Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keluarkan Rp 16,4 Triliun, Man United Cetak Rekor Kerugian Terbesar dalam Transfer Pemain

Kompas.com - 08/02/2022, 06:30 WIB
Aloysius Gonsaga AE

Penulis

Sumber ESPN

KOMPAS.com - Manchester United menjadi klub dengan kerugian terbesar dalam transfer pemain selama satu dekade terakhir.

Tim beralias The Red Devils tersebut menghabiskan lebih dari 1 miliar euro (sekitar Rp 16,458 triliun).

Sebuah studi yang diterbitkan kelompok riset independen yang berbasis di Swiss, CIES Football Observatory, mengungkapkan bahwa Manchester United memiliki pengeluaran bersih mencapai 1,075 miliar euro sejak 2012.

Jumlah tersebut merupakan hasil dari transfer pemain yang mencapai 1,545 miliar euro dikurangi penghasilan yang hanya 470 juta euro (sekitar Rp 7,735 triliun) dari penjualan pemain.

Baca juga: Pajak Degradasi yang Mengurung Jesse Lingard di Manchester United

Man United memecahkan rekor transfer Premier League ketika memboyong Paul Pogba pada 2016.

Mereka menggelontorkan dana 89,5 juta poundsterling (sekitar Rp 1,743 triliun) untuk membawa pulang pemain internasional Perancis itu ke Old Trafford.

Sayang, investasi tersebut bisa dibilang sia-sia. Pasalnya, performa sang gelandang tidak sesuai harapan dan Pogba justru bisa pergi secara gratis pada akhir musim ketika kontraknya habis pada 30 Juni 2022.

Pembelian lainnya yang terbilang mahal tetapi tak berhasil adalah Anthony Martial. Man United memboyongnya pada 2015 setelah membayar 36 juta poundsterling (sekitar Rp 701,196 miliar).

Kemudian, ada Donny van de Beek. Man United menghabiskan dana 40 juta poundsterling (sekitar Rp 779,106 miliar) ketika membelinya pada 2020.

Anthony Martial dan Van de Beek saat ini tidak masuk skuad Man United. Mereka dipinjamkan saat bursa transfer Januari 2022.

Martial, yang diboyong dari AS Monaco, kini dipinjamkan ke klub LaLiga Spanyol, Sevilla. Sementara itu Van de Beek, yang dibeli dari Ajax Amsterdam, dipinjamkan ke rival sekota Liverpool di pentas Premier League, Everton.

Baca juga: Marcus Rashford, Bangsawan Spesialis Gol Dramatis Manchester United

Di bawah Man United ada pesaing sekota yang kini menguasai kasta tertinggi Liga Inggris, Manchester City. Tim berjulukan The Citizens ini mencatat pengeluaran bersih mencapai 984 juta euro (sekitar Rp 16,21 triliun).

Sebenarnya, pengeluaran Man City untuk membeli pemain, lebih besar dibandingkan Man United. Tim Biru Langit tersebut menggelontorkan total 1,699 miliar euro (sekitar Rp 27,988 triliun).

Namun, pendapan mereka pun besar. Dari hasil penjualan pemain, Man City memperoleh 715 juta euro (sekitar Rp 11,778 triliun).

Raksasa Liga Perancis, Paris Saint-Germain (PSG), menempati peringkat ketiga daftar tim dengan kerugian terbanyak dalam transfer selama satu dekade terakhir.

Tim yang bermarkas di Parc des Princes tersebut mencatat pengeluaran bersih 941 juta euro (sekitar Rp 15,501 triliun).

Peringkat keempat dihuni tim elite Liga Spanyol, Barcelona. Meski demikian, pengeluaran rival abadi Real Madrid ini jauh lebih kecil dibandingkan tiga tim teratas karena "hanya" 650 juta euro (sekitar Rp 10,707 triliun).

Padahal, Barca mengalami gejolak keuangan pada tahun lalu akibat tagihan gaji yang meningkat. Situasi ini yang memaksa Barca harus rela kehilangan pencetak gol terbanyak sepanjang masa, Lionel Messi, yang hengkang ke PSG.

Meski sama-sama mengeluarkan dana yang terbilang fantastis, ada pembeda yang cukup mencolok dari Man United dibandingkan tiga tim lain yang masuk daftar klub paling boros tersebut.

Baca juga: Pandemi Kegemukan Melanda Manchester United

Man City, PSG dan Barcelona meraih cukup banyak trofi dalam 10 tahun terakhir. Sebaliknya, Man United sangat terpuruk karena kinerja buruk para pemainnya di lapangan hijau.

Penurunan prestasi tersebut kian drastis sejak manajer legendaris Sir Alex Ferguson memutuskan pensiun dan mundur dari kursi pelatih di Old Trafford pada 2013.

Man United hanya mampu mengangkat satu gelar juara liga sejak 2012.

Sementara itu, Man City meraih lima trofi Premier League, PSG tujuh kali juara Ligue 1 (kasta tertinggi Liga Perancis) dan Barcelona lima gelar LaLiga (kasta tertinggi Liga Spanyol).

Gelar juara yang terakhir kali diraih Man United adalah trofi Liga Europa pada 2017. Titel juara kasta kedua kompetisi antarklub Eropa ini disegel ketika Jose Mourinho masih menjadi bos di Old Trafford.

Tampaknya paceklik gelar Man United masih berkepanjangan.

Musim ini mereka sudah kehilangan peluang juara Piala FA karena disingkirkan tim divisi Championship (level dua dalam piramida Liga Inggris), Middlesbrough, Jumat (4/2/2022).

The Red Devils pun hampir pasti tak bisa juara Premier League, kasta tertinggi Liga Inggris, musim ini. Cristiano Ronaldo dkk ada di urutan keempat klasemen sementara dengan koleksi 38 poin dari 22 laga, tertinggal 19 angka dari Man City di puncak.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber ESPN
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com