Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Naturalisasi Kebutuhan Jangka Pendek, Menpora Utamakan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

Kompas.com - 09/11/2022, 17:21 WIB
Farahdilla Puspa,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menegaskan bahwa proses naturalisasi merupakan kebutuhan jangka pendek timnas Indonesia.

Hal itu disampaikan Menpora Zainudin Amali dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2022). 

Dalam rapat tersebut, Komisi X DPR RI memutuskan menyetujui permohonan pemberian kewarganegaraan atau naturalisasi untuk Shayne Pattynama

Menpora Zainudin Amali menegaskan bahwa langkah naturalisasi ini dilakukan karena ada kebutuhan jangka pendek demi mempercepat prestasi timnas Indonesia. 

Baca juga: Komisi III DPR RI Restui Proses Naturalisasi Shayne Pattynama

Shayne Pattynama, pemain keturunan Indonesia yang kini bermain di Liga 1 Norwegia membela Viking FK.Instagram.com/hasaniabdulgani Shayne Pattynama, pemain keturunan Indonesia yang kini bermain di Liga 1 Norwegia membela Viking FK.

Shayne Pattynama bersama dua pemain yang lebih dulu dinaturalisasi, yakni Jordi Amat dan Sandy Walsh memang dibutuhkan untuk memperkuat lini belakang timnas Indonesia. 

“Oleh karena itu, kita sangat membutuhkan pemain-pemain seperti yang sudah dinaturalisasi dua orang (Jordi Amat dan Sandy Walsh) ditambah hari ini Shayne Elian Jay Pattynama," kata Zainudin Amali, dilansir dari laman resmi Kemenpora.

Namun, untuk keperluan jangka panjang, Zainudin Amali tetap meminta PSSI mengandalkan pembinaan atlet-atlet muda dalam negeri. 

"Tetapi sekali lagi, kita tetap bertumpu kepada pembinaan karena talenta kita tidak kurang, akademi-akademi di klub-klub juga melakukan pembinaan," ucapnya. 

Baca juga: Target Besar Calon Pemain Naturalisasi Ivar Jenner bersama Timnas Indonesia

"Jadi, kita tidak mengandalkan naturalisasi. Naturalisasi adalah jangka pendek," tuturnya lagi. 

Terkait pembinaan bibit-bibit muda, Zainudin Amali memberikan contoh nyata seperti Papua Football Academy yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. 

Selain itu, PSSI dan Kemenpora juga melakukan kursus pelatih untuk mantan pemain tim nasional demi mensukseskan pembinaan sepak bola di Tanah Air. 

"Itu adalah komitmen kami dengan PSSI. Bahkan, sekarang sebagai wujud dari komitmen itu, untuk pembinaan usia dini PSSI dan Kemenpora bekerja sama melakukan kursus pelatih bagi mantan pemain tim nasional yang sekarang masih berlangsung di Bali," ujarnya. 

"Mudah-mudahan hasil yang kita dapatkan bersama ini akan membawa kemajuan untuk sepak bola Indonesia," ucap Zainudin Amali. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com