Kata Andrew Robertson Soal Serangan Geretan Fans Benfica: Mungkin Mereka Akan Berhenti Merokok!

Kompas.com - 06/04/2022, 04:57 WIB

KOMPAS.com - Bek Liverpool, Andrew Robertson, mengutarakan bahwa dirinya menerima "serangan" dari para fans Benfica pada laga leg pertama babak perempat final Liga Champions kontra Benfica, Rabu (6/4/2022) dini hari WIB.

Liverpool mencatatkan kemenangan 3-1 saat bertandang ke markas Benfica di Estadio do SL Benfica.

The Reds unggul lewat Ibrahima Konate (17') dan Sadio Mane (34') pada babak pertama.

Benfica lalu membuat pertandingan berjalan menarik dengan gol Darwin Nunez (49') yang sempat membuat keadaan jadi 2-1.

Akan tetapi, gol eks penyerang FC Porto, Luis Diaz (87'), memastikan kemenangan bagi The Reds.

Baca juga: Benfica Vs Liverpool 1-3: Lanjutkan Tren Apik, The Reds Unggul Selangkah Menuju Semifinal

Salah satu video yang keluar setelah gol Luis Diaz adalah lemparan tongkat dari seorang fans Benfica saat pemain asal Kolombia tersebut merayakan golnya di dekat bendera pojok.

Ternyata, "serangan" kepada Diaz itu bukan satu-satunya yang dirasakan pemain Liverpool di markas Benfica.

Hal tersebut diakui oleh bek kiri Andrew Robertson yang punya tugas untuk mengambiil tendangan penjuru bagi timnya.

"Saya dilempari beberapa lighter (geretan/pemantik api) saat tengah mengambil sepak pojok," ujar Robertson kepada BBC.

"Mungkin ini akan membuat mereka berhenti merokok - jadi saya akan mengambil sisi positif dari itu!"

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.