Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Setarakan Atlet Olimpiade dan Paralimpiade, Ketua NPC Indonesia dan Atlet Parabulutangkis Puji Presiden Jokowi dan Menpora Amali

Kompas.com - 17/09/2021, 05:40 WIB
Ferril Dennys

Penulis

KOMPAS.COM - Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, memuji Presiden Joko Widodo dan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali atas perhatian mereka kepada atlet difabel. 

Pernyataan ini disampaikan Senny Marbun saat menjadi narasumber dalam acara Rosi Spesial bertajuk ‘Totalitas Tanpa Batas Paralimpiade 2020’ di Kompas TV, Kamis (16/9/2021) malam.

Hadir dalam acara ini, sembilan atlet paralimpiade periah medali diantaranya atlet parabulutangkis peraih tiga medali, Leani Ratri Oktila dan juga Menpora Amali.

Baca juga: Potret Inspiratif Ni Nengah Widiasih, Peraih Medali Perak di Ajang Paralimpiade Tokyo 2020

“Kami berhasil ini karena pak Jokowi. Pak Jokowi berani menyetarakan harkat dan martabat kami dengan yang non difabel. Itu yang membuat semangat kami bangkit,” kata Senny Marbun dalam acara yang dipandu Rosianna Silalahi ini.

Senny juga menyampaikan prestasi ini dicapai atas dukungan dan perhatian Menpora Amali. Bahkan, selalu mendukung atlet NPC untuk terus mengikuti kualifikasi paralimpiade.

“Pak Menpora memberi kami ruang yang sangat longgar, untuk latihan dan peralatan yang kami punya. Pak Menpora selalu mengatakan, jangan kamu putus asa dengan kekuranganmu. Sama yang saya selalu katakan kepada teman-teman jangan pernah hitung yang hilang dari tubuhmu, tapi hitung yang masih tersisa. Itu yang selalu saya suntik kepada mereka,” ungkapnya.

Pernyataan senada juga disampaikan atlet Parabulutangkis, Leani Ratri Oktila. Pada era kepemimpinan Jokowi, menurut dia, semua atlet baik yang difabel maupun non difabel benar-benar disetarakan.

“Di masa pemerintahan Pak Jokowi ini kami atlet merasa disetarakan dari keseluruhan. Jadi kita nggak merasa berbeda dengan yang lain. Itu buat kita percaya diri,” ujarnya.

Menpora Amali pada kesempatan ini mengungkapkan bahwa sejak dirinya menjadi Menpora, atas arahan dari Presiden Jokowi semua atlet disetarakan baik yang difabel maupun yang non difabel.

“Pak Presiden memberi arahan pada saya, pak Menpora jangan sedikit pun ada perbedaan pelayanan kepada atlet NPC. Jadi arahan itu saya pedomani dan sampai sekarang saya seperti keluarga (dengan atlet difabel),” ujarnya.

Bahkan, di dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang telah ditadatangani Presiden Jokowi Perpresnya pada saat Haornas 9 September 2021 lalu, tidak ada perbedaan fasilitas yang didapatkan semua atlet nasional.

“Di dalam DBON ini kami beri tempat yang setara antara atlet-atlet olimpiade dan paralimpiade. Tentu kita menfasilitasi sama persis, apa yang didapatkan oleh atlet olimpiade, mulai dari persiapannya, pelatnasnya, pengiriman ke kualifikasi," jelas Amali.

"Kemudian pada saat bertanding semuanya kami setarakan, tidak ada perbedaan sedikitpun. Karena kami tahu bahwa teman-teman yang terhimpun di NPC ini mereka punya kemampuan dan juga semangat untuk berprestasi,” ujarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Hasil Liga 1: Persik Vs Persita Seri, Bhayangkara FC Degradasi

Hasil Liga 1: Persik Vs Persita Seri, Bhayangkara FC Degradasi

Liga Indonesia
Hasil Persib Vs Persebaya 3-1: David da Silva Hattrick, Cium Sepatu Ciro Alves

Hasil Persib Vs Persebaya 3-1: David da Silva Hattrick, Cium Sepatu Ciro Alves

Liga Indonesia
Pelatih Bali United Minta PSSI Tegas Tangani Dugaan Match Fixing di Liga 1

Pelatih Bali United Minta PSSI Tegas Tangani Dugaan Match Fixing di Liga 1

Liga Indonesia
Arema FC Hadapi Misi Tak Mudah, Widodo Bilang Semangat Jangan Patah

Arema FC Hadapi Misi Tak Mudah, Widodo Bilang Semangat Jangan Patah

Liga Indonesia
AC Milan dan Pioli Selesai, 2 Pelatih Klub Timur Tengah Masuk Bursa

AC Milan dan Pioli Selesai, 2 Pelatih Klub Timur Tengah Masuk Bursa

Liga Italia
Persib Vs Persebaya: Zalnando Starter, Bangkit dari Cedera Horor

Persib Vs Persebaya: Zalnando Starter, Bangkit dari Cedera Horor

Liga Indonesia
Timnas U23 Indonesia Vs Yordania: VAR Jadi Pelajaran, Garuda Punya Pengalaman

Timnas U23 Indonesia Vs Yordania: VAR Jadi Pelajaran, Garuda Punya Pengalaman

Timnas Indonesia
Link Live Streaming Persib vs Persebaya Liga 1, Kickoff 15.00 WIB

Link Live Streaming Persib vs Persebaya Liga 1, Kickoff 15.00 WIB

Liga Indonesia
Persik Vs Persita, Macan Putih Incar Obat Penawar Kekalahan 0-7

Persik Vs Persita, Macan Putih Incar Obat Penawar Kekalahan 0-7

Liga Indonesia
Real Madrid Vs Barcelona: Barca Menuju El Clasico dengan Isu Keretakan

Real Madrid Vs Barcelona: Barca Menuju El Clasico dengan Isu Keretakan

Liga Spanyol
Superchallenge Supermoto Race 2024 Segera Berlangsung, Mulai 26 April

Superchallenge Supermoto Race 2024 Segera Berlangsung, Mulai 26 April

Sports
Bali United Vs Bhayangkara FC: Kewaspadaan untuk Tim Radja Nainggolan

Bali United Vs Bhayangkara FC: Kewaspadaan untuk Tim Radja Nainggolan

Liga Indonesia
Juventus Catat Rekor Buruk, Allegri Salahkan Gaya Tiki-taka

Juventus Catat Rekor Buruk, Allegri Salahkan Gaya Tiki-taka

Liga Italia
Man City Vs Chelsea, Pesan Pochettino untuk Cole Palmer

Man City Vs Chelsea, Pesan Pochettino untuk Cole Palmer

Liga Indonesia
Respons Bhayangkara FC soal Dugaan Match Fixing dan Penyelidikan Satgas Antimafia Bola

Respons Bhayangkara FC soal Dugaan Match Fixing dan Penyelidikan Satgas Antimafia Bola

Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com