Kompas.com - 07/02/2022, 15:30 WIB

KOMPAS.com - Gennaro Gattuso mendadak seperti muncul pada Derby della Madonnina atau Derbi Kota Milan yang mempertemukan Inter Milan vs AC Milan, Minggu (6/2/2022) dini hari WIB.

Hal itu tidak lepas dari cuplikan video yang menampakkan gelandang AC Milan, Sandro Tonali, beradu mulut dengan bek kanan Inter, Denzel Dumfries, di pertengahan laga.

Adu mulut kedua pemain itu berawal dari aksi Dumfries mamaksa rekan satu tim Tonali, Theo Hernandez, untuk berdiri.

Saat itu, Theo Hernandez sedang terkapar di tengah lapangan dan tampak sedikit meringis kesakitan memegangi kakinya.

Melihat Theo Hernandez dipaksa berdiri, Sandro Tonali terlihat emosi dan langsung menghampiri Denzel Dumfries.

Adu mulut antara Tonali dan Dumfries pada akhirnya tidak terhindarkan.

Baca juga: Cerita Mike Maignan Diusir Petugas Parkir San Siro Sebelum Tampil Heroik dalam Derbi Milan

Sandro Tonali terlihat langsung mendorong dan membentak Dumfries yang masih berdiri di depan Theo Hernandez.

Setelah berhasil menjauhkan Dumfries, Sandro Tonali langsung membantu Theo Hernandez untuk berdiri.

Berikut adalah cuplikan video adu mulut antara Sandro Tonali dan Dumfries pada pertangahan laga Inter vs AC Milan akhir pekan lalu:

Adu mulut itulah yang membuat Gattuso yang sudah pensiun seperti hadir di Derbi Milan dalam diri Sandro Tonali.

Sandro Tonali terlihat sedang memeragakan Gattuso yang memang terkenal sangat tempramen dan sering beradu mulut dengan lawan ketika masih bermain.

Baca juga: Cetak Brace dalam Derbi Milan, Giroud Teruskan Estafet Inzaghi dan Ukir Sejarah

Keduanya tampak semakin mirip karena Tonali mengenakan nomor punggung delapan, sama seperti yang dipakai Gattuso ketika 13 tahun mengabdi di AC Milan pada medio 1999-2012.

Tidak hanya itu, gaya rambut Sandro Tonali dan Gennaro Gattuso juga sangat mirip, yakni panjang ikal hingga bahu.

Secara karakter permainan, Sandro Tonali dan Gattuso sebanarnya sangat jauh berbeda.

Gattuso merupakan seorang gelandang pemutus serangan yang punya determinasi tinggi untuk menjelajah setiap jengkal lapangan.

Keras, ngeyel, tanpa kompromi melepas tekel, tidak takut berduel, adalah karakter bermain dari seorang Gennaro Gattuso.

Karakter itulah yang membuat Gennaro Gattuso memiliki julukan Rhino alias Si Badak.

Di sisi lain, Sandro Tonali adalah gelandang yang lebih flamboyan. 

Baca juga: Ibrahimovic dan Giroud ibarat Kryptonite bagi Inter Milan

Pemain berusia 21 tahun itu terkenal karena ketenangannya mengatur permainan dari lini tengah serta akurasi umpan-umpannya.

Karakter itu membuat Sandro Tonali kerap disebut sebagai titisan dari legenda AC Milan dan timnas Italia lainnya, yakni Andrea Pirlo.

Selama kariernya, Pirlo juga merupakan seorang gelandang dengan peran playmaker yang bermain lebih ke belakang, tepatnya di depan garis pertahanan.

Julukan The Next Pirlo semakin terlihat wajar disematkan ke Tonali karena kisah perjalanan awal karier keduanya juga nyaris serupa.

Sama seperti Andrea Pirlo, Sandro Tonali juga memulai kariernya sebagai seorang striker sebelum akhirnya berubah menjadi gelandang tengah.

Selain itu, Andrea Pirlo dan Sandro Tonali juga pernah menimba ilmu sepak bola di Brescia ketika keduanya masih muda.

Baca juga: 3 Alasan Inter Kalah dari AC Milan di Derby della Madoninna

Terkait julukan The Next Pirlo, Sandro Tonali sudah pernah mengemukakan pendapatkan pada awal 2020.

Tonali memilih merendah bahkan menyatakan gaya bermainnya tidak mirip dengan Pirlo. Meski demikian, Tonali mengaku tidak terganggu dengan julukan tersebut.

"Mengenai perbandingan dengan Pirlo, dia adalah pemain yang menginspirasi saya. Saya belum pernah melihat ada pemain lain seperti dia. Mungkin rambut kami mirip," kata Tonali seperti dikutip dari Goal.

"Memiliki kesamaan adalah hal lain, tetapi di atas lapangan kami adalah pemain yang berbeda," ujar mantan pemain Brescia itu menambahkan.

"Kemampuan Pirlo adalah hal yang sangat luar biasa. Saya tidak tahu apakah akan ada pemain yang bisa mencapai level seperti Pirlo," ucap Tonali.

Sandro Tonali juga pernah membicarakan sosok Gennaro Gattuso pada Maret 2021.

Baca juga: Kata Simone Inzaghi Usai Inter Takluk dari Milan: Inilah Sepak Bola...

Tonali kala itu secara tidak langsung menyebut Gattuso adalah idolanya. Tonali bahkan sudah menganggap Gattuso seperti ayahnya sendiri.

"Saya dan Gattuso sebenarnya jarang berbicara. Namun, Gattuso sudah saya anggap seperti seperti ayah di dunia sepak bola," kata Tonali dikutip dari Sky Sports Italia.

"Dia selalu memberi nasihat entah itu tentang bagaimana menjadi seorang laki-laki dan bagaimana menjadi seorang pemain," ujar Tonali.

"Setelah memberi nasihat, Gattuso selalu menyuruh saya pergi. Dia memang seperti itu. Dia tidak banyak memuji tetapi selalu mengharapkan sesuatu yang besar dari saya," ucap Tonali.

"Itulah yang harus dilakukan agar saya bisa menjadi lebih baik," tutur Tonali menambahkan.

Terlepas dari uraian di atas, perjalanan Tonali untuk menyamai atau bahkan melebihi pencapaian Pirlo maupun Gattuso masih sangat penjang.

Tonali masih harus membuktikan diri jika ingin menyandang status legenda AC Milan dan timnas Italia seperti Pirlo serta Gattuso.

Baca juga: Kata Paolo Maldini Setelah AC Milan Menang Lawan Inter

Hingga saat ini, Tonali yang masih berusia 21 tahun masih belum berhasil meraih gelar juara di level senior.

Tonali juga masih kesulitan untuk menembus skuad utama timnas Italia.

Sebab, timnas Italia memiliki banyak stok gelandang berkualitas yang lebih senior daripada Tonali seperti Jorginho, Marco Verratti, Bryan Cristante, Manuel Locatelli, hingga Nicolo Barella.

Tonali tercatat sudah bermain 30 kali membela AC Milan dengan kontribusi dua gol dan sepasang assists di semua kompetisi musim ini.

Terkini, Tonali bermain penuh untuk membantu AC Milan menumbangkan Inter 2-1 pada laga pekan ke-24.

Kemenangan atas Inter sebenarnya tidak mengubah posisi AC Milan di klasemen sementara Liga Italia.

AC Milan tetap menempati peringkat ketiga klasemen Liga Italia degan raihan 52 poin dari total 24 pertandingan.

Baca juga: Kata Pioli Soal Dua Gol Giroud Kontra Inter: Itu Alasan Kami Mendatangkannya!

Namun, kemenangan atas Inter sangat penting untuk AC Milan yang sedang bersaing di jalur perebutan gelar juara Liga Italia.

AC Milan kini hanya tertinggal satu angka dari Inter Milan asuhan Simone Inzaghi yang baru bermain 23 kali di puncak klasemen.

Adapun peringkat kedua klasemen Liga Italia ditempati oleh Napoli. Jumlah laga dan perolehan poin AC Milan sebenarnya identik dengan Napoli.

Namun, Napoli lebih berhak menempati peringkat kedua karena unggul selisih gol atas AC Milan.

Terdekat, AC Milan asuhan Stefano Pioli dijadwalkan menghadapi Lazio pada perempat final Coppa Italia, Rabu (9/2/2022).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.