, Arsenal asuhan Wenger sukses mengumpulkan 45 poin setelah menyelesaikan 19 pertandingan.
Arsenal kemudian menjadi juara Liga Inggris dengan koleksi akhir 90 angka hasil dari 26 kemenangan dan 12 kali imbang.
Musim ini, Arsenal besutan Mikel Arteta memang sudah menderita satu kekalahan.
Namun, Arsenal berpeluang besar melewati perolehan poin akhir pasukan Invincibles Arsene Wenger sekaligus menjadi juara Liga Inggris akhir musim ini.
Baca juga: Arsenal Vs Man United, Gol Eddie Nketiah Jadi Momen Indah untuk Arteta
Sejalan dengan pencapaian Arsenal, Mikel Arteta juga mengukir sejarah.
Dikutip dari Squawka, Arteta menjadi pelatih keempat dalam sejarah Premier League yang mampu membawa tim meraih 50 poin atau lebih setelah 19 laga atau pada paruh musim.
Arteta mengikuti jejak nama-nama elite mulai dari Jose Mourinho (bersama Chelsea), Pep Guardiola (Manchester City), dan Juergen Klopp (Liverpool).
Meski demikian, Arsenal dan Arteta tidak boleh lengah karena ada satu tim yang pernah gagal juara meski berhasil mengumpulkan 50 poin atau lebih pada paruh musim Liga Inggris.
Satu tim itu adalah Liverpool asuhan Juergen Klopp pada musim 2018-2019.
Empat musim lalu, Klopp berhasil membawa Liverpool meraih 51 poin dari 19 pertandingan Premier League.
Baca juga: Kalah Dramatis dari Arsenal, Ten Hag Kesal dan Kritik Mentalitas Timnya
Namun, Liverpool tetap gagal juara dan harus puas menjadi runner up Premier League 2018-2019 dengan raihan 97 poin.
Dikutip dari ESPN, Liverpool menjadi tim pertama dalam sejarah Premier League yang gagal juara setelah meraih 90 poin atau lebih.
Fakta itu tentu sangat menyakitkan bagi Liverpool karena sepanjang musim 2018-2019 hanya menelan satu kekalahan.
Jika dibandingkan, Manchester City selaku kampiun Liga Inggris 2018-2019 menderita empat kekalahan.
Man City ketika itu meraih gelar juara Liga Inggris dengan keunggulan satu poin atas Liverpool.
Baca juga: Arsenal Vs Man United 3-2: Menang Menit Terakhir Tak Bisa Digambarkan, Sulit Dipercaya!
Salah satu faktor yang membuat Liverpool gagal juara Liga Inggris 2018-2019 adalah terlalu banyak meraih hasil imbang, yakni tujuh kali.
Empat dari tujuh hasil imbang Liverpool itu terjadi pada paruh kedua Premier League musim 2018-2019.
Musim lalu, Liverpool asuhan Klopp juga harus puas menjadi runner up Liga Inggris meski berhasil mengumpulkan 92 poin dari 38 laga.
Liverpool ketika itu lagi-lagi harus merelakan gelar Liga Inggris jatuh ke tangan Man City pada pertandingan terakhir.
Dua kegagalan Liverpool di atas tentu menjadi alarm bagi Arsenal asuhan Arteta bahwa segalanya masih bisa terjadi sampai akhir musim.
Arteta dan kedalaman Arsenal akan sangat diuji ketika nanti kompetisi antarklub Eropa kembali berlanjut pada Februari 2023.
Terdekat, Arsenal akan menghadapi Man City pada putaran keempat Piala FA, Sabtu (28/1/2023) dini hari WIB.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.