Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia Vs Curacao: 7 Fakta yang Perlu Diketahui Jelang Duel Kedua

Kompas.com - 27/09/2022, 14:40 WIB
Suci Rahayu,
Eris Eka Jaya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Timnas Indonesia akan menjalani laga kedua melawan Curacao dalam lanjutan FIFA Matchday.

Pertandingan kedua ini akan dilaksanakan di Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (27/9/2022) pukul 20.00 WIB.

Kemenangan 3-2 di pertandingan pertama menjadi modal berharga bagi Tim Garuda.

Kemenangan itu meningkatkan kepercayaan diri Rachmat Irianto dkk sebab mereka berhasil mengalahkan tim yang memiliki ranking dua kali lipat di atas Indonesia.

Adapun kubu Curacao tak terima dengan kekalahan di pertandingan pertama. Pelatih Remko Bicentini menegaskan mengusung misi revans di pertandingan kedua.

Baca juga: Jadwal Indonesia Vs Curacao Malam Ini: Bisa Menang Lagi, Garuda?

Semetara itu, pelatih Indonesia, Shin Tae-yong, juga memastikan tim dalam kondisi siap. Namun, ia menghindari sifat jemawa dan ogah berandai-andai soal hasil.

Berikut ini 7 fakta menarik mengenai kedua tim jelang pertandingan kedua :

1. Indonesia sudah memainkan 17 pemain pada pertandingan pertama melawan Curacao. Enam pemain baru masuk pada babak kedua.

2. Ada enam pemain yang belum mendapatkan kesempatan bermain, yakni dua kiper M. Riyandi dan Syahrul Trisna, Syahrul Trisna, Muhammad Ferarri, Koko Ari, Asnawi Mangkualam, dan Syahrian Abimanyu.

3. Pada pertandingan pertama, hanya enam pemain yang bermain secara penuh, yakni Pratama Arhan, Yakob Sayuri, Fachrudin Aryanto, Rachmat Irianto, Elkan Baggot, dan Nadeo Argawinata.

4. Curacao total memainkan 15 pemain pada pertandingan pertama melawan Indonesia. Mereka juga memiliki tujuh pemain yang dimainkan secara penuh.

Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia Vs Curacao, Tekad Lawan Balas Kekalahan

5. Indonesia berpotensi tampil pincang pada pertandingan kedua. Ada tiga pemain yang mengalami masalah cedera, yakni Ricky Kambuaya, Dimas Drajad, dan Asnawi Mangkualam.

6. Curacao punya keunggulan dalam mengurung permainan lawan. Berdasarkan statistik pertandingan pertama, Curacao yang mengandalkan skema main 4-4-2 mampu unggul dari segi penguasaan bola dan umpan.

Yakob Sayuri wing back Timnas Indonesia (jersey hitam) melakukan akselerasi dalam pola menyerang. Indonesia yang sukses menaklukkan Curacao dalam laga FIFA Match Day, Sabtu (26/9/2022) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).KOMPAS.com/Adil Nursalam Yakob Sayuri wing back Timnas Indonesia (jersey hitam) melakukan akselerasi dalam pola menyerang. Indonesia yang sukses menaklukkan Curacao dalam laga FIFA Match Day, Sabtu (26/9/2022) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

7. Indonesia sudah menunjukkan permainan konsisten di pertandingan pertama. Tim Garuda mampu bermain konsisten selama 90 menit.

Terlihat dari statistik penyerangan yang mereka di babak pertama dan kedua. Total Indonesia mencatatkan 11 kali kesempatan mencetak gol dengan sembilan mengarah ke gawang.

Lima kesempatan di antaranya dilakukan pada babak pertama, dengan rincian satu tendangan melambung, empat tendangan ke gawang, dan dua berbuah gol. Enam Sisanya dilakukan di babak kedua dengan satu gol yang berhasil dimaksimalkan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Daftar Skuad Irak Saat Melawan Timnas Indonesia

Daftar Skuad Irak Saat Melawan Timnas Indonesia

Liga Indonesia
Putri KW Lolos ke 8 Besar Malaysia Masters 2024, Prinsip Jadi Kunci Kemenangan

Putri KW Lolos ke 8 Besar Malaysia Masters 2024, Prinsip Jadi Kunci Kemenangan

Badminton
Malaysia Masters 2024: Lolos Perempat Final, Rehan/Lisa Sempat Buru-buru dan Takut

Malaysia Masters 2024: Lolos Perempat Final, Rehan/Lisa Sempat Buru-buru dan Takut

Badminton
Final Championship Series Liga 1, 'Cocoklogi' Persib Juara 1994, 2014, Dejavu 2024?

Final Championship Series Liga 1, "Cocoklogi" Persib Juara 1994, 2014, Dejavu 2024?

Liga Indonesia
Hasil Malaysia Masters 2024: Putri KW dan Rehan/Lisa ke Perempat Final

Hasil Malaysia Masters 2024: Putri KW dan Rehan/Lisa ke Perempat Final

Badminton
Bek Selangor FC Jadi Korban Perampokan, Kehilangan Motor hingga Paspor

Bek Selangor FC Jadi Korban Perampokan, Kehilangan Motor hingga Paspor

Internasional
Kieran McKenna Tertarik ke Chelsea, Siap Gantikan Pochettino

Kieran McKenna Tertarik ke Chelsea, Siap Gantikan Pochettino

Liga Inggris
Lookman Bawa Atalanta Juara, Ada Peran Gasperini dan Keluarga

Lookman Bawa Atalanta Juara, Ada Peran Gasperini dan Keluarga

Internasional
Maarten Paes 'Tak Terkalahkan', 8 Penyelamatan bagi FC Dallas

Maarten Paes "Tak Terkalahkan", 8 Penyelamatan bagi FC Dallas

Liga Lain
Jadwal Final Championship Series Persib Vs Madura United Akhir Pekan Ini

Jadwal Final Championship Series Persib Vs Madura United Akhir Pekan Ini

Liga Indonesia
Jadwal Malaysia Masters 2024, 7 Wakil Indonesia Tanding di 16 Besar

Jadwal Malaysia Masters 2024, 7 Wakil Indonesia Tanding di 16 Besar

Badminton
Atalanta Juara Liga Europa, Parma Kenang Memori 25 Tahun Silam

Atalanta Juara Liga Europa, Parma Kenang Memori 25 Tahun Silam

Liga Lain
Atalanta Juara Liga Europa, Gasperini Sanjung Para Pemain La Dea

Atalanta Juara Liga Europa, Gasperini Sanjung Para Pemain La Dea

Liga Lain
Kata Xabi Alonso Setelah Leverkusen Terkapar di Final Liga Europa

Kata Xabi Alonso Setelah Leverkusen Terkapar di Final Liga Europa

Liga Lain
FIFA Dorong Uji Coba Aturan Offside Baru, Perubahan Terbesar dalam 30 Tahun

FIFA Dorong Uji Coba Aturan Offside Baru, Perubahan Terbesar dalam 30 Tahun

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com