Tanggapan Arema FC soal Kasus yang Libatkan Nama Presiden Gilang Widya Pramana

Kompas.com - 22/03/2022, 19:50 WIB

KOMPAS.com - Arema FC angkat bicara mengenai keterlibatan sang Presiden Gilang Widya Pramana dalam laporan kasus dugaan penipuan dan kejahatan dagang kepada salah satu produsen perawatan wajah di Indonesia.

Tim berjuluk Singo Edan tersebut memastikan, kasus ini tidak akan mengurangi komitmen sang Presiden untuk mewujudkan Arema FC berprestasi.

Baca juga: Target Juara Meleset, Presiden Arema FC Minta Pemain Bertanggung Jawab

“Mas Gilang dalam kapasitas sebagai Presiden Arema FC sampai saat ini masih berkomitmen membenahi Arema FC agar terus berprestasi,” ujar media officer Arema FC, Sudarmaji kepada Kompas.com.

“Dan kini Arema FC sedang fokus menuntaskan kompetisi,” imbuhnya.

Arema FC pun menegaskan tidak akan melakukan intervensi maupun melibatkan diri dalam kasus tersebut.

Sebab, kasus ini berada dalam domain usaha walaupun sama-sama dalam naungan Gilang Widya Pramana.

Namun yang jelas, manajemen akan memberikan dukungan moril kepada Gilang Widya Pramana selaku bagian dari keluarga besar Arema FC.

Baca juga: Presiden Arema FC Bantu Biaya Operasi Aremania Cilik di Hari Kasih Sayang

“Terkait dengan informasi di luar aktivitas Arema FC tentunya kami memberikan support bahwa Mas Gilang akan fokus dan komitmen untuk menyelesaikan dengan baik dan bijaksana,” pungkas Sudarmaji.

Berdasarkan konfirmasi dari pihak kepolisian, dalam kasus ini pihak pelapor adalah Sandi Purnamasari, istri Gilang Widya Pramana.

Adapun Gilang Widya Pramana dalam kasus ini dilibatkan sebagai saksi.

Sementara pihak terlapor adalah pengusaha asal Batam, Putra Siregar, yang membawahi PT PS Glow.

Baca juga: Crazy Rich Malang Presiden Arema FC, Mau Juara dan Selesaikan Dualisme

Laporan tersebut sudah teregister LP/B/484/VIII/2021/SPKT/Bareskrim Polri, tertanggal 13 Agustus 2021.

Dalam perkara itu, pihak Sandi Purnamasari yang menjadi bagian J99 Corp meniai pihak Putra Siregar yang membawahi PT PS Glow melanggar Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, serta beberapa pasal mengenai kejahatan terkait rahasia dagang, penipuan/perbuatan curang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.