Kompas.com - 06/10/2021, 21:30 WIB
Para pemain Persib Bandung jelang pertandingan melawan Borneo FC di pekan keempat Liga 1 2021-2022 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Kamis (23/9/2021). KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAPara pemain Persib Bandung jelang pertandingan melawan Borneo FC di pekan keempat Liga 1 2021-2022 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Kamis (23/9/2021).

BANDUNG, KOMPAS.com - Evaluasi dilakukan tim pelatih Persib Bandung terkait penampilan Maung Bandung di seri I Liga 1 2021-2022. Performa Persib dianggap mengecewakan karena sulit meraih kemenangan.

Dalam enam pertandingan, Persib memang tidak terkalahkan. Akan tetapi, mereka lebih sering mendapatkan hasil imbang daripada menang. Maung Bandung hanya meraih dua kemenangan, sementara empat laga sisanya berakhir seri.

Melalui hasil tersebut, performa Persib pun panen kritik dari bobotoh. Tuntutan evaluasi demi perbaikan performa semakin masif disuarakan para suporter Maung Bandung itu.

Pelatih Persib Robert Rene Alberts menyadari, masih ada banyak kekurangan terkait performa timnya di awal musim ini. Pelatih asal Belanda itu sudah melakukan analisis secara menyeluruh dan mengidentifikasi tiga hal yang menjadi kekurangan Persib.

Baca juga: Manajemen Persib Putuskan Robert Alberts Masih Tangani Maung Bandung

Hal pertama adalah produktivitas gol. Harus diakui, produktivitas Persib selama seri I Liga 1 2021-2022 terbilang minim. Hanya enam gol yang dibukukan Persib dalam enam laga.

Bahkan, dalam tiga laga terakhir, hanya satu gol yang dibukukan Persib. Itu pun berasal dari gol bunuh diri bek PSM Makassar, Serif Hasic, saat kedua tim bertemu di pekan keenam Liga 1 2021-2022.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ironisnya, enam gol tersebut hampir seluruhnya disumbangkan oleh pemain berposisi gelandang. Adalah Marc Anthony Klok (1 gol), Mohammed Rashid (2 gol), dan Beckham Putra Nugraha (2 gol) yang tercatat dalam daftar pencetak gol Persib sejauh ini.

Poros penyerang Persib memang tengah menjadi sorotan. Namun, bila berbicara soal produktivitas, tentu bukan hanya pos striker yang menjadi fokus pembenahan, melainkan semua poros permainan karena produktivitas gol erat kaitannya dengan sistem penyerangan.

Adapun permasalahan kedua adalah antisipasi bola direct dan silang lawan. Dikatakan Alberts, lini pertahanan Persib sejatinya sudah cukup tangguh. Akan tetapi, masih sering lengah dalam mengantisipasi umpan panjang yang diarahkan lawan ke jantung pertahanan mereka.

Baca juga: Persib Panen Kritikan di Seri I Liga 1, Begini Respons Mohammed Rashid

"Kemudian umpan panjang ke pertahanan kami, karena itu menyebabkan kami kemasukan dua kali," kata Alberts kepada wartawan, Rabu (6/10/2021).

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.