Kompas.com - 25/11/2021, 15:20 WIB
Kiper Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa saat babak semifinal Piala Menpora 2021 melawan PSM Makassar yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis (15/04/2021) malam. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUKiper Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa saat babak semifinal Piala Menpora 2021 melawan PSM Makassar yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis (15/04/2021) malam.

KOMPAS.com - Andritany Ardhiyasa meminta para suporter untuk tidak termakan provokasi di tengah rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Duel klasik Persib vs Persija pada pekan ke-12 Liga 1, Sabtu (20/11/2021), menjadi sorotan utama beberapa hari belakangan ini.

Laga sarat gengsi dengan rivalitas tinggi itu bahkan sudah memanas sebelum hari di mana kick-off dimulai.

Satu yang paling mencuri perhatian adalah pernyataan Komisaris Utama Persib Bandung, Umuh Muchtar.

Melansir dari BolasSport.com, Umuh Muchtar, menyampaikan banyak psywar atau perang urat saraf jelang laga Persib vs Persija.

Baca juga: Soal Gol Hantu Persib, Andritany: Bola Sudah Melewati Garis Gawang, tapi...

Persib yang sebelum laga kontra Persija belum terkalahkan di Liga 1 membuat Umuh sesumbar Maung Bandung bisa mengalahkan siapa pun.

Umuh bahkan mengatakan lawan akan takut saat bersua Persib, tak terkecuali Persija.

Lebih lanjut, Umuh juga memberikan prediksi yang menyatakan Maung Bandung akan menang atas Macan Kemayoran.

Hal ini pun semakin memanaskan situasi kedua kubu jelang laga, khususnya para suporter.

Terlepas dari iru, Andritany menilai psywar tersebut merupakan hal biasa dalam sepak bola.

"Beberapa hari sebelum pertandingan, beredar berita tentang pernyataan yang bernada psywar dari salah satu petinggi klub," tulis kiper Persija itu dalam laman resmi pribadinya, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Profil Ramadhan, Pemain Persiraja yang Sempat Pingsan Saat Lawan Persib

"Bagi saya, apa yang beliau katakan itu sah-sah saja dan merupakan hal yang normal."

"Namun, karena negara kita tidak terbiasa dengan hal yang seperti ini, pernyataan psywar itu malah terkesan agak sombong di mata banyak orang."

"Agak sombong di mata banyak orang, tapi tidak untuk saya. Ini bukan soal melihat orang tersebut sombong atau terlalu percaya diri."

"Motivasi justru mengalir deras dari diri seorang Andritany ketika membaca statement tersebut."

"Ditambah, seorang Andritany lebih suka menutup mulut rapat-rapat sebelum pertandingan dimulai, ketimbang membuat pernyataan psywar yang bisa saja kembali kepada dirinya usai pertandingan."

Baca juga: Selepas Terjadi Gol Hantu Persib, PSSI Berencana Terapkan Wasit Garis Gawang

"Tetapi, sekali lagi, bagi saya, apa yang dilakukan petinggi klub tersebut tidak salah dan masih dalam batas kata yang wajar," tanggapnya.

Andritany Ardhiyasa kemudian memberikan klarifikasi terkait ucapan "berantem" yang disebutnya di kanal YouTube Persija.

Pasalnya, ucapan tersebut dinilai sejumlah pihak sebagai bentuk provokasi.

"Berantem di sini artinya bermain dengan tekad yang keras dalam konteks sepak bola, bukan berantem dalam arti berkelahi atau baku pukul," jelasnya.

"Jadi, harus benar-benar dicermati, bahwa saya bukan memprovokasi teman-teman untuk beradu jotos, tetapi sedang membakar semangat teman-teman yang akan bermain dalam pertandingan."

Baca juga: Top Skor Liga 1 Usai Persib Vs Persija: Marko Simic Tertajam Kedua

"Sementara, kalimat 'Saya dan Maman bertanggung jawab', itu mengisyaratkan agar teman-teman merasa terlindungi oleh para pemain senior," tambahnya.

Pertandingan Persija vs Persib yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, itu berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Macan Kemayoran.

Gol tunggal Macan Kemayoran dicetak oleh Marko Simic pada injury time babak pertama.

Setelah menang sekaligus menjadi tim pertama yang mengalahkan Persib di Liga 1 musim ini, para pemain Persija begitu semringah.

Riko Simanjuntak dkk larut dalam suka cita dan berselebrasi di lapangan hingga masuk ke ruang ganti.

Sorak-sorai usai meraih kemenangan mereka lantunkan bersama sang pelatih Angelo Alessio.

Kegembiraan tersebut lalu Macan Kemayoran abadikan melalui video yang diunggah di kanal YouTube mereka.

Baca juga: Klasemen Liga 1: Persib Gagal ke Puncak Usai Takluk dari Persija

Namun, video tersebut memicu persoalan baru yang dibuat oleh oknum untuk memprovokasi.

Persoalan yang dimaksud adalah kata-kata Andritany yang diklaim tak menghormati Persib.

Dalam video tersebut, kalimat Andritany soal "Clean sheet lawan Persib, clean sheet" disalahartikan menjadi "EZ lawan Persib, EZ".

Adapun kata EZ disini diartikan sebagai easy atau mudah.

Andritany juga memberikan tanggapan mengenai ini. Kiper berusia 29 tahun itu menegaskan bahwa dia hanya bereuforia atas clean sheet melawan Persib, yang merupakan nirbobol pertamanya musim 2021-2022.

"Dari 12 game yang sudah dilakoni Persija di liga musim ini, di mana Andritany bermain dalam 9 game di antaranya, untuk pertama kali Andritany mampu melakukan clean sheet. Jadi, wajar saja torehan ini disambut dengan suka cita," tulisnya lagi.

"Sesaat setelah beristirahat di siang hari (tiga hari usai laga Persib vs Persija), banyak mention dan comment negatif tentang Andritany di media sosial."

"Andritany mencoba mencari tahu penyebab munculnya komen negatif dari warganet yang ditujukan pada dirinya."

Baca juga: Rekor Tak Terkalahkan Persib Dinodai Persija, Robert Alberts Kecewa Berat

"Awalnya, Andritany hanya tahu tentang kata 'EZ' dan bertanya-tanya dalam hati tentang maksud dari kata ini."

"Rupanya mention dan tag di akun IG semakin banyak. Pada akhirnya, rasa penasaran itu terjawab oleh trigger dari kata 'EZ' tadi. Sontak, Andritany tertawa setelah tahu dari mana trigger ini berasal."

"Memprovokasi bukanlah gaya seorang Andritany. Membuat psywar saja tidak pernah dia lakukan, apalagi provokasi," lanjutnya.

"Bukan seorang Andritany namanya jika hal itu terjadi. Tapi, inilah bumbu dari sebuah pertandingan dengan tensi tinggi dan panas."

Baca juga: Angelo Alessio Persembahkan Kemenangan Persija atas Persib bagi Jakmania

"Selalu saja ada drama dan cerita yang layak untuk menjadi sebuah perdebatan. Ini adalah drama yang dibungkus dengan sepak bola."

Masih berkaitan soal provakasi, Andritany meminta seluruh pihak suporter untuk selalu berhati-hati agar tidak termakan tindakan negatif tersebut.

"Saya hanya ingin menyampaikan kepada teman-teman semua untuk tetap berhati-hati menerima sebuah berita atau cerita," imbuhnya.

"Jangan sampai kita termakan provokasi dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan mencoba memanfaatkan momentum agar rivalitas ini semakin memanas, bahkan mengambil keuntungan dari 'permusuhan' ini,"

"Tidak sedikit orang yang bahagia melihat negara yang kita cintai ini menjadi terbelah. Jangan karena gengsi dan provokasi, pada akhirnya kita menjadi pecah dan memberi keuntungan bagi segelintir orang," tulisnya mengakhiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelatih Brentford: Man United Cuman Modal Beruntung

Pelatih Brentford: Man United Cuman Modal Beruntung

Liga Inggris
Profil Lee Zii Jia: Anak Didik Pelatih Indonesia yang Memutuskan Keluar dari BAM

Profil Lee Zii Jia: Anak Didik Pelatih Indonesia yang Memutuskan Keluar dari BAM

Sports
Biar Tak Penasaran, Ini Kata-kata Ronaldo Saat Layangkan Protes ke Rangnick

Biar Tak Penasaran, Ini Kata-kata Ronaldo Saat Layangkan Protes ke Rangnick

Liga Inggris
Sani Rizki Fauzi: Tak Masuk Skuad Piala AFF 2020, Kini Dipercaya Shin Tae-yong

Sani Rizki Fauzi: Tak Masuk Skuad Piala AFF 2020, Kini Dipercaya Shin Tae-yong

Sports
Wajah Baru Timnas Indonesia Ingin Beri Pembuktian

Wajah Baru Timnas Indonesia Ingin Beri Pembuktian

Liga Indonesia
Drama Ronaldo Banting Jaket, Gol Rashford Bikin 'Happy Ending'

Drama Ronaldo Banting Jaket, Gol Rashford Bikin "Happy Ending"

Liga Inggris
Cengkeraman dan Bisikan Rangnick untuk Meredakan Amarah Ronaldo

Cengkeraman dan Bisikan Rangnick untuk Meredakan Amarah Ronaldo

Liga Indonesia
Ragam Respons Pelatih Liga 1 soal Pemanggilan Pemainnya ke Timnas Indonesia

Ragam Respons Pelatih Liga 1 soal Pemanggilan Pemainnya ke Timnas Indonesia

Liga Indonesia
Coppa Italia: Inter Milan Menang Dramatis, Juventus...

Coppa Italia: Inter Milan Menang Dramatis, Juventus...

Liga Italia
Hasil dan Klasemen Liga Inggris: MU Bikin Sejarah Baru Sambil Samai Poin Arsenal

Hasil dan Klasemen Liga Inggris: MU Bikin Sejarah Baru Sambil Samai Poin Arsenal

Liga Inggris
Sinar Anthony Elanga di Tengah Drama Ronaldo-Rangnick

Sinar Anthony Elanga di Tengah Drama Ronaldo-Rangnick

Sports
Inter Milan di Musim 2021-2022: Gol Bisa Datang dari Mana Saja

Inter Milan di Musim 2021-2022: Gol Bisa Datang dari Mana Saja

Sports
Ronaldo Marah sampai Banting Jaket, Rangnick: Itu Wajar

Ronaldo Marah sampai Banting Jaket, Rangnick: Itu Wajar

Liga Inggris
Valencia Vs Sevilla Sama Kuat, Gagal Pertipis Jarak dengan Real Madrid

Valencia Vs Sevilla Sama Kuat, Gagal Pertipis Jarak dengan Real Madrid

Liga Spanyol
VIDEO - Drama Ronaldo di Laga Brentford Vs MU, dari Banting Jaket hingga Dicengkeram Rangnick

VIDEO - Drama Ronaldo di Laga Brentford Vs MU, dari Banting Jaket hingga Dicengkeram Rangnick

Liga Inggris
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.