Kompas.com - 14/03/2022, 07:00 WIB
|

KOMPAS.com - Messi dan Neymar menjadi sasaran kemarahan fan PSG dalam laga kontra Bordeaux yang dijaga lebih kurang 250 polisi.

Partai pekan ke-28 Liga Perancis antara PSG vs Bordeaux di Stadion Parc des Princes, Minggu (13/3/2022), riuh oleh sorak sorai, teriakan, dan siulan fan tuan rumah.

Fan Paris Saint-Germain (PSG) bukannya sedang menunjukkan antusiasme kala menyaksikan aksi Lionel Messi dkk. Sebaliknya, mereka sedang geram dan menumpahkan kemarahan.

PSG sukses melibas Bordeaux 3-0 berkat gol-gol Kylian Mbappe (24’), Neymar (52’), dan Leandro Paredes (61’).

Walau begitu, bukan aksi gemilang personel PSG yang banyak menghiasi kolom pemberitaan, melainkan justru kemarahan yang ditunjukkan suporter.

Fan PSG menjadikan laga pekan ke-28 kontra Bordeaux sebagai momen protes. Beberapa hari sebelum laga berlangsung, ultras PSG yang tergabung dalam Collectif Ultras Paris (CUP) melayangkan surat tuntutan terbuka.

Baca juga: PSG Vs Bordeaux, Messi-Neymar Jadi Pelampiasan Amarah Suporter

Ultras PSG menuntut para petinggi PSG mundur, termasuk sang Presiden, Nasser Al-Khelaifi, dan Direktur Olahraga klub, Leonardo Araujo.

Fan sudah kehilangan kesabaran lantaran mimpi PSG menjadi juara Liga Champions kembali kandas.

Langkah klub beralias Les Parisiens tersebut dihentikan oleh Real Madrid pada babak 16 besar Liga Champions 2021-2022. PSG kalah 2-3 secara agregat dari sang raksasa LaLiga.

Artinya, pada era kepemimpinan Nasser Al-Khelaifi sejak 2011, PSG belum jua mampu menuntaskan mimpi terbesar meraih trofi Liga Champions.

Upaya terbaik PSG adalah pada edisi 2019-2020 ketika tim beralias Les Parisiens kalah 0-1 dari Bayern Muenchen di laga final.

Kekalahan dari Real Madrid di 16 besar Liga Champions 2021-2022 menjadi bara utama yang memicu api kemarahan ultras PSG.

Ultras PSG memang sudah berniat menjadikan duel melawan Bordeaux sebagai momen untuk menyuarakan protes keras.

Baca juga: Hasil PSG Vs Bordeaux: Messi Jadi Mesin Serangan, Serba 3 untuk Les Parisiens

RMC Sport melaporkan bahwa ada sekitar 250 personel polisi yang dikerahkan sebagai bentuk langkah antisipasi terhadap potensi kerusuhan.

Ketika laga PSG vs Bordeaux berlangsung, ultras PSG yang duduk di tribune Auteuil Stadion Parc des Princes kompak menyerukan “dirigeants demission (para petinggi mundurlah)”.

Selain itu, kemarahan juga ditumpahkan ultras PSG kepada deretan pemain bintang.

Ketika nama-nama starter PSG disebut sebelum pertandingan, fan merespons dengan siulan merendahkan.

Satu pengecualian adalah Kylian Mbappe. Saat nama penyerang kelahiran Bondy, kawasan pinggiran Paris, itu disebut, suporter memberikan aplaus meriah.

Cercaan kepada pemain-pemain PSG terus berlanjut saat laga kontra Bordeaux dimulai. Lionel Messi dan Neymar menjadi sasaran favorit rasa jengkel suporter.

Siulan dan hinaan diserukan begitu Lionel Messi dan Neymar menyentuh bola.

Baca juga: Messi Disebut Tukang Tipu, Cuma Jalan Kaki, Masuk Saku Modric

Fan PSG bahkan memberikan aplaus meriah ketika Neymar beberapa kali dilanggar oleh pemain Bordeaux.

Gol yang diciptakan Neymar pada menit ke-52 tak banyak mengubah suasana hati suporter. Neymar yang memilih ekspresi dingin dan tak melakukan selebrasi tetap mendapat siulan fan PSG.

“Para suporter? Kami paham kekecewaan, kebencian, dan tangisan mereka. Ini adalah momen kembali menegakkan kepala untuk menjuarai Ligue 1,” ujar bek PSG, Presnel Kimpembe, usai laga versus Bordeaux.

“Siulan untuk Neymar dan Messi? Kami semua bersalah. Kami adalah satu tim baik saat momen-momen indah maupun buruk. Ini adalah saat untuk menunjukkan bahwa kami punya karakter,” tambah Kimpembe.

PSG saat ini mantap berada di puncak klasemen Ligue 1, kompetisi kasta teratas Perancis 2021-2022, dengan koleksi 65 poin. Les Parisiens berjarak 15 angka dari Marseille serta Nice yang berurutan menempati peringkat kedua dan ketiga.

Namun, langkah nyaman PSG menuju titel juara Liga Perancis ke-10 di sepanjang sejarah klub  terbukti tak menyenangkan hati kelompok ultras.

Pelatih PSG, Mauricio Pochettino, pun sangat memahami kekecewaan fan dan merasa seluruh anggota tim pantas memikul beban kegagalan di Liga Champions.

“Bagi saya, ini tidak adil. Kami semua layak menerima kemarahan suporter, bukan hanya Messi dan Neymar,” kata Pochettino, yang belakangan kian santer dikaitkan dengan pekerjaan sebagai juru taktik Man United musim depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber RMC Sport


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Transformasi Sepak Bola Indonesia Usai Tragedi Kanjuruhan: Jadwal Laga Jadi Fokus

Transformasi Sepak Bola Indonesia Usai Tragedi Kanjuruhan: Jadwal Laga Jadi Fokus

Liga Indonesia
Format Kualifikasi Piala Asia U17 2023, Indonesia dan Malaysia Berebut 1 Slot

Format Kualifikasi Piala Asia U17 2023, Indonesia dan Malaysia Berebut 1 Slot

Sports
FIFA Berkomitmen Bantu Indonesia, PSSI Siap Ambil Langkah Transformasi

FIFA Berkomitmen Bantu Indonesia, PSSI Siap Ambil Langkah Transformasi

Liga Indonesia
Pengakuan Bima Sakti di Balik Kemenangan Timnas U17 Indonesia

Pengakuan Bima Sakti di Balik Kemenangan Timnas U17 Indonesia

Liga Indonesia
Tragedi Kanjuruhan: Indonesia Lolos Sanksi FIFA, Transformasi Sepak Bola Berkumandang

Tragedi Kanjuruhan: Indonesia Lolos Sanksi FIFA, Transformasi Sepak Bola Berkumandang

Liga Indonesia
Saat 8 Perubahan Arteta Lesatkan Arsenal...

Saat 8 Perubahan Arteta Lesatkan Arsenal...

Liga Lain
BERITA FOTO: Garuda Asia Tundukkan Palestina 2-0

BERITA FOTO: Garuda Asia Tundukkan Palestina 2-0

Sports
Pentingnya Menjunjung Tinggi Fair Play

Pentingnya Menjunjung Tinggi Fair Play

Liga Indonesia
Pergantian Tongkat dengan Cara Melihat dalam Lari Estafet

Pergantian Tongkat dengan Cara Melihat dalam Lari Estafet

Sports
5 Langkah Kolaborasi Pemerintah RI dan FIFA untuk Transformasi Sepak Bola Indonesia

5 Langkah Kolaborasi Pemerintah RI dan FIFA untuk Transformasi Sepak Bola Indonesia

Liga Indonesia
Klasemen Kualifikasi Piala Asia U17 2023: Indonesia Kembali ke Puncak!

Klasemen Kualifikasi Piala Asia U17 2023: Indonesia Kembali ke Puncak!

Liga Indonesia
BREAKING NEWS - Jokowi: Indonesia Tidak Dikenakan Sanksi FIFA!

BREAKING NEWS - Jokowi: Indonesia Tidak Dikenakan Sanksi FIFA!

Liga Indonesia
Hasil Timnas U17 Indonesia Vs Palestina 2-0: Ada Drama Penalti, Garuda Asia Menang Lagi

Hasil Timnas U17 Indonesia Vs Palestina 2-0: Ada Drama Penalti, Garuda Asia Menang Lagi

Liga Indonesia
Live Indonesia Vs Palestina 2-0: Habil Cetak Gol Fantastis, Lawan Garuda Gagal Penalti

Live Indonesia Vs Palestina 2-0: Habil Cetak Gol Fantastis, Lawan Garuda Gagal Penalti

Liga Indonesia
Abdul Haris Minta Pemeriksaan Gas Air Mata

Abdul Haris Minta Pemeriksaan Gas Air Mata

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.