Pelatih dan 5 Pemain Perserang Diduga Terlibat Pengaturan Skor, PSSI Akan Tindak Tegas

Kompas.com - 29/10/2021, 05:42 WIB
Sekjen PSSI Yunus Nusi saat konferensi pers secara virtual terkait penundaan Liga 1 2021 Rabu (29/06/2021) sore. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUSekjen PSSI Yunus Nusi saat konferensi pers secara virtual terkait penundaan Liga 1 2021 Rabu (29/06/2021) sore.

KOMPAS.com - Pelatih dan lima pemain Perserang Serang diduga terlibat dalam pengaturan skor (match-fixing) saat melawan beberapa tim pada babak penyisihan Grup B Liga 2 2021.

Laporan tersebut diketahui berdasarkan rilis PSSI yang diterima KOMPAS.com pada Kamis (29/10/2021) malam WIB.

Terkait tindak pengaturan skor ini, PSSI selaku induk sepak bola Tanah Air tidak akan memberikan toleransi kepada pihak terduga.

PSSI berkomitmen untuk selalu menindak tegas setiap pelaku pengaturan skor karena dinilai telah mencoreng nama sepak bola Indonesia.

Baca juga: Rencana Kehadiran Penonton di Liga 1: Menpora Ambil Ancang-ancang bersama PSSI dan LIB

Sementara itu, manajemen Perserang telah memberhentikan lima pemain dan pelatih kepala mereka yang terduga terlibat dalam pengaturan skor.

"Kami akan tindak tegas pelaku pengaturan skor. Ini telah mencoreng nama sepak bola Indonesia. Kami tidak main-main dan akan tuntaskan permasalahan ini," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi.

"Pertama, kami akan terima laporan dari manajemen Perserang. Setelah itu, kami akan selidiki dan panggil terlebih dahulu para terlapor untuk dimintai keterangan. Ini tentu akan masuk ranah Komite Disiplin," tutur Yunus Nusi menjelaskan.

Menurut PSSI, segala unsur pengaturan skor, termasuk suap-menyuap, merupakan bentuk kejahatan sepak bola.

Baca juga: Tanggapan Menpora soal Dugaan Pengaturan Skor di Sepak Bola PON Papua 2021

Oleh karena itu, Komite Disiplin PSSI memastikan bahwa setiap pelaku pengaturan skor akan mendapat hukuman berat.

"Jika terbukti ikut melakukan pengaturan skor, pasti hukumannya berat. Karier sepak bolanya akan habis," ujar Ketua Komite Disiplin PSSI, Irjen Pol (Purn) Erwin Tobing.

"Komdis akan bergerak cepat untuk menuntaskan permasalahan ini. Kami juga mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar permasalahan dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai fakta," tutur Erwin Tobing.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.