Kompas.com - 31/10/2021, 20:48 WIB
Jaoquin Correa (tengah) merayakan golnya pada laga pekan ke-11 Liga Italia yang mempertemukan Inter Milan vs Udinese di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (31/10/2021). AFP/ MARCO BERTORELLOJaoquin Correa (tengah) merayakan golnya pada laga pekan ke-11 Liga Italia yang mempertemukan Inter Milan vs Udinese di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (31/10/2021).

MILAN, KOMPAS.com - Pertandingan Inter Milan vs Udinese berakhir 2-0 untuk kemenangan tim tuan rumah.

Duel Inter vs Udinese merupakan laga pekan ke-11 kasta teratas Liga Italia, Serie A, yang dihelat di Stadion Giuseppe Meazza pada Minggu (31/10/2021).

Bintang kemenangan Inter Milan atas Udinese kali ini adalah Joaquin Correa yang berhasil mencetak brace alias dua gol (60', 68').

Kemenangan kali ini semakin mempertegas dominasi Inter Milan atas Udinese di Liga Italia.

Terhitung sejak April 2015, Inter Milan tercatat sudah 14 kali bertemu dengan Udinese di Liga Italia, termasuk pertandingan malam ini.

Hasilnya, Inter Milan sukses meraih 11 kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya menelan satu kekalahan dari Udinese.

Adapun hasil ini adalah kemenangan ketujuh Inter Milan asuhan Simone Inzaghi di Liga Italia musim 2021-2022.

Kemenangan atas Udinese membuat Inter Milan dipastikan tidak akan tergusur dari peringkat ketiga klasemen Liga Italia hingga akhir pekan ke-11.

Sebab, Inter Milan saat ini sudah mengoleksi 24 poin dan unggul lima angka atas AS Roma yang baru bermain 10 kali di urutan keempat.

Di sisi lain, kekalahan dari Inter Milan semakin memperburuk tren tidak pernah menang Udinese di Liga Italia menjadi empat pertandingan beruntun.

Udinese kini tertahan di peringkat ke-14 klasemen Liga Italia dengan koleksi 11 poin.

Baca juga: Krisis Juventus - Salah Sarri, Pirlo, atau Allegri?

Jalannya pertandingan Inter Milan Vs Udinese:

Pada babak pertama, Inter Milan asuhan Simone Inzaghi mencatatkan persentase penguasaan bola mencapai 69 persen.

Namun, Inter Milan tetap tidak mampu mencetak gol meski sudah melepaskan total delapan tembakan ke arah gawang.

Pemain Inter Milan yang paling sering mengancam gawan Udinese adalah Nicolo Barella.

Sepanjang babak pertama, Barella tercatat melepaskan tujuh tembakan ke arah gawang dengan dua di antaranya tepat sasaran.

Dikutip dari situs Opta, Barella kini berstatus gelandang dengan total tembakan ke arah gawang terbanyak dalam satu pertandingan Liga Italia musim ini.

Adapun duo striker Inter Milan, yakni Edin Dzeko dan Joaquin Correa tidak mendapatkan kesempatan untuk melepaskan tembakan sepanjang babak pertama.

Di sisi lain, Udinese yang terkurung tercatat hanya mampu melepaskan dua tembakan tepat sasaran.

Baca juga: Babak Pertama Inter Vs Udinese - Barella Sial, Skor Masih Sama Kuat

Berlanjut ke babak kedua, Simone Inzaghi dan pelatih Udinese, Luca Gotti, masih belum membuat perubahan.

Hingga menti ke-55, Inter Milan yang terus menggempur pertahanan Udinese masih belum berhasil mendapatkan peluang emas.

Serangan Inter Milan yang mengandalkan sisi sayap selalu mentok karena buruknya final pass dan penyelesaian akhir pemain.

Tepat pada menit ke-58, Luca Gotti melakukan dua perubahan dengan menarik keluar Mato Jajalo dan Isaac Succes.

Keduanya digantikan oleh Wallace Souza dan mantan pemain Barcelona, Gerard Deulofeu.

Stadion Giuseppe Meazza akhirnya bergemuruh pada menit ke-60 menyambut gol Joaquin Correa.

Menerima umpan Ivan Perisic dari lini tengah, Correa yang membuka ruang di sisi kanan pertahanan Udinese langsung melakukan akselerasi ke kotak penalti.

Baca juga: Juventus Tumbang Lagi, Allegri Sebut Bianconeri Tim Papan Tengah

Correa kemudian memotong ke dalam untuk mencari ruang tembak setelah masuk ke kotak penalti Udinese.

Setelah mendapatkan ruang tembak, Correa langsung melepaskan tembakan mendatar kaki kaki kanan.

Tembakan Correa itu meluncur mulus masuk ke sisi kanan gawang Udinese yang dikawal oleh Marco Silvestri.

Itu adalah gol ketiga Correa untuk Inter Milan di Liga Italia 2021-2022.

Tepat pada menit ke-67, Inter Milan nyaris menggandakan keunggulan andai tembakan Edin Dzeko dan Denzel Dumfries tidak diblok barisan pertahanan Udinese.

Satu menit berselang, Correa berhasil mencetak gol keduanya untuk menggandakan keunggulan Inter Milan.

Gol kedua Inter Milan berawal dari umpan terobosan Alessandro Bastoni ke arah Dumfries yang membuka ruang di sisi kiri pertahanan Udinese.

Baca juga: Mengapa Ada Ular di Jersey Inter Milan?

Dumfries yang lolos jebakan offside kemudian langsung mengirim umpan silang mendatar setelah masuk ke sepertiga akhir wilayah permainan Udinese.

Umpan Dumfries itu mengarah tepat ke Correa yang tidak terkawal di kotak penalti Udinese.

Mendapatkan ruang tembak, Correa langsung melepaskan tendangan keras kaki kanan.

Tembakan Correa meluncur deras masuk ke sisi atas kanan gawang Udinese.

Tidak lama setelah melakukan selebrasi, Correa terpaksa harus mengubur mimpinya untuk mencetak hat-trick.

Sebab, Simone Inzaghi memutuskan menarik keluar Correa dan memasukkan Alexis Sanchez pada menit ke-70.

Pemain Inter Milan lainnya yang harus meninggalkan lapangan pada menit ke-70 adalah Hakan Calhanoglu. Mantan pemain AC Milan itu digantikan oleh Arturo Vidal.

Tepat pada menit ke-83, Udinese sebenarnya berhasil mencetak gol lewat sepakan Deulofeu.

Namun, gol tersebut langsung dianulir karena terjadi pelanggaran sebelum Deulofeu melepaskan tembakan kaki kanan.

Tidak ada gol tambahan tercipta. Skor 2-0 untuk keunggulan Inter Milan bertahan hingga akhir pertandingan.

Hasil Inter Milan Vs Udinese 2-0 (Joaquin Correa 60', 68')

Susunan pemain Inter Milan Vs Udinese:

INTER MILAN (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 37-Milan Skriniar, 13-Andrea Ranocchia, 95-Alessandro Bastoni; 2-Denzel Dumfries, 23-Nicolo Barella (12-Sensi 80'), 77-Marcelo Brozovic, 20-Hakan Calhanoglu (22-Vidal 70'), 14-Ivan Perisic (32-Dimarco 86'); 9-Edin Dzeko (10-Lautaro Martinez 80'), 19-Joaquin Correa (7-Alexis Sanchez 70').

  • Cadangan: 6-De Vrij, 32-Dimarco, 36-Darmian, 22-Vidal, 5-Gagliardini, 11-Kolarov, 12-Sensi, 8-Vecino, 97-Radu, 10-Lautaro Martinez, 7-Alexis Sanchez, 33-D'Ambrosio.
  • Pelatih: Simone Inzaghi

UDINESE (3-4-2-1): 1-Marco Silvestri; 50Rodrigo Becao, 17-Bram Nuytinck, 3-Samir; 19-Jens Stryger Larsen (5-Arslan 70'), 8-Mato Jajalo (11-Walace 58'), 6-Jean-Victor Makengo (13-Udogie 70'), 16-Nahuel Molina (93-Soppy 89'); 37-Roberto Pereyra, 7-Isaac Success (10-Deulofeu 58'); 9-Beto.

  • Cadangan: 10-Deulofeu, 5-Arslan, 11-Walace, 65-Carnelos, 93-Soppy, 2-Perez, 87-De Maio, 20-Padelli, 24-Samardzic, 45-Forestieri, 13-Udogie, 4-Zeegelaar.
  • Pelatih: Luca Gotti
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benzema Sebut Pengkritik Messi Tak Mengerti Sepak Bola

Benzema Sebut Pengkritik Messi Tak Mengerti Sepak Bola

Liga Lain
Persita Vs Persija, Andritany: Kemenangan Penting dan Clean Sheet Bonus

Persita Vs Persija, Andritany: Kemenangan Penting dan Clean Sheet Bonus

Liga Indonesia
Profil Donald Pandiangan, Robin Hood Indonesia di Balik Medali Pertama Olimpiade

Profil Donald Pandiangan, Robin Hood Indonesia di Balik Medali Pertama Olimpiade

Sports
Man United Kantongi Empat Kandidat Pelatih, Siapa Pilihan Ronaldo?

Man United Kantongi Empat Kandidat Pelatih, Siapa Pilihan Ronaldo?

Liga Inggris
Bagaimana Pemain Tenis Meja Kehilangan Angka?

Bagaimana Pemain Tenis Meja Kehilangan Angka?

Sports
Neville Yakin Liverpool Bisa Geser Man City dari Puncak

Neville Yakin Liverpool Bisa Geser Man City dari Puncak

Liga Inggris
Fakta Laga GMC Vs Surabaya Fever, Bola Basket Putri Butuh Panggung

Fakta Laga GMC Vs Surabaya Fever, Bola Basket Putri Butuh Panggung

Sports
Varian Omicron Kian Mengkhawatirkan, PSS dan Persebaya Kompak Ambil Sikap

Varian Omicron Kian Mengkhawatirkan, PSS dan Persebaya Kompak Ambil Sikap

Liga Indonesia
Real Madrid dan Barca Bersaing Dapatkan Wonderkid Brasil Berusia 15 Tahun

Real Madrid dan Barca Bersaing Dapatkan Wonderkid Brasil Berusia 15 Tahun

Liga Spanyol
Pevita Pearce Jajal PUBG Mobile 1.8, Map Livik Jadi Favoritnya

Pevita Pearce Jajal PUBG Mobile 1.8, Map Livik Jadi Favoritnya

Sports
Ramaikan Tren, Neymar Beli NFT di OpenSea Senilai Rp 15 Miliar

Ramaikan Tren, Neymar Beli NFT di OpenSea Senilai Rp 15 Miliar

Liga Lain
Kabar Bulu Tangkis Indonesia: Kepergian Chafidz Yusuf dan Hendry Saputra dari PBSI, hingga Penghormatan untuk Sang Pelatih

Kabar Bulu Tangkis Indonesia: Kepergian Chafidz Yusuf dan Hendry Saputra dari PBSI, hingga Penghormatan untuk Sang Pelatih

Badminton
Macam-macam Posisi Pegangan dalam Softball

Macam-macam Posisi Pegangan dalam Softball

Sports
Demi Madura United, Kiper Asal Korea Selatan Ini Ingin Belajar Bahasa Indonesia

Demi Madura United, Kiper Asal Korea Selatan Ini Ingin Belajar Bahasa Indonesia

Liga Indonesia
Update Jadwal Seri 4 Liga 1: Laga Persija Bentrok dengan Timnas hingga Deretan Big Match

Update Jadwal Seri 4 Liga 1: Laga Persija Bentrok dengan Timnas hingga Deretan Big Match

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.