Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/10/2022, 09:20 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) malam yang menelan 131 korban jiwa mengubah sesuatu dalam diri pemain Borneo FC, Hendro Siswanto.

Hendro Siswanto mengaku kini punya kecemasan besar. Sesuatu yang dirasa akan membuat angan-angannya bakal sulit terpenuhi.

Ia terbilang menyimpan kedekatan dengan Stadion Kanjuruhan. Sebelum berseragam Borneo FC, Hendro Siswanto mengabdi selama sembilan tahun untuk Arema FC yang bermarkas di sana.

Stadion Kanjuruhan boleh dibilang juga membuka jalan karier Hendro Siswanto, hingga akhirnya bisa seperti saat ini.

 Baca juga: Tragedi Kanjuruhan: Cerita Petugas Medis Berjuang di Tengah Keterbatasan

Ia mengaku pertama kali berhasil menembus timnas karena seleksi di stadion yang berada di Kabupaten Malang itu.

Karena itu, ia mengaku punya angan-angan untuk bisa satu tribune dengan anak-anaknya, menyaksikan pertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan, sambil berkisah mengenai masa-masa perjuangannya.

“Dari sebelum punya anak saya punya angan-angan kalau punya anak ingin nonton bersama di stadion ini,” ujar Hendro Siswanto yang menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kanjuruhan dan menunjukkan simpati pada Jumat (7/10/2022) siang silam.

“Dan sekarang punya anak, walaupun tidak main di sini suatu saat nanti waktu pensiun mau mengajak nonton anak di stadion,” katanya lagi.

Baca juga: Trauma Saksi Mata Tragedi Kanjuruhan: Jeritan Mereka Masih Terdengar...

Namun, tragedi Kanjuruhan ini mengubah pandangannya. Hendro Siswanto kini mengaku sangat waswas untuk mengajak keluarga menonton langsung di stadion.

Kengerian tragedi Kanjuruhan yang disaksikan lewat media sosial maupun media massa membuatnya paranoid.

Apalagi banyak korban tragedi Kanjuruhan yang masih berusia di bawah umur dan bahkan balita. Selain itu, banyak juga anak-anak yang kehilangan orang tuanya karena tragedi tersebut.

Itu bukan pemandangan yang mudah disaksikan Hendro Siswanto, ayah dari tiga orang balita.

Pemain Borneo FC Hendro Siswanto mengunjungi lokasi tragedi pasca tragedi yang terjadi pada pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 seusai pertandingan bertajuk Derbi Jawa Timur, Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (7/10/2022) siang.KOMPAS.com/SUCI RAHAYU Pemain Borneo FC Hendro Siswanto mengunjungi lokasi tragedi pasca tragedi yang terjadi pada pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 seusai pertandingan bertajuk Derbi Jawa Timur, Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (7/10/2022) siang.

“Tapi dengan adanya kejadian seperti ini dan korbannya banyak anak-anak kecil, jadi ya saya nelangsa sebenarnya,” ujar pemain asal Tuban itu.

“Jadi, akhirnya takut mau ajak anak ke stadion lagi, jadi takut sekali,” katanya menambahkan.

Hendro Siswanto merasa tragedi ini memang sangat luar biasa memilukan. Ia yang hidup dari sepak bola saja bisa merasakan trauma.

“Saya saja yang pesepak bola takut apalagi orang tua yang di luar sepak bola,” katanya mengakhiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erling Haaland 0 Tembakan Lawan Spurs, Disebut Salah Pilih Man City

Erling Haaland 0 Tembakan Lawan Spurs, Disebut Salah Pilih Man City

Liga Inggris
Menpora: Opening Ceremony Piala Dunia U20 2023 Digelar di Stadion GBK

Menpora: Opening Ceremony Piala Dunia U20 2023 Digelar di Stadion GBK

Liga Indonesia
Piala Dunia U20 2023: FIFA Periksa Stadion GBT, Beri Apresiasi

Piala Dunia U20 2023: FIFA Periksa Stadion GBT, Beri Apresiasi

Liga Indonesia
Rencana Pembangunan Sirkuit Mario Aji, Seberapa Penting bagi Atlet?

Rencana Pembangunan Sirkuit Mario Aji, Seberapa Penting bagi Atlet?

Sports
Bali United Harus Hilangkan Penyakit Kambuhan saat Lawan Persib

Bali United Harus Hilangkan Penyakit Kambuhan saat Lawan Persib

Liga Indonesia
Bali United Vs Persib Bandung, Luis Milla Menaruh Hormat kepada Sang Juara Bertahan

Bali United Vs Persib Bandung, Luis Milla Menaruh Hormat kepada Sang Juara Bertahan

Liga Indonesia
Pioli dan Perubahan Radikal Milan, Tanpa Sesal meski Terjungkal

Pioli dan Perubahan Radikal Milan, Tanpa Sesal meski Terjungkal

Liga Italia
Profil Nugraha Besoes, Sekjen PSSI dengan Masa Jabatan Terlama

Profil Nugraha Besoes, Sekjen PSSI dengan Masa Jabatan Terlama

Liga Indonesia
Kesetiaan Sang Istri Kala Dani Alves Dipenjara, Tak Ingin Pergi di Saat Terburuk

Kesetiaan Sang Istri Kala Dani Alves Dipenjara, Tak Ingin Pergi di Saat Terburuk

Liga Spanyol
Madura United Vs Persis Solo: Sang Tamu Ingin Tambah Luka Laskar Luka Sape Kerrab

Madura United Vs Persis Solo: Sang Tamu Ingin Tambah Luka Laskar Luka Sape Kerrab

Liga Indonesia
Kabar Duka, Mantan Sekjen PSSI Nugraha Besoes Meninggal Dunia

Kabar Duka, Mantan Sekjen PSSI Nugraha Besoes Meninggal Dunia

Liga Indonesia
Pujian David Beckham untuk Lionel Messi

Pujian David Beckham untuk Lionel Messi

Liga Lain
Barcelona Vs Sevilla: Blaugrana Pahami Permainan, Real Madrid 8 Poin di Belakang

Barcelona Vs Sevilla: Blaugrana Pahami Permainan, Real Madrid 8 Poin di Belakang

Liga Spanyol
Inter Bungkam Milan, Semangat Piala Dunia Terbawa ke Derby della Madonnina

Inter Bungkam Milan, Semangat Piala Dunia Terbawa ke Derby della Madonnina

Liga Italia
Madura United Vs Persis: Saatnya Bangkit untuk Akhiri Paceklik Kemenangan

Madura United Vs Persis: Saatnya Bangkit untuk Akhiri Paceklik Kemenangan

Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+