Perkiraan Kerugian Barcelona Akibat Pandemi Melenceng Lebih dari Dua Kali Lipat

Kompas.com - 06/08/2021, 23:57 WIB
Bek Barcelona Sergi Roberto (kiri), penyerang Barcelona Lionel Messi (tengah) dan gelandang Pedri dalam pertandingan La Liga El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona di Stadion Alfredo di Stefano di Valdebebas, pada 10 April 2021. AFP/JAVIER SORIANOBek Barcelona Sergi Roberto (kiri), penyerang Barcelona Lionel Messi (tengah) dan gelandang Pedri dalam pertandingan La Liga El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona di Stadion Alfredo di Stefano di Valdebebas, pada 10 April 2021.

KOMPAS.com - Presiden Barcelona Joan Laporta mengungkapkan kerugian keuangan klub akibat pandemi Covid-19 melenceng jauh dari perkiraan awal.

Joan Laporta dan jajaran manajemen Barcelona pada awalnya mengira klub akan mengalami kerugian 200 juta euro (Rp 3,3 triliun rupiah) sebagai dampak pandemi.

Namun, ia mengutarakan sebenarnya angka itu berada di kisaran 487 juta euro alias Rp 8,7 triliun rupiah.

"Kami memperkirakan kerugian berada di angka 200 juta euro, tetapi kemudian angka itu menjadi 487 juta euro," ujarnya seperti dikutip dari SPORT.

"Sungguh sangat banyak."

Baca juga: 5 Fakta Soal Kegagalan Barcelona Perpanjang Kontrak Lionel Messi

Laporta sendiri tidak mengelaborasi perihal detail laporan keuangan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akan tetapi, Laporta mengutarakan keuangan klub sangat terbebani akibat mismanajemen finansial dari para pendahulunya.

Sang presiden mengatakan tanpa kontrak Messi sekali pun, 95 persen pemasukan Barca dipakai untuk membayar kontrak para pemain.

Ia juga menuturkan kalau dirinya masih harus menjelaskan kepada para sponsor dampak laporan keuangan terbaru ini dan efek ketidak hadiran Lionel Messi mulai musim depan.

"Ada isu yang harus dibenahi dan jika memungkinkan menggaet lebih banyak sponsor," ujar pria yang mengaku mendapatkan warisan masalah dari presiden terdahulu Josep Maria Bartomeu tersebut.

"Kami harus menjelaskan Barca itu apa dan tentunya kalau kami di sini punya pemain-pemain dengan talenta hebat."

"Tentu saja bakal ada pemain-pemain yang akan datang dan kembali membangkitkan motivasi dan antusiasme sponsor-sponsor yang terkait dengan Barca."

Baca juga: Messi Batal Kembali, Laporta Kirim Permintaan Khusus ke Tiga Kapten Barca

Beberapa media Spanyol melaporkan sponsor-sponsor utama Barcelona, Nike dan Rakuten, melakukan kontak dengan Laporta untuk meminta penjelasan perihal kepergian Messi.

Mereka telah membayar mahal dengan asumsi Messi akan tetap di tim sehingga klub bersiap untuk menerima lebih banyak kerugian ke depannya.

Kontrak Barcelona dengan Rakuten, yang telah menjadi sponsor utama klub sejak 2016, akan berakhir usai musim 2021-2022.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.