UEFA Sebut Negara Eropa Bisa Boikot Piala Dunia jika Digelar 2 Tahun Sekali

Kompas.com - 10/09/2021, 16:00 WIB
Presiden UEFA Aleksander Ceferin dalam sebuah pertemuan di markas UEFA, Nyon, Swiss, pada 4 Desember 2019. AFP/FABRICE COFFRINIPresiden UEFA Aleksander Ceferin dalam sebuah pertemuan di markas UEFA, Nyon, Swiss, pada 4 Desember 2019.

KOMPAS.com - Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, memperingatkan FIFA soal Piala Dunia yang diwacanakan untuk digelar setiap dua tahun sekali.

FIFA telah mempertimbangkan wacana untuk mengadakan Piala Dunia pria dan wanita setiap dua tahun sekali.

Hal tersebut tak terlepas dari ide SAFF yang mengajukan wacana tersebut pada kongres tahunan FIFA, 21 Mei lalu.

SAFF menyebut penyelenggaraan Piala Dunia yang lebih sering akan semakin bernilai dan meningkatkan kesejahteraan pemain.

Wacana Piala Dunia digelar dua tahun sekali ini didukung 166 federasi lain, sedangkan 22 suara menantang.

Baca juga: FIFA Pertimbangkan Wacana Piala Dunia 2 Tahun Sekali

Wajar memang mengapa adanya oposisi dari wacana Piala Dunia setiap dua tahun sekali ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasalnya, rencana tersebut dapat mempengaruhi liga-liga di dunia serta turnamen-turnamen internasional seperti, Piala Eropa, Copa America, dan lain-lain.

Terlepas dari kekhawatiran itu, FIFA telah sepakat untuk mempelajari proposal SAFF dan meninjau skema kualifikasi Piala Dunia dalam edisi dua tahunan.

FIFA saat ini masih melakukan peninjauan menyeluruh demi melihat kelayakan Piala Dunia dihelat lebih sering.

Eks pelatih Arsenal, Arsene Wenger, yang kini menjabat Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA turut melakukan studi kelayakan soal wacana ini.

Halaman:


Sumber The Times
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.