Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Shin Tae-yong di Timnas Indonesia: Singkirkan Pilar Lama, Bentuk Bintang Muda, hingga Singgung Pengorbanan Pemain

Kompas.com - 03/06/2022, 06:15 WIB
Ahmad Zilky,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkapkan kesulitan terbesarnya selama menukangi skuad Garuda.

Menurut Shin Tae-yong, para pemain timnas Indonesia tidak mempunyai tekad kuat untuk bekorban seperti yang dilakukan anggota tim Vietnam.

Oleh karena itu, Shin Tae-yong akhirnya harus membuat keputusan berisiko dengan mengganti sejumlah anggota tim.

“Fakta bahwa para pemain tidak memiliki keinginan dan tekad untuk berjuang bersama sampai siap berkorban seperti pemain Vietnam,” ucap Shin Tae-yong, dilansir BolaSport.com dari Zingnews.

“Jadi saya menyingkirkan hampir seluruh tim dan menggantinya dengan pemain baru yang lebih muda,” katanya mengungkapkan.

Baca juga: Stefano Lilipaly dan Dimas Drajad Belum Puaskan Shin Tae-yong

Pelatih asal Korea Selatan itu menyadari bahwa keputusan yang dibuatnya bakal sangat berisiko.

Namun, menurut Shin Tae-yong, hal tersebut harus dilakukan demi memajukan sepak bola Indonesia.

“Ya, saya tahu itu adalah keputusan yang berisiko dan harus menerima kegagalan pertama. Namun, itu adalah trade-off yang diperlukan,” kata Shin Tae-yong.

“Dengan generasi pemain saat ini, saya telah mengubah mereka menjadi lebih baik dan saya yakin akan membawa masa depan yang cerah bagi sepak bola Indonesia,” ujar dia.

Perkembangan timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong cukup terasa dalam dua tahun belakangan.

Baca juga: Shin Tae-yong di Timnas Indonesia: Rasio Kemenangan di Bawah 50 Persen

Hal itu terbukti dari raihan medali perunggu SEA Games 2021 dan status runner-up Piala AFF 2020 timnas Indonesia di bawah kendali Shin Tae-yong.

Selain itu, Shin Tae-yong juga berhasil mengorbitkan bintang-bintang muda seperti Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam.

Meskipun demikian, Shin Tae-yong mengatakan bahwa untuk mencapai ke tahap kesuksesan timnas Indonesia diperlukan waktu lama.

“Jangan berpikir bahwa hanya mengganti pelatih baru adalah cara untuk tim akan segera mencapai kesuksesan,” ucap dia.

“Ada banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan sebuah tim. Dengan sepak bola Indonesia, saya memilih untuk mengganti tim dengan pemain muda baru guna membentuk mereka berkembang seperti keinginan saya,” katanya.

“Tentu saja tidak mudah dan tidak bisa langsung memberikan hasil karena metode saya memakan waktu. Namun, saya percaya bahwa itu adalah arah yang benar,” ucapnya lagi.

“Lebih baik memilih jalan lambat menuju pembangunan berkelanjutan ketimbang mencapai kesuksesan langsung yang tak dapat dipertahankan dalam jangka panjang,” katanya.

Baca juga: Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia 2023, Minus Egy dan Evan Dimas

Lebih lanjut, Shin Tae-yong menjelaskan bahwa dia membuat sejumlah keputusan di saat momen tersulit timnas Indonesia.

Shin Tae-yong pun siap untuk bertanggung jawab atas semua risiko yang bakal dia hadapi dalam setiap kegagalan maupun keberhasilan di timnas Indonesia.

"Benar. Mungkin saya membuat keputusan di momen tersulit dalam sepak bola Indonesia," kata Shin Tae-yong.

"Namun, masih ada pemain bagus di sini dan saya yakin mereka bisa berkembang lebih baik lagi. Saya menyaksikan pertumbuhan para pemain melalui setiap turnamen."

"Sukses atau gagal di masa depan adalah tanggung jawab saya, belum tentu titik awal sepak bola ketika saya tiba," ujarnya. (Metta Rahma Melati)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

16 Juara SAC Indonesia 2023 Tambah Pengalaman Usai Ikuti Latihan di China

16 Juara SAC Indonesia 2023 Tambah Pengalaman Usai Ikuti Latihan di China

Sports
Sempat Tak Pede, Marc Klok Ingin Tuntaskan Musim, Juara bersama Persib

Sempat Tak Pede, Marc Klok Ingin Tuntaskan Musim, Juara bersama Persib

Liga Indonesia
Run The City Makassar, Persiapan Menuju Monas Half Marathon Jakarta

Run The City Makassar, Persiapan Menuju Monas Half Marathon Jakarta

Sports
4 Laga Championship Series Gunakan VAR, Siap Liga 1 Musim Depan

4 Laga Championship Series Gunakan VAR, Siap Liga 1 Musim Depan

Liga Indonesia
Final Piala FA Man City Vs Man United, Misi Ten Hag Tutupi Kegagalan Liga Inggris

Final Piala FA Man City Vs Man United, Misi Ten Hag Tutupi Kegagalan Liga Inggris

Liga Inggris
Jadwal Final Piala FA, Man City Vs Man United Akhir Pekan Ini

Jadwal Final Piala FA, Man City Vs Man United Akhir Pekan Ini

Liga Inggris
Daftar Juara UCI MTB Eliminator World Cup 2024, Panggung Kalteng Dikenal Dunia

Daftar Juara UCI MTB Eliminator World Cup 2024, Panggung Kalteng Dikenal Dunia

Sports
Gagal Juara Liga Inggris, Arsenal Butuh Penyerang Lebih Tajam

Gagal Juara Liga Inggris, Arsenal Butuh Penyerang Lebih Tajam

Liga Inggris
Berpisah dengan Liverpool, Klopp Enggan Cepat Kembali Melatih

Berpisah dengan Liverpool, Klopp Enggan Cepat Kembali Melatih

Liga Inggris
Pebalap Indonesia Qarrar Firhand Raih Podium 3 di Italia Championship

Pebalap Indonesia Qarrar Firhand Raih Podium 3 di Italia Championship

Sports
Tangis Virgil van Dijk di Pelukan Juergen Klopp

Tangis Virgil van Dijk di Pelukan Juergen Klopp

Liga Inggris
Sisi Kebanggaan Shin Tae-yong terhadap Timnas Indonesia

Sisi Kebanggaan Shin Tae-yong terhadap Timnas Indonesia

Timnas Indonesia
Pesan Arteta Usai Arsenal Gagal Juara Liga Inggris 2023-2024

Pesan Arteta Usai Arsenal Gagal Juara Liga Inggris 2023-2024

Liga Inggris
Hodak Tanggapi Borneo FC Gugur dari Format Championship Series Liga 1

Hodak Tanggapi Borneo FC Gugur dari Format Championship Series Liga 1

Liga Indonesia
Persib Bandung Vs Madura United: Maung Analisis Kekuatan Lawan

Persib Bandung Vs Madura United: Maung Analisis Kekuatan Lawan

Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com