Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/12/2021, 05:20 WIB

KOMPAS.com - Pesaing timnas Indonesia di semifinal Piala AFF 2020, Singapura, memiliki pemain berpostur tinggi dan kekar.

Hal itu tampak ketika melihat postur sejumlah pemain timnas Singapura, baik yang mengisi lini pertahanan maupun penyerangan.

Di posisi bertahan, citra postur tinggi dan kekar dimiliki oleh bek andalan mereka, Irfan Fandi.

Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, pun mengakui keunggulan postur Irfan Fandi dan menganggap bek berusia 24 tahun itu sebagai ancaman bagi lini serang skuad Garuda.

Baca juga: Jadwal Siaran Langsung Indonesia Vs Singapura di Leg 2 Semifinal AFF

Selain Irfan Fandi, bek nomor 17 Singapura, Safuwan Baharudin, juga dianggap sebagai ancaman.

"Di belakang, ada pemain nomor 21 (Baharudin) dan 17 (Irfan) yang cukup tinggi," kata Shin Tae-yong saat ditanya soal pemain Singapura yang patut diwaspadai.

Selanjutnya, di lini tengah, Singapura juga memiliki sejumlah pemain berpostur kekar. Salah satu yang paling mencolok adalah Anumanthan Kumar.

Sementara itu, di lini depan, terdapat penyerang berusia 22 tahun yang pernah berkarier bersama klub kasta kedua Liga Norwegia, FK Jerf, yakni Ikhsan Fandi.

Baca juga: Profil Ikhsan Fandi, Striker Singapura Berdarah Indonesia

Hal ini menjadi menarik untuk ditelisik. Kenapa pemain Singapura berbadan kekar?

Jurnalis Singapura yang bekerja untuk ESPN, Gabriel Tan, menjawab pertanyaan tersebut saat berbicara dalam PSSI Pers Podcast.

Menurut pengamatan Gabriel Tan, tubuh kekar para pemain Singapura merupakan produk sistem pembinaan olahraga di Negeri Singa.

Gabriel Tan mengatakan bahwa pembinaan olahraga di Singapura sangatlah mendukung kebugaran atlet, salah satunya yang terwujud di sekolah olahraga.

Di Singapura, seorang calon atlet akan belajar tentang kebugaran dan nutrisi saat bergabung ke sekolah olahraga. Mereka juga memperoleh fasilitas penuh untuk melaksanakan sesi gym secara rutin.

"Di Singapura ada sekolah olahraga. Saya pikir banyak negara punya sekolah olahraga, tetapi di sini, jika Anda bergabung ke sekolah olahraga sejak kecil, Anda akan belajar tentang kebugaran, nutrisi, dan sesi gym setiap minggu," kata Gabriel Tan.

Baca juga: Indonesia Vs Singapura: Shin Tae-yong Hindari Adu Penalti, Bagaimana Pelatih The Lions?

Menurut Gabriel Tan, hal itu memiliki dampak besar terhadap bentuk fisik para atlet di singapura.

"Saya pikir hal-hal itu berpengaruh pada pemain, ketika berusia 17 atau 18 tahun, mereka memiliki bentuk fisik yang lebih baik," ujar Gabriel Tan.

"Jelas, itu membantu Ikhsan Fandi dan Irfan Fandi, ketika mereka bergabung dengan akademi di Chile, Universidad Catolica," ucap Gabriel Tan saat memberikan salah satu contoh produk pembinaan sistem olahraga di Singapura.

"Lalu, pemain seperti Anumanthan, dia sangat kuat sejak usia muda," tutur Gabriel Tan, memberikan contoh lainnya.

Baca juga: Punya Darah Indonesia, Pemain Singapura Sebut Lawan Garuda Jadi Momen Istimewa

Kendati demikian, Gabriel Tan memandang bahwa postur tinggi dan kekar tak selamanya menjadi keuntungan.

Dia memberi contoh kapten dan bintang timnas Thailand, Chanathip Songkrasin, yang mengandalkan kecepatan dan kemampuan individu.

"Lihatlah Chanathip yang terlihat tidak sering ke tempat gym, tetapi hampir tak mungkin menekannya ketika menguasai bola," ujar Gabriel Tan.

"Jadi, saya pikir, fisik memang terkadang menentukan, tetapi bakat juga. Lihat Witan Sulaeman. Dia masih terlihat mungil, tetapi sulit merebut bola darinya. Dia terlalu cepat. Saya pikir kedua hal itu (fisik dan bakat) sama-sama bisa berguna," tutur Gabriel Tan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Indonesia Masters 2023: Drama Istora Berakhir 25-23, Fajar/Rian Tumbang, Ganda Putra Sisakan Leo/Daniel

Hasil Indonesia Masters 2023: Drama Istora Berakhir 25-23, Fajar/Rian Tumbang, Ganda Putra Sisakan Leo/Daniel

Sports
Daftar 30 Pemain Timnas U20 Indonesia untuk Persiapan Piala Asia

Daftar 30 Pemain Timnas U20 Indonesia untuk Persiapan Piala Asia

Liga Indonesia
Legenda Juventus Edgar Davids Singgung Keramahan Orang Indonesia

Legenda Juventus Edgar Davids Singgung Keramahan Orang Indonesia

Liga Italia
Penyebab Rachmat Irianto Menghilang Kala Persib Kalahkan Borneo FC

Penyebab Rachmat Irianto Menghilang Kala Persib Kalahkan Borneo FC

Liga Indonesia
Hadirkan Edgar Davids, Juventus Village Jadi Arena Bermain Fans Bianconeri

Hadirkan Edgar Davids, Juventus Village Jadi Arena Bermain Fans Bianconeri

Liga Italia
Hasil Indonesia Masters 2023, Gregoria Tersingkir di Perempat Final

Hasil Indonesia Masters 2023, Gregoria Tersingkir di Perempat Final

Badminton
Hasil Indonesia Masters 2023: Apriyani Lempar Raket lalu Tersenyum, Senar Putus, Apri/Fadia TumbangĀ 

Hasil Indonesia Masters 2023: Apriyani Lempar Raket lalu Tersenyum, Senar Putus, Apri/Fadia TumbangĀ 

Sports
Hasil Indonesia Masters 2023: Dejan/Gloria Kena Comeback, Tiket Semifinal Luput

Hasil Indonesia Masters 2023: Dejan/Gloria Kena Comeback, Tiket Semifinal Luput

Badminton
Bus Arema Diserang, Keselamatan dan Keamanan Harus Dimaknai dan Dijalankan

Bus Arema Diserang, Keselamatan dan Keamanan Harus Dimaknai dan Dijalankan

Liga Indonesia
Indonesia Masters 2023: Jojo Dipaksa Berjuang, Lakshya Sen seperti Ginting

Indonesia Masters 2023: Jojo Dipaksa Berjuang, Lakshya Sen seperti Ginting

Badminton
Peraturan dalam Pertandingan Pencak Silat

Peraturan dalam Pertandingan Pencak Silat

Sports
Indonesia Masters 2023, Pemain Denmark Ungkap Momen Terbaik di Istora

Indonesia Masters 2023, Pemain Denmark Ungkap Momen Terbaik di Istora

Badminton
Indonesia Masters 2023: Rahasia Kemenangan Hoki/Kobayashi, Serasa Tampil di Fans Sendiri

Indonesia Masters 2023: Rahasia Kemenangan Hoki/Kobayashi, Serasa Tampil di Fans Sendiri

Badminton
Indonesia Masters 2023, Jojo Penuhi Target Minimal Usai Tembus Semifinal

Indonesia Masters 2023, Jojo Penuhi Target Minimal Usai Tembus Semifinal

Badminton
Titik Terang Klub Marselino Ferdinan di Belgia

Titik Terang Klub Marselino Ferdinan di Belgia

Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+