Menanti Kiprah Djanur bersama Laskar Padjajaran, Mengangkat Kutukan ‘Pelatih Tengah Jalan‘

Kompas.com - 01/05/2022, 16:20 WIB

Lantaran pola yang sama terulang hampir setiap musim, hal tersebut seakan menjadi kutukan baginya.

Baca juga: Persebaya Vs Barito, Kisah tentang Aji Santoso dan Djadjang Nurdjaman

Dimulai dari PSMS Medan. Setelah angkat kaki dari Persib, Djanur bergabung dengan Ayam Kinantan pada putaran kedua Liga 2 2017.

Tangan dinginnya berhasil mengantarkan PSMS menjadi runner up Liga 2 2017 dan promosi ke Liga 1 2018.

Sayang, kiprah PSMS di Liga 1 2018 bersama Djanur tidak mulus. Setelah 10 kekalahan dan enam kemenangan dari 16 pertandingan, PSMS memutuskan untuk mengakhiri kerja sama.

Setelah putus dari PSMS, ia menyeberang ke Persebaya Surabaya pada putaran kedua Liga 1 2018.

Di Persebaya, pelatih kelahiran 30 Maret 1959 pun sempat menjadi pahlawan yang mengangkat prestasi Persebaya dari posisi ke-13 hingga finis di posisi 5 besar.

Selain itu, di tangan Djanur Persebaya juga menjadi runner up Piala Presiden 2019.

Namun saat memasuki Liga 1 2019, masalah yang sama terjadi lagi.

Diawali tiga pertandingan pertama tanpa kemenangan, tim berjuluk Bajul Ijo menunjukkan masalah konsistensi dalam bertanding. Sementara manajemen sudah terlanjur memasang target tinggi.

Situasi semakin tidak menguntungkan setelah Persebaya tersingkir pada babak perempat final Piala Indonesia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.