Kompas.com - 18/04/2022, 06:39 WIB

Ketiga kriteria tersebut dinilai melalui tiga indikator, yakni rendah, sedang, dan tinggi.

Jumadi Efendi melanjutkan, penilaian ini berpengaruh dalam penugasan seorang di laga selanjutnya.

“Asisten wasit dan wasit tambahan juga sama, tapi yang utama ke wasit utama. Bila salah satu dari mereka ada yang tidak menerapkan peraturan permainan nilainya akan berkurang,” tutur wasit yang sudah bertugas sebanyak 119 laga itu.

“Nilai yang paling rendah bila dalam pertandingan ada KIM (Key Insiden Match). Pemberian KIM yang salah, seperti keputusan tendangan penalti, offside yang dijadikan gol dan pengesahan gol yang salah,” imbuhnya.

Setelah selesai memberikan penilaian, referee assesor akan meneruskan data tersebut kepada pihak yang lebih tinggi.

“Laporannya melalui sistem aplikasi, batas waktu laporannya 24 jam, lebih dari itu otomatis close,” kata dia menjelaskan.

Asisten wasit tambahan M Erfan Efendi saat bertugas pertandingan pekan 32 Liga 1 2021-2022 Persija Jakarta melawan PSM Makassar yang berakhir dengan skor 3-1 di Stadion I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Senin (21/3/2022) sore.KOMPAS.com/Suci Rahayu Asisten wasit tambahan M Erfan Efendi saat bertugas pertandingan pekan 32 Liga 1 2021-2022 Persija Jakarta melawan PSM Makassar yang berakhir dengan skor 3-1 di Stadion I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Senin (21/3/2022) sore.

Namun, tugas referee assesssor tidak berhenti sampai di situ. Setelah laporan selesai, ia akan melakukan evaluasi dua arah kepada wasit-wasit yang diawasi.

Di sesi ini, Jumadi Efendi membuka diskusi dua arah jika menang ditemukan keputusan yang salah maupun kontroversial.

Oleh karena itu, para petugas lapangan ini pun bisa belajar dari kesalahan dan diharapkan meminimalkan kesalahan di penugasan selanjutnya.

Baca juga: Gambaran Skuad RANS Cilegon FC untuk Liga 1: 50 Persen Pemain Baru

Assessor referee juga menganalisa dari rekaman ulang kejadian-kejadian yang kurang sesuai dengan LOTG (pemberian kartu, keputusan pelanggaran, penalti dll ). Untuk asisten wasit seperti masalah penempaan dan pengambilan keputusan offside/onside,” tutur pria yang sehari-hari bekerja di Rumah Sakit Umum dr Saiful Anwar Malang sejak 1992 itu.

“Sebelum meninggalkan stadion pun referee assessor dan perangkat pertandingan tetap berkomunikasi dan mengevaluasi kekurangan/kelebihan mereka,” kata Jumadi menambahkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Link Live Streaming Timnas U17 Indonesia Vs Palestina, Kickoff 20.00 WIB

Link Live Streaming Timnas U17 Indonesia Vs Palestina, Kickoff 20.00 WIB

Liga Indonesia
Prioritas Utama Menpora, Audit Stadion-Stadion di Liga 1

Prioritas Utama Menpora, Audit Stadion-Stadion di Liga 1

Sports
Hasil Kualifikasi Piala Asia U17: Malaysia Ikuti Jejak Indonesia, Thailand Sempurna

Hasil Kualifikasi Piala Asia U17: Malaysia Ikuti Jejak Indonesia, Thailand Sempurna

Liga Indonesia
Ketua Panpel Arema FC Klaim Sudah Ingatkan Polisi Perihal Gas Air Mata

Ketua Panpel Arema FC Klaim Sudah Ingatkan Polisi Perihal Gas Air Mata

Liga Indonesia
Komnas HAM Desak Polres Malang Buka Dokumen Perencanaan Keamanan

Komnas HAM Desak Polres Malang Buka Dokumen Perencanaan Keamanan

Liga Indonesia
Sambil Menangis, Ketua Panpel Arema FC Minta Maaf atas Tragedi Kanjuruhan

Sambil Menangis, Ketua Panpel Arema FC Minta Maaf atas Tragedi Kanjuruhan

Liga Indonesia
Ada Berapa Macam Gaya Lompat Tinggi?

Ada Berapa Macam Gaya Lompat Tinggi?

Sports
Timnas U17 Indonesia Vs Palestina, Alasan Garuda Asia 'Hanya' Latihan di Hotel

Timnas U17 Indonesia Vs Palestina, Alasan Garuda Asia "Hanya" Latihan di Hotel

Liga Indonesia
PSSI Diminta Jangan Lokalisir Kesalahan di Tragedi Kanjuruhan

PSSI Diminta Jangan Lokalisir Kesalahan di Tragedi Kanjuruhan

Liga Indonesia
Timnas U17 Indonesia Vs Palestina, Nabil Asyura Diragukan Tampil

Timnas U17 Indonesia Vs Palestina, Nabil Asyura Diragukan Tampil

Liga Indonesia
Jadwal Bola Akhir Pekan: Arsenal vs Liverpool, Der Klassiker

Jadwal Bola Akhir Pekan: Arsenal vs Liverpool, Der Klassiker

Sports
Setelah Tragedi Kanjuruhan, Madura United Hentikan Sementara Aktivitas Tim

Setelah Tragedi Kanjuruhan, Madura United Hentikan Sementara Aktivitas Tim

Liga Indonesia
Kanjuruhan Sibuk Sejak Pagi, Persiapan Peringatan 7 Hari Tragedi

Kanjuruhan Sibuk Sejak Pagi, Persiapan Peringatan 7 Hari Tragedi

Liga Indonesia
Tim Investigasi: PSSI Tak Punya Keseragaman SOP Penanganan Penonton

Tim Investigasi: PSSI Tak Punya Keseragaman SOP Penanganan Penonton

Sports
Skenario Max Verstappen Juara Dunia F1 di GP Jepang 2022

Skenario Max Verstappen Juara Dunia F1 di GP Jepang 2022

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.