Kompas.com - 22/10/2021, 14:02 WIB
Penampilan striker timnas U23 Indonesia Hanis Saghara (tengah) dalam laga uji coba melawan Tajikistan di Republican Central Stadium Dushanbe, Selasa (19/10/2021) malam WIB. DOK. PSSIPenampilan striker timnas U23 Indonesia Hanis Saghara (tengah) dalam laga uji coba melawan Tajikistan di Republican Central Stadium Dushanbe, Selasa (19/10/2021) malam WIB.

KOMPAS.com - Timnas Indonesia berada dalam bayang-bayang sanksi Badan Antidoping Dunia (WADA) dan terancam tak bisa mengibarkan bendera putih jelang laga.

Indonesia saat ini dijatuhi sanksi setelah WADA menyatakan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) tak patuh dalam menjalankan kode antidoping pada 7 Oktober 2021.

Tak hanya Indonesia, dua badan antidoping negara (NADO) lainnya yaitu Badan Antidoping Korea Utara dan Thailand juga dijatuhi sanksi.

Ini membuat Indonesia dilarang mengibarkan bendera Merah Putih di single event dan multi-event internasional selama setahun.

Indonesia juga tidak bisa menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga berskala regional, kontinental, atau internasional selain Olimpiade dan Paralimpiade.

Baca juga: Temuan Satgas soal Sanksi WADA: 24 Pending Matters, Termasuk Tunggakan ke Qatar

Sanksi tersebut pun sudah mulai diberlakukan ketika tim bulu tangkis Indonesia menjuarai Piala Thomas 2020, 18 Oktober 2021.

Seusai mengalahkan China 3-0 di partai final, Indonesia tak bisa mengibarkan bendera Merah Putih saat seremoni juara Piala Thomas 2020.

Sebagai gantinya, bendera yang naik pada momen tersebut adalah bendera federasi bulu tangkis Indonesia, yakni PBSI.

Pada Rabu (20/10/2021), suatu kicauan dari akun Twitter @theaseanball mengabarkan bahwa timnas Indonesia dan Thailand turut terdampak sanksi WADA ini.

Dituliskan akun tersebut bahwa timnas Indonesia dan Thailand tak bisa mengibarkan bendera negara di turnamen usia muda terdekat, Kualifikasi Piala Asia U23 2022.

Baca juga: Saat WADA Apresiasi Kinerja Menpora dan LADI...

Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi telah memberikan tanggapan soal kicauan akun @theaseanball.

Yunus Nusi mengatakan bahwa PSSI masih menunggu surat dari AFC dan FIFA terkait ada atau tidaknya larangan tersebut.

"Yang pasti dalam match sepakbola antarnegara lagu kebangsaan masing-masing akan dinyanyikan terlebih dahulu," ujar Yunus Nusi kepada KOMPAS.com, Kamis (21/10/2021).

"Kami tunggu surat resmi dari AFC dan FIFA tentang larangan tersebut," tuturnya menambahkan.

Lalu, bagaimana jika nantinya timnas Indonesia turut terimbas sanksi WADA dan tidak bisa mengibarkan Merah Putih jelang laga?

Yunus Nusi telah memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hal ini kepada Kompas.com, Jumat (22/10/2021).

Dikatakannya bahwa bendera PSSI akan menjadi pengganti Merah Putih jelang laga.

Hal ini berarti sama seperti ketika momen seremoni juara tim Indonesia di Piala Thomas yang memakai bendera PBSI.

"Bendera Merah Putih dan PSSI pastinya selalu dibawa untuk laga internasional," kata Yunus Nusi.

PSSI hingga saat ini juga masih menunggu surat balasan dari AFC dan FIFA soal larangan pengibaran bendera.

Baca juga: Apkori Dukung Langkah Menpora Tuntaskan Masalah Sanksi WADA

Surat dari AFC atau FIFA kemungkinan akan sampai dalam waktu dekat ini.

Hal tersebut mengingat timnas U23 Indonesia akan menghadapi Australia di Kualifikasi Piala Asia 2023 pada 26 dan 29 Oktober.

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali telah melakukan tindakan cepat untuk mengatasi sanksi dari WADA.

Menpora telah membentuk Tim Kerja Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA yang dipimpin Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, pada 18 Oktober 2020.

Tim ini dibentuk untuk melakukan akselerasi dan investigasi atas sanksi yang diberikan WADA terhadap LADI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber PSSI
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.