Duka di Laga Persebaya Vs Persib: 2 Bobotoh Meninggal, Panpel Jadi Sorotan, PSSI Segera Bertindak

Kompas.com - 19/06/2022, 04:50 WIB

KOMPAS.com - Kabar duka kembali menjadi catatan kelam sepak bola Indonesia. Dua suporter Persib Bandung meninggal dunia saat hendak menonton tim kesayangannya.

Insiden tersebut bermula menjelang laga Grup C Piala Presiden 2022 Persebaya Surabaya vs Persib Bandung pada Jumat (17/6/2022) malam WIB.

Dua bobotoh meninggal dunia karena diduga terjatuh saat berdesak-desakan masuk ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Berdasarkan keterangan dari Viking Persib Club (VPC), korban diketahui bernama Ahmad Solihin (29 tahun, Bandung) dan Sofian Yusuf (19 tahun, Bogor).

Baca juga: Bobotoh Persib Meninggal di Laga Vs Persebaya, Organizing Committee Piala Presiden Beri Keterangan

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes. Pol. Ibrahim Tompo mengatakan bahwa keduanya sempat mendapatkan pertolongan pertama di Rumah Sakit Sartika Asih.

Namun, takdir berkata lain dan mereka telah berpulang kepada sang pencipta.

"Jadi, korban sudah dibawa ke RS Sartika Asih dan sebelumnya sudah juga diberikan pertolongan oleh tim medis, kemudian langsung dilarikan ke RS dan memang meninggalnya di RS," kata Ibrahim Tompo dikutip dari Tribun Jabar.

"Korban itu satu Bandung dan satu Bogor. Hari ini (Sabtu) kita akan mendampingi masing-masing korban ke kediaman keluarganya," ucapnya.

Panpel Jadi Sorotan

Dilansir dari situs PSSI, pihak kepolisian hanya mengizinkan sebanyak 15 ribu penonton untuk hadir di GBLA dalam laga tersebut. 

Akan tetapi, amat mungkin jumlah suporter di stadion melebihi 15 ribu orang, mengingat hampir seluruh sudut stadion berkapasitas 38 ribu orang itu penuh dengan penonton.

Inilah yang menjadi perhatian utama hingga terjadinya kepadatan dimulai saat suporter hendak masuk ke stadion.

Panitia pelaksana pertandingan pun menjadi sorotan dalam hal ini. Viking Persib Club dengan tegas meminta panpel untuk berbenah.

Baca juga: Piala Presiden 2022, Persib Tunjukkan Mental Pemenang Saat Bungkam Persebaya

Sekertaris Umum VPC Tobias Ginanjar bahkan mengatakan, panpel terlihat tidak siap dalam menggelar pertandingan. 

Hal itu tampak dari alur masuk kendaraan hingga penyaringan suporter saat masuk ke stadion. 

Apalagi, melihat animo suporter Persib yang tinggi, selalu ada potensi penonton tanpa tiket yang datang ke stadion.

"Di pertandingan kemarin (Jumat) sangat terlihat ketidaksiapan dari pihak penyelenggara hingga kejadian ini terjadi," kata Tobias kepada Kompas.com.

"Dengan animo yang tinggi, suporter yang memaksakan ingin masuk ke stadion ada saja walau pun sudah dilakukan sosialisasi," tuturnya.

Baca juga: Persebaya Vs Persib Makan Korban 2 Bobotoh, Apakah Izin Tanding di GBLA Akan Dicabut?

Menurut Tobias, tanpa adanya penyaringan suporter di ring luar, maka banyak suporter tak bertiket ikut berkerumun dalam satu titik sehingga menyebabkan situasi tak kondusif. 

"Nah kemarin itu tidak terlihat upayanya. Saya bisa merasakan mulai dari alur masuk kendaraan sudah berantakan, lalu tidak dilakukan penyaringan penonton di luar stadion," ucapnya.

"Biasanya yang baik itu ada ring (pengamannya) sehingga yang tidak punya tiket itu tidak masuk ke dalam," tuturnya.

"Ketika sudah di dalam itu bercampur semua yang punya tiket dan tidak punya tiket di satu titik menuju pintu masuk ke tribun. Jadi itu yang menyebabkan chaos," paparnya.

Pemerintah Beri Sorotan

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali sebelum memimpin rapat koordinasi persiapan turnamen pramusim Piala Presiden 2022 di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, pada Selasa (7/6/2022).KOMPAS.com/Benediktus Agya Pradipta Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali sebelum memimpin rapat koordinasi persiapan turnamen pramusim Piala Presiden 2022 di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, pada Selasa (7/6/2022).
Pemerintah melalui Menpora Zainudin Amali juga memberikan sorotan atas kejadian yang sampai membuat dua bobotoh meninggal itu.

"Saya turut berduka cita atas meninggalnya penonton sepak bola di Bandung saat menonton laga Persib vs Persebaya," ucap Zainudin Amali kepada Kompas.com.

"Tentu, kita prihatin atas kejadian ini. Padahal pertandingan sepak bola baru saja diizinkan dihadiri penontong langsung di stadion," tambah dia. 

Zainudin Amali lantas meminta kepada PSSI dan PT LIB unruk melakukan investigasi terhadap kejadian ini agar insiden serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. 

Baca juga: Jenazah Bobotoh Persib Ahmad Solihin Korban Insiden GBLA Diserahkan ke Keluarga

"Saya meminta kepada PSSI dan PT LIB untuk melakukan investigasi terhadap insiden ini," ujan Amali melanjutkan. 

Zainudin Amali menambahkan bahwa pihak penyelenggara juga harus melakukan sejumlah penilaian ulang terhadap sistem penanganan massa dan penonton sepak bola.

"Selain itu, harus segera dievaluasi tentang SOP yang berlaku di stadion ketika itu," ucapnya menjelaskan.

"Sekaligus melihat lagi pelaksanaan di empat stadion yang sudah berlangsung selama ini. Koordinasi dengan pihak terkait khususnya dengan pihak keamanan lebih diintensifkan lagi," tambah dia.

PSSI Segera Lakukan Investigasi

Menanggapi insiden tersebut, Komdis PSSI pun bergerak cepat dengan menurunkan tim untuk melakukan investigasi. 

Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing, tidak menampik pihaknya akan bertindak tegas jika ditemukan kesalahan dari panitia lokal saat melakukan investigasi. 

"Kami segera melakukan investigasi kenapa ini bisa terjadi. Ini yang akan kami dalami. Saat ini, kita tidak bisa berandai-andai soal peristiwa ini," kata Erwin Tobing dilansir dari situs resmi PSSI.

Baca juga: Kronologi Bobotoh Persib Meninggal Dunia Menurut Penuturan Keluarga

"Kalau kita melihat stadion yang penuh, amat mungkin itu over capacity. Lalu di mana kesalahannya? Apakah panitia mencetak tiket tidak sesuai dengan regulasi, atau panpel yang tidak siap. Semua akan kami dalami," imbuh Erwin.

"PSSI akan bertindak tegas. Saya pastikan itu. Apalagi ini mengakibatkan dua nyawa melayang," ucap Erwin.

Penjelasan Manajemen Persib

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar saat melayat ke kediaman almarhum Asep Solihin (29) warga Gang Blok TVRI, Kelurahan Cibaduyut Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/6/2022). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar saat melayat ke kediaman almarhum Asep Solihin (29) warga Gang Blok TVRI, Kelurahan Cibaduyut Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/6/2022).
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, turut buka suara.

Umuh tak menampik minat penonton sangat tinggi sehingga massa membeludak.

Untuk memfasilitasi penonton yang tak bisa masuk, panpel pertandingan sudah menyediakan empat layar besar di luar GBLA.

Baca juga: 7 Kegaduhan Persebaya Vs Persib, dari Identitas Palsu hingga Dua Bobotoh Meninggal

Terkait insiden tersebut, dia menyampaikan peristiwa itu di luar prediksi. Dia pun mengatakan pihaknya sangat menyayangkan insiden tersebut. 

"Turut berduka cita, ini yang kita tidak terprediksi, karena tiket hanya bikin 15.000 dan kami pun sudah menyiapkan layar lebar ada empat di luar, tapi karena semua bobotoh merangsek tetap mau ke dalam," ucap Umuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.