Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bergerilya di Ibu Kota, Rombongan Aremania Sambangi Kantor LPSK Ciracas

Kompas.com - 18/11/2022, 22:32 WIB
Suci Rahayu,
Ferril Dennys

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perjuangan korban Tragedi Stadion Kanjuruhan dalam mencari keadilan sampai di Ibu Kota Jakarta.

Pada Jumat (18/11/2022) rombongan Aremania, korban, keluarga korban dan tim penasihat hukum menyambangi kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Ciracas, Jakarta Timur.

LPSK menjadi salah satu tujuan rombongan di Jakarta selain Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Komnas HAM, Ombudsman RI, Komisi II DPR RI dan Bareskrim Polri.

Rombongan yang dipimpin oleh penasihat hukum keluarga korban Agus Mun’im diterima langsung oleh Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu didampingi Kepala Biro Hukum, Kerja Sama dan Humas Sriyana.

Baca juga: Arema FC Ikut Jejak Perkembangan di Eropa demi Jadi Klub Profesional

Ia menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke Jakarta untuk mencari keadilan atas tragedi yang merenggut 135 korban jiwa. Mereka mencari langkah percepatan dengan mengunjungi pucuk-pucuk otoritas karena kurang puas dengan penanganan kasus Polda Jatim yang terasa lambat.

Adapun kedatangan ke kantor LPSK adalah untuk mencari perlindungan kepada korban dan saksi. Sebab gangguan dan upaya intimidasi terhadap upaya-upaya perjuangan semakin intens dirasakan.

Hal itu diungkapkan oleh Hidayat, salah satu ayah korban meninggal sekaligus perwakilan keluarga korban yang berangkat ke Jakarta.

“Ada indikasi tekanan dan kami minta LPSK bisa beri perlindungan,” ujar Hidayat.

Agus Mun’im memohon kepada LPSK untuk kembali memberikan bantuannya untuk memberikan pengalaman secara langsung sampai keadilan para korban terpenuhi.

“Harapan kami LPSK memberikan perlindungan kepada korban dan keluarga. Potensi intimidasi terhadap mereka nyata. Bahkan, sempat ada permintaan dari pihak tertentu agar rombongan (terdiri dari perempuan dan anak) tidak usah ke Jakarta,” ungkapnya.

Ia juga berharap LPSK berkenan memfasilitasi penghitungan restitusi bagi korban, baik kerugian materiil maupun inmateriilnya.

Proses hukum saat ini masih terus berlangsung dan LPSK kami minta dapat membantu menghitung kerugian korban,” katanya.

Permintaan tersebut pun disambut tangan terbuka oleh Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu.

“Kami memahami apa yang disampaikan Mas Agus (ketua rombongan) dan Pak Hidayat (ayah korban) soal kekhawatiran adanya tekanan jika menjadi saksi,” ujarnya.

Ia menegaskan kembali bahwa LPSK tidak pernah melepaskan komitmennya untuk melindungi para korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Sejak hari pertama setelah kejadian, pihaknya langsung merespon dengan terjun langsung ke lapangan untuk menemui korban di rumah.

Sejak turun ke Malang LPSK sudah menerima 20 permohonan perlindungan. Hingga saat ini pun LPSK masih membuka pintu kepada saksi, korban maupun keluarga korban yang membutuhkan perlindungan dalam memperjuangkan keadilannya.

“LPSK terbuka jika masih ada masyarakat yang mau minta perlindungan, apalagi mereka yang akan menjadi saksi. LPSK fokus pada perlindungan saksi dan korban, bukan pada pokok perkara yang menjadi konsen tim penasihat hukum,” jelas Edwin Partologi Pasaribu.

“Bapak/ibu ada di lokasi yang tahu dan melihat langsung kejadian. Pada Tragedi Kanjuruhan, LPSK proaktif. Meski belum ada permohonan, LPSK sudah turun,” pungkasnya.

Tidak hanya menjamin perlindungan, ia menerangkan LPSK juga mendukung para korban dengan mendorong Polri untuk mengusut tidak pidana lain yang mungkin terjadi di Tragedi Kanjuruhan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com