Makna Kemerdekaan bagi Bayu Gatra, Bukan Hanya soal Berkorban Nyawa...

Kompas.com - 17/08/2021, 08:40 WIB
Pemain PSM Makassar, Bayu Gatra saat diskusi virtual yang membahas soal nasib pemain Liga Indonesia pada Selasa (09/06/2020) sore.
KOMPAS.com/Suci RahayuPemain PSM Makassar, Bayu Gatra saat diskusi virtual yang membahas soal nasib pemain Liga Indonesia pada Selasa (09/06/2020) sore.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - HUT ke-76 Kemerdekaan RI yang jatuh pada tanggal 17 Agustus memiliki makna tersendiri bagi winger Madura United, Bayu Gatra.

Bagi dia, momen Hari Kemerdekaan menjadi waktu yang tepat untuk ajang memetik pembelajaran dan teladan para pendiri bangsa.

"Kita generasi muda harus mencontoh pahlawan-pahlawan kita dulu. Bagaimana mereka menjalani hidup, cara mereka berjuang untuk negara, sampai bertaruh nyawa,” ujar Bayu Gatra kepada Kompas.com, Selasa (17/8/2021).

Selain menjadi momen untuk merefleksi diri, HUT RI juga menjadi waktu untuk melihat kembali apa yang sudah diberikan kepada negeri.

Baca juga: Nuansa Dirgahayu Indonesia Warnai Perjuangan Pertamina Mandalika SAG Team di Moto2 Austria

 

Menurut dia, mengabdi pada Indonesia tidak melulu soal berkorban nyawa. Memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan juga menjadi bagian membela negara.

Sebab, setiap profesi memiliki cara sendiri-sendiri untuk berkontribusi kepada Indonesia.

"Kita generasi sekarang minimal harus mencontoh semangat para pejuang dan sebisa mungkin mengharumkan nama Indonesia," ucap pemain asal Jember itu.

"Contohnya seperti kemarin para atlet di Olimpiade," katanya.

Dalam sepak bola, Bayu Gatra berharap kemerdekaan ini menjadi momen bersama untuk mengangkat kembali derajat sepak bola Indonesia.

Sebab, jika dibandingkan cerita-cerita lama kejayaan sepak bola Indonesia pada masa lampau, sepak bola Indonesia saat ini sangat jauh tertinggal.

Baca juga: Rayakan HUT RI, Komunitas Olahraga Sepeda Motor Papua Bawa Pesan Ini

Dia berharap semua insan yang bergerak di dalamnya bisa kembali mendapatkan visi yang sama, yakni prestasi dan harga diri sepak bola Indonesia yang pernah dilabeli Macan Asia.

"Ya kita harus lebih maju, jangan mudah mundur, apalagi putus asa. Masa kita kalah sama tetangga sebelah, supaya Indonesia bisa kembali dijuluki Macan Asia," ujar mantan pemain PSM Makassar itu.

"Terutama liga harus jalan supaya ada kompetisi," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.