Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

TGIPF Simpulkan 5 Kesalahan PT LIB dalam Tragedi Kanjuruhan

Kompas.com - 14/10/2022, 15:41 WIB
Benediktus Agya Pradipta,
Ferril Dennys

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) telah mengumumkan hasil pengusutan tragedi Kanjuruhan yang terjadi seusai laga Liga 1 Arema FC vs Persebaya Surabaya, 1 Oktober lalu.

Berdasarkan hasil pengusutan tersebut, TGIPF menemukan enam unsur utama di balik terjadinya tragedi Kanjuruhan, salah satunya PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi sepak bola di Indonesia.

TGIPF, dalam kesimpulannya, menulis lima kesalahan yang dilakukan PT LIB sehingga menyebabkan tragedi Kanjuruham.

Salah satu kesalahan PT LIB yang tertulis dalam kesimpulan adalah tidak mempertimbangkan status pertandingan berisiko tinggi (high risk match) ketika menentukan jadwal laga.

Baca juga: Penuhi Panggilan TGIPF, PT LIB Diminta Siapkan Opsi dan Skenario Kelanjutan Liga 1

Adapun laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dimulai pukul 20.00 WIB. Padahal, pihak kepolisian disebut telah memajukan jadwal kickoff menjadi pukul 15.30 WIB.

Terkait poin ini, TGIPF menilai PT LIB lebih memprioritaskan faktor keuntungan ketika menentukan jadwal laga.

Berikut 5 Kesalahan PT LIB terkait tragedi Kanjuruhan, berdasarkan kesimpulan TGIPF:

1. Tidak mempertimbangkan faktor risik (high risk match) dalam menentukan jadwal pertandingan dan lebih memprioritaskan faktor keuntungan dari komersial (orientasi bisnis) dari jam penayangan di media.

2. Tidak mempertimbangkan track record/reputasi, dan kompetensi terkait kualitas petugas, ketua panitia pelaksana (pernah mendapatkan sanksi hukuman dari PSSI)

Baca juga: Alasan Dirut PT LIB Jadi Tersangka dalam Tragedi Kanjuruhan

3. Dalam menunjuk security officer tidak melakukan pengecekan kompetensi (pembekalan hanya dilakukan melalui video conference zoom meeting selama 2 jam, dan sertifikasi diberikan karena adanya kebutuhan penyelidikan yang bersangkutan pada tanggal 3 Oktober 2022)

4. Personil yang bertugas untuk melakukan supervisi di lapangan tidak maksimal dalam melakukan tugasnya.

5. Tidak adanya kehadiran unsur pimpinan PT LIB menjelang pertandingan hingga pertandingan berakhir. 

Selain menulis kesimpulan tersebut, TGIPF juga memberikan sejumlag rekomendasi untuk PT LIB.

Baca juga: Hasil Managers Meeting LIB bersama Klub: Kelanjutan Liga 1 di Tangan Pemerintah

Adapun rekomendasi yang dimaksud mengarah pada perbaikan sistem dan praktik PT LIB dalam mengelola kompetisi sepak bola Indonesia.

Berikut rekomendasi TGIPF untuk PT LIB:

a. Memprioritaskan faktor resiko/high risk dalam menentukan jadwal pertandingan dan lebih mengutamakan kepentingan keamanan (security oriented) dibandingkan profit oriented.

b. Mewajibkan untuk menyusun standarisasi/kriteria para pejabat penyelenggara pertandingan (panpel, SO, petugas kesehatan, steward).

c. Menyusun petunjuk teknis tentang penugasan personel yang melakukan supervisi pertandingan mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap pengakhiran.

d. Memperhatikan aspek psikologis dan kesejahteraan petugas lapangan.

e. Memberikan jaminan pembiayaan kesehatan bagi para korban tragedi Kanjuruhan.

f. Pejabat PT LIB wajib hadir secara fisik dari tahap perencanaan sampai dengan tahap akhir pertandingan (pasca pertandingan).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Skenario Timnas Indonesia untuk Lolos ke 8 Besar Piala Asia U23 2024

Skenario Timnas Indonesia untuk Lolos ke 8 Besar Piala Asia U23 2024

Timnas Indonesia
Persebaya Kalah dari Persib, Munster Mau Bajul Ijo Berubah Musim Depan

Persebaya Kalah dari Persib, Munster Mau Bajul Ijo Berubah Musim Depan

Liga Indonesia
Siaran Langsung dan Link Live Streaming Indonesia Vs Yordania Pukul 22.30 WIB

Siaran Langsung dan Link Live Streaming Indonesia Vs Yordania Pukul 22.30 WIB

Timnas Indonesia
Borneo FC Vs Arema FC, Tekad Tutup Regular Series dengan Happy Ending

Borneo FC Vs Arema FC, Tekad Tutup Regular Series dengan Happy Ending

Liga Indonesia
Timnas U23 Indonesia Vs Yordania, Hindari Antiklimaks, Garuda Muda!

Timnas U23 Indonesia Vs Yordania, Hindari Antiklimaks, Garuda Muda!

Timnas Indonesia
Hasil Inter Miami Vs Nashville, Messi 2 Gol, Selamat dari Gol Bunuh Diri

Hasil Inter Miami Vs Nashville, Messi 2 Gol, Selamat dari Gol Bunuh Diri

Liga Lain
Borneo FC Vs Arema FC, Singo Edan Siap Habis-habisan demi Hindari Degradasi

Borneo FC Vs Arema FC, Singo Edan Siap Habis-habisan demi Hindari Degradasi

Liga Indonesia
Coventry Vs Man United, Ten Hag Fokus Badai Cedera, Bukan Opini Publik

Coventry Vs Man United, Ten Hag Fokus Badai Cedera, Bukan Opini Publik

Liga Inggris
Wolves Vs Arsenal, Kemenangan yang Menyenangkan di Mata Arteta

Wolves Vs Arsenal, Kemenangan yang Menyenangkan di Mata Arteta

Liga Inggris
Harapan Besar di Balik Aksi Megawati Hangestri dan Red Sparks

Harapan Besar di Balik Aksi Megawati Hangestri dan Red Sparks

Sports
Timnas U23 Indonesia Vs Yordania, Garuda Muda Punya Kualitas, Tetap Waspada

Timnas U23 Indonesia Vs Yordania, Garuda Muda Punya Kualitas, Tetap Waspada

Timnas Indonesia
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Yordania di Piala Asia U23

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Yordania di Piala Asia U23

Timnas Indonesia
Keseruan Red Sparks Vs Indonesia All Star, Tukar Pemain-Pelatih dan Peran Hakim Garis

Keseruan Red Sparks Vs Indonesia All Star, Tukar Pemain-Pelatih dan Peran Hakim Garis

Sports
Klasemen Liga Inggris: Arsenal Teratas, Lewati Man City-Liverpool

Klasemen Liga Inggris: Arsenal Teratas, Lewati Man City-Liverpool

Liga Inggris
Man City Singkirkan Chelsea, Guardiola Kecam Jadwal, Singgung Man United

Man City Singkirkan Chelsea, Guardiola Kecam Jadwal, Singgung Man United

Liga Inggris
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com