Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/01/2022, 05:30 WIB
|

KOMPAS.com - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari meminta kepada pemerintah untuk memberikan diskresi terkait karantina bagi para pelaku olahraga yang datang dari luar negeri.

Diskresi adalah berupa kewenangan untuk menjalani karantina dengan kebijakan yang berbeda, di antaranya karantina dengan menerapkan sistem gelembung yang biasa digunakan dalam kejuaraan olahraga, termasuk rangkaian Indonesia Badminton Festival di Bali, November-Desember tahun lalu.

Baca juga: Pemain Terbaik FIFA 2021, Kala Shin Tae-yong Tak Lirik Ronaldo dan Messi

Oktohari menjelaskan kebijakan tersebut diperlukan karena keterbatasan akses latihan selama karantina panjang mempengaruhi stamina dan performa para atlet.

"KOI melihat masa karantina sangat berdampak terhadap kebugaran atlet. Kami menerima masukan dari federasi olahraga nasional yang sempat menjalani karantina, akses mereka terbatas dan tidak bisa berlatih optimal. Selain karena tidak boleh keluar kamar, belum tentu di hotel karantina memiliki fasilitas latihan,” ujar Oktohari.

Okto, sapaan akrab Raja Sapta, telah menyampaikan usulan tersebut kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali tentang tindak biosecurity pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia pada penyelenggaraan event olahraga Internasional di Indonesia serta keikutsertaan atlet-atlet Indonesia di setiap event olahraga Internasional.

"Kami menyampaikan kepada Menpora untuk adanya diskresi. Mereka tetap karantina, tetapi mungkin dengan sistem gelembung. Jadi atlet yang baru pulang dari pertandingan di luar negeri mereka bisa berlatih untuk menjaga kebugarannya karena tidak mungkin atlet tidak latihan berhari-hari,” ujar Okto.

“Diskresi karantina juga dibutuhkan bagi pelaku olahraga yang akan terlibat di event internasional, baik atlet, pelatih, ofisial, baik secara persiapan maupun ketika games times," sambung dia.

Indonesia memiliki agenda olahraga yang padat sepanjang tahun ini, di antaranya MotoGP, IESF 14th Esports World Championships, Piala Dunia Panjat Tebing, dan turnamen bulu tangkis Indonesia Masters dan Indonesia Open.

Para atlet Merah Putih juga dijadwalkan mengikuti lima agenda multievent, yaitu SEA Games Hanoi (12-23 Mei), Islamic Solidarity Games Konya (9-18 Agustus), Asian Games Hangzhou (10-25 September), dan Asian Youth Games Shantou (20-28 Desember).

Ada pula rencana Indonesia untuk menjadi tuan rumah ASEAN Para Games 2022.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indonesia Masters 2023 Mengukir Sejarah, Leo/Daniel Terlibat

Indonesia Masters 2023 Mengukir Sejarah, Leo/Daniel Terlibat

Badminton
Hasil Drawing Thailand Masters 2023, Leo/Daniel Memburu Gelar Kedua

Hasil Drawing Thailand Masters 2023, Leo/Daniel Memburu Gelar Kedua

Badminton
Rezaldi Hehanussa Siap Debut dalam Laga PSIS Semarang Vs Persib Bandung

Rezaldi Hehanussa Siap Debut dalam Laga PSIS Semarang Vs Persib Bandung

Liga Indonesia
7 Konsekuensi jika Arema FC Mundur dari Liga 1, Klub Lain Kena Imbas

7 Konsekuensi jika Arema FC Mundur dari Liga 1, Klub Lain Kena Imbas

Liga Indonesia
Janji CEO Dewa United Usai Rekrut Egy Maulana Vikri

Janji CEO Dewa United Usai Rekrut Egy Maulana Vikri

Liga Indonesia
Daftar Juara Ganda Putra Indonesia Masters: Leo/Daniel Terbaru, Tradisi Berlanjut

Daftar Juara Ganda Putra Indonesia Masters: Leo/Daniel Terbaru, Tradisi Berlanjut

Badminton
Resmi Gabung Dewa United, Kapan Egy Bisa Debut?

Resmi Gabung Dewa United, Kapan Egy Bisa Debut?

Liga Indonesia
Juventus dalam Bahaya, Wajib Dapat Poin agar Bertahan di Serie A

Juventus dalam Bahaya, Wajib Dapat Poin agar Bertahan di Serie A

Sports
Egy Gabung Dewa United, Mimpi Berkarier di Luar Negeri Belum Berakhir

Egy Gabung Dewa United, Mimpi Berkarier di Luar Negeri Belum Berakhir

Liga Indonesia
Egy Maulana Vikri Gabung Dewa United: 4 Tahun di Eropa, Perdana Rasakan Liga Indonesia

Egy Maulana Vikri Gabung Dewa United: 4 Tahun di Eropa, Perdana Rasakan Liga Indonesia

Sports
Ini Sanksi, Denda, dan Pengaruhnya pada Kompetisi jika Arema FC Mundur

Ini Sanksi, Denda, dan Pengaruhnya pada Kompetisi jika Arema FC Mundur

Liga Indonesia
Berdiri di Puncak Top Skor Liga 1, Penyerang Persib Ungkap Ambisinya

Berdiri di Puncak Top Skor Liga 1, Penyerang Persib Ungkap Ambisinya

Liga Indonesia
Resmi: Egy Maulana Vikri Kembali ke Indonesia, Gabung Dewa United

Resmi: Egy Maulana Vikri Kembali ke Indonesia, Gabung Dewa United

Liga Indonesia
Jadwal Liga 1 Hari Ini: PSM Vs RANS, Borneo Vs Persik, Arema Vs Bali United Ditunda

Jadwal Liga 1 Hari Ini: PSM Vs RANS, Borneo Vs Persik, Arema Vs Bali United Ditunda

Liga Indonesia
Suasana Semakin Tak Kondusif, Manajemen Arema FC Pertimbangkan Bubarkan Tim

Suasana Semakin Tak Kondusif, Manajemen Arema FC Pertimbangkan Bubarkan Tim

Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+