Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/08/2022, 08:21 WIB

KOMPAS.com - Keputusan Komisi Wasit PSSI memberikan tindakan tegas dengan pembinaan terhadap wasit Liga 1 2022-2023 mendapat apresiasi banyak pihak.

Para pelatih yang selama ini resah terhadap kinerja pengadil lapangan, juga ikut memberikan apresiasi.

Total ada 18 wasit yang mendapatkan tindakan tegas. Paling ringan mendapatkan skors empat pekan pertandingan dan paling berat mendapatkan skors 10 pertandingan.

Baca juga: 3 Wasit yang Merugikan Persebaya Dihukum Berat, Aji Santoso Harap Ada Hikmah yang Bisa Diambil

Salah satu pelatih yang memberikan apresiasinya adalah Dejan Antonic. Ia merasa lega dengan adanya tindakan nyata yang membuat wasit melakukan evaluasi.

Pelatih Barito Putera tersebut mengakui ketidaksiapan wasit dalam memimpin pertandingan bakal sangat merugikan tim yang bertanding.

Sebab satu keputusan bisa menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Pelatih Barito Putera Dejan Antonic saat memperhatikan pemainnya bertanding babak 8 besar Piala Presiden melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupatan Malang, Sabtu (2/7/2022) sore.KOMPAS.com/SUCI RAHAYU Pelatih Barito Putera Dejan Antonic saat memperhatikan pemainnya bertanding babak 8 besar Piala Presiden melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupatan Malang, Sabtu (2/7/2022) sore.

“Saya bersyukur semua bisa mendapatkan sanksi. Saya melihat Persebaya, saya melihat Borneo FC, saya melihat beberapa pertandingan, aduh rekan-rekan saya banyak mendapatkan kesalahan,“ ujar pelatih asal Serbia kepada Kompas.com.

“Banyak tim-tim kalah di pertandingan karena wasitnya salah, saya kemarin melihat,” imbuhnya.

Barito Putera termasuk yang dirugikan wasit Mustofa Umarella saat pertandingan melawan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri Semarang (6/9/2022).

Sang pengadil salah membuat keputusan yang menyebabkan PSIS mendapatkan keuntungan penalti dan berujung kekalahan 1-2 Barito Putera.

Baca juga: PSM Menang, Bernardo Tavares Terus Soroti Kepemimpinan Wasit

Wasit dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 10 pekan dengan 2 kali KMI dan baru bisa bertugas kembali pada pekan 13 nanti.

Dejan Antonic berharap tindakan tegas ini bisa konsisten dilakukan demi kualitas sepak bola Indonesia yang lebih baik.

“Semoga bisa menghukum semua yang tidak siap dan tidak profesional,“ pungkasnya.

Hukuman pembinaan ini juga mewakili keresahan pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares.

Ia sudah mengkritik kepemimpinan perangkat pertandingan sejak Piala Presiden 2022 silam.

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares berdiskusi dengan asistennya saat pertandingan melawan Arema FC pada babak penyisihan grup D Piala Presiden 2022 yang berakhir dengan skor 0-1 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang, Sabtu (11/6/2022) malam.KOMPAS.com/Suci Rahayu Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares berdiskusi dengan asistennya saat pertandingan melawan Arema FC pada babak penyisihan grup D Piala Presiden 2022 yang berakhir dengan skor 0-1 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang, Sabtu (11/6/2022) malam.

Pada pertandingan terakhir melawan Arema FC di Stadion Gelora BJ Habibie Pare-pare, Sabtu (20/8/2022) lalu, ia kehilangan kesabaran dan melakukan protes langsung kepada wasit.

Ia menyoroti wasit yang tidak memberikan respon semestinya terhadap insiden di dalam lapangan.

Ada pelanggaran yang seharusnya diberikan peringatan tegas justru dianggap pelanggaran ringan.

Baca juga: Aji Santoso soal Wasit Borneo FC Vs Persebaya: Masyarakat Bisa Nilai Sendiri...

Namun saat melakukan protes justru ia yang mendapatkan kartu kuning karena dianggap protes terlalu berlebihan.

“Dalam karier pelatih saya, ini pertama kalinya saya mendapatkan kartu kuning atau merah atau apapun itu lah di pertandingan,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.

“Kalau kami diperlakukan begini di kandang, bayangkan kami diperlakukan di luar kandang. Saya minta standar yang sama kepada kedua tim,” keluhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+