Arema Vs Bhayangkara FC Berakhir Imbang, Pelatih dan Presiden Klub Selisih Pandang

Kompas.com - 13/09/2021, 14:20 WIB
Pemain Arema FC Renshi Yamaguci dan Bagas Adi mengamankan bola yang langsung ditangkap penjaga kiper Adilson Maringa pada pekan 2 Liga 1 2021-2022 saat melawan Bhayangkara FC yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Pakansari Bogor, Minggu (12/9/2021) sore. SUCI RAHAYU/KOMPAS.comPemain Arema FC Renshi Yamaguci dan Bagas Adi mengamankan bola yang langsung ditangkap penjaga kiper Adilson Maringa pada pekan 2 Liga 1 2021-2022 saat melawan Bhayangkara FC yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Pakansari Bogor, Minggu (12/9/2021) sore.

BOGOR, KOMPAS.com - Arema FC bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara FC pada pekan kedua Liga 1 2021-2022 di Stadion Pakansari Bogor, Minggu (12/9/2021) sore.

Hasil imbang pada laga Arema vs Bhayangkara FC ini menghadirkan selisih pandang antara pelatih dan presiden klub berjuluk Singo Edan itu.

Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana memberikan isyarat kepada tim untuk segera membenahi diri.

Tim memang berhasil mempertahankan tren belum terkalahkan. Namun, menurut Gilang, dari segi permainan kolektif, Dedik Setiawan cs tidak tampil sesuai harapan.

Baca juga: Profil Carlos Fortes, Si Gondrong dengan Beban Berat di Arema FC

“Imbang rasa kalah, hari ini permainan gaya Malangan tidak terlihat, kami evaluasi untuk pertandingan berikutnya,” kata sang presiden melalui akun Instagramnya, @juragan_99.

Permainan Singo Edan memang terasa kurang menggigit. Meski tampil dengan full team, permainan Arema FC justru didikte pemain-pemain Bhayangkara FC.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu yang menjadi sorotan Gilang adalah kurangnya koordinasi antara lini tengah dan lini serang.

Oleh karena itu, banyak build up serangan dari belakang tidak bisa berjalan efektif dengan terputusnya suplai-suplai bola ke lini depan.

“Maaf untuk permainan dan hasil pertandingan hari ini,” kata Gilang menambahkan.

Di sisi lain, pelatih Eduardo Almeida memiliki pandangan yang lain soal performa Arema.

Dia mengakui, hasil laga Arema vs Bhayangkara ini memang tidak memuaskan.

Namun, dia menikmati pertandingan yang ketat dengan perlawanan sengit Bhayangkara FC.

“Ini pertandingan yang saya suka, pertandingan yang cukup sulit, pemain sudah berusaha maksimal agar tim bermain baik,” kata pelatih asal Portugal itu.

“Memang bukan hasil yang kami inginkan, tapi kalau kami melihat di televisi terlihat permainan sebagai sebuah tim terutama soal organisasi permainan,” imbuhnya.

Eduardo Almeida merasa lumrah jika banyak pihak kurang puas dengan hasil ini karena ada ekspektasi besar terhadap Arema FC.

Baca juga: Hasil Arema Vs Bhayangkara FC, Singo Edan Gagal Menang Lawan 10 Pemain

Terlebih, Arema FC sempat mendapatkan keuntungan jumlah pemain di pengujung laga.

Dia menilai, skor imbang kontra Bhayangkara adalah hasil maksimal yang bisa penggawa-penggawa Arema FC persembahkan untuk saat ini.

“Secara tim, kami pasti tentunya bersyukur dengan hasil seri ini, satu poin kami bersyukur," kata dia.

"Akan tetapi, kami juga menyesal gagal dapat tiga poin dengan 11 pemain kami,” ujar pelatih 43 tahun itu lagi.

Meski begitu, Eduardo Almeida sepakat dengan pendapat Presiden Arema bahwa mereka memang harus membenahi diri.

Waktu-waktu sulit yang diberikan Bhayangkara FC memberikan modal berharga untuk bangkit dan berkembang.

“Akan tetapi, pemain kami sudah bekerja keras dan punya keinginan untuk memenangi pertandingan, tapi hasilnya seperti ini," kata Eduardo Almeida.

"Kami akan terus berbenah lagi dan memperoleh hasil yang maksimal,” tutur dia lagi.

Laga melawan Bhayangkara memberikan hasil imbang kedua bagi Arema FC di Liga 1 musim ini.

Pada pekan pertama Liga 1 2021-2022, Arema FC ditahan imbang PSM Makassar meskipun bermain dengan 10 pemain setelah Jayus Hariyono diganjar kartu merah pada awal lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Happy Ending' di Aarhus dan Gongjin!

"Happy Ending" di Aarhus dan Gongjin!

Badminton
Kisah Pertemuan Pertama Francesco Bagnaia dengan Valentino Rossi

Kisah Pertemuan Pertama Francesco Bagnaia dengan Valentino Rossi

Sports
Isi Hati Marcus Gideon dan Fajar Alfian Usai Merah Putih Tak Berkibar di Podium Piala Thomas

Isi Hati Marcus Gideon dan Fajar Alfian Usai Merah Putih Tak Berkibar di Podium Piala Thomas

Badminton
Jadwal Liga Champions Pekan Ini, Big Match Atletico Madrid Vs Liverpool

Jadwal Liga Champions Pekan Ini, Big Match Atletico Madrid Vs Liverpool

Liga Champions
VIDEO - Aksi Ciamik Egy Maulana Vikri Selamatkan FK Senica dari Kekalahan

VIDEO - Aksi Ciamik Egy Maulana Vikri Selamatkan FK Senica dari Kekalahan

Liga Lain
Perusahaan Aset Kripto Perpanjang Napas Lazio

Perusahaan Aset Kripto Perpanjang Napas Lazio

Liga Italia
Pimpin Tim Kerja Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA, Ketua KOI Sigap Petakan Solusi

Pimpin Tim Kerja Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA, Ketua KOI Sigap Petakan Solusi

Sports
Merah Putih Tak Berkibar di Podium Piala Thomas 2020, Kemenpora Kecolongan?

Merah Putih Tak Berkibar di Podium Piala Thomas 2020, Kemenpora Kecolongan?

Badminton
Berkat Aksi Heroik, Reguilon dan Dier Dapat Man of the Match Bersama

Berkat Aksi Heroik, Reguilon dan Dier Dapat Man of the Match Bersama

Liga Inggris
Kilas Balik Liga Champions 1997-1998, Saat Dynamo Kiev Lumat Barcelona di Camp Nou

Kilas Balik Liga Champions 1997-1998, Saat Dynamo Kiev Lumat Barcelona di Camp Nou

Sports
Fakta Piala Thomas yang Pulang ke Indonesia, Tinggi 71 Cm dan Tertulis Inskripsi IBF

Fakta Piala Thomas yang Pulang ke Indonesia, Tinggi 71 Cm dan Tertulis Inskripsi IBF

Badminton
Top Skor Liga Inggris - Mo Salah Teratas, CR7 Melempem Lagi

Top Skor Liga Inggris - Mo Salah Teratas, CR7 Melempem Lagi

Liga Inggris
Indonesia Terancam Tak Bisa Jadi Host Event Olahraga Internasional, Ini Penjelasan Ketum KOI

Indonesia Terancam Tak Bisa Jadi Host Event Olahraga Internasional, Ini Penjelasan Ketum KOI

Sports
Jonatan Christie di Piala Thomas 2020: 376 Menit, 1 Smash Penentu Indonesia Juara

Jonatan Christie di Piala Thomas 2020: 376 Menit, 1 Smash Penentu Indonesia Juara

Sports
Profil Renshi Yamaguchi, 'Si Tukang Jagal' Asal Jepang

Profil Renshi Yamaguchi, "Si Tukang Jagal" Asal Jepang

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.