Kronologi Akhir Kerja Sama Messi dan Barcelona, Keraguan Berujung Salam Perpisahan

Kompas.com - 06/08/2021, 06:20 WIB
Eksrpesi Lionel Messi pada laga pekan ke-36 Liga Spanyol yang mempertemukan Levante vs Barcelona di Stadion Ciutat de Valencia, Rabu (12/5/2021) dini hari WIB. AFP/ JOSE JORDANEksrpesi Lionel Messi pada laga pekan ke-36 Liga Spanyol yang mempertemukan Levante vs Barcelona di Stadion Ciutat de Valencia, Rabu (12/5/2021) dini hari WIB.

KOMPAS.com - Lionel Messi dan Barcelona mengakhiri kerja sama yang telah terjalin selama 16 tahun atau sejak Juli 2005.

Pada saat itu, Lionel Messi untuk kali pertama menandatangani kontrak bersama skuad utama Barcelona.

Apabila menghitung perjalanan sebelum resmi dikontrak skuad utama, Messi bahkan sudah bersama Barcelona sejak Juli 2000.

Dia lebih dulu menuntut ilmu di akademi Barcelona sebelum dipromosikan ke skuad utama klub berjulukan Blaugrana tersebut.

Sejak dipromosikan ke skuad utama dan ikut berkompetisi dalam sejumlah ajang bergengsi, Lionel Messi sudah berkontribusi di balik sederet gelar yang diraih Barcelona, baik di tingkat domestik maupun Eropa.

Baca juga: Barcelona Umumkan Akhir Kerja Sama dengan Lionel Messi

Sebaliknya, Barcelona pun sudah menjadi wadah yang sempurna bagi perjalanan karier Lionel Messi dalam meraih sederet gelar individu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, kerja sama yang saling menguntungkan itu kini sudah berakhir.

Barcelona secara mengejutkan mengumumkan akhir kerja sama dengan sang megabintang, Lionel Messi, pada Jumat (6/8/2021) dini hari WIB.

Kabar ini terbilang mengejutkan karena datang saat banyak pihak meyakini Barcelona bakal mengumumkan perpanjangan kontrak baru dengan Lionel Messi.

Sebelum pengumuman mengejutkan ini muncul, ada cerita panjang yang menjelaskan proses merenggangnya hubungan antara Messi dan Barcelona.

Baca juga: Pembicaraan Kontrak Baru Lionel Messi Mendadak Mandek pada Langkah Terakhir

Cerita tersebut terangkum dalam kronologi perpisahan Messi dan Barcelona berikut ini:

Keraguan yang terungkap

Kronologi perpisahan Messi dan Barcelona diawali oleh keraguan yang muncul dalam diri sang megabintang.

Keraguan itu kemudian terungkap dalam pertemuan antara Messi dan pelatih anyar yang baru didatangkan Barcelona setelah musim 2019-2020, Ronald Koeman.

Berdasarkan laporan SPORT, dalam pertemuan itu, Messi menjelaskan kepada Koeman bahwa dirinya masih ragu bisa bertahan di Barcelona.

Apalagi, setelah Barcelona kalah menyakitkan dari raksasa Jerman, Bayern Muenchen, pada perempat final Liga Champions 2019-2020.

Pada partai perempat final tersebut, Blaugrana dilumat Bayern Muenchen dengan skor 2-8.

Baca juga: Ronald Koeman: Biarkan Messi Memilih Masa Depannya Sendiri

Selain itu, Marca menyebut ada perkataan Koeman yang membuat Messi merasa tidak nyaman.

Koeman dikabarkan meminta Messi menaati setiap aturan yang akan diberlakukan selama masa kepelatihannya di Barcelona.

"Keistimewaan Anda di Barcelona telah berakhir. Anda harus melakukan segalanya untuk tim," kata Koeman kepada Messi pada pertemuan pertama.

"Saya tidak akan fleksibel di Barcelona. Anda hanya harus memikirkan Barcelona," tutur Koeman.

Perkataan Koeman itu dikabarkan langsung membuat Messi tersinggung.

Baca juga: 5 Hal yang Buat Lionel Messi Ingin Hengkang dari Barcelona

Perombakan skuad oleh Ronald Koeman

Situasi diperkeruh setelah Luis Suarez dan Arturo Vidal menjadi korban perombakan skuad Barcelona.

Koeman dikabarkan telah meminta Luis Suarez dan Arturo Vidal meninggalkan Barcelona dua hari setelah bertemu Lionel Messi.

Mendengar hal itu, Messi tidak terima dengan keputusan Koeman karena Luis Suarez dan Arturo Vidal adalah dua sahabat dekatnya di Barcelona.

Barcelona kemudian mengonfirmasi bahwa Lionel Messi ingin hengkang pada musim panas 2020 dengan mengaktifkan klausul khusus dalam kontraknya.

Klausul khusus itu adalah Messi bisa mengakhiri kontraknya di Barcelona secara sepihak setiap setiap akhir musim kompetisi dengan catatan memberi tahu manajemen terlebih dahulu.

Itu artinya, Messi bisa meninggalkan Barcelona dengan status bebas transfer setiap akhir musim sampai kontraknya berakhir pada Juni 2021.

Baca juga: Dibuang Barcelona, Luis Suarez Tak Hilang Antusiasme dan Kepercayaan Diri

Dikutip dari situs Sky Sports, tim pengacara Messi telah mengirimkan permintaan pengaktifan klausul khusus itu ke Barcelona melalui faks, Selasa (25/8/2020).

Namun, klausul itu menjadi polemik karena akhir kalender kompetisi musim 2019-2020 molor dari Juni menjadi Agustus 2020 akibat pandemi virus corona.

Pihak Messi dan Barcelona memiliki pandangan yang berbeda terkait periode akhir musim tersebut.

Sebagai informasi, kalender kompetisi setiap musim selalu berakhir 10 hari setelah final Liga Champions.

Final Liga Champions musim 2019-2020 yang awalnya dijadwalkan 30 Mei berubah menjadi 23 Agustus 2020 karena pandemi virus corona.

Baca juga: Bukan Faks Jadul, Ini Penjelasan Burofax yang Messi Kirim ke Presiden Barcelona

Barcelona dikabarkan tidak setuju klausul khusus dalam kontrak Messi masih berlaku karena berpegang kepada jadwal kompetisi awal.

Barcelona menilai akhir kompetisi musim 2019-2020 adalah 10 Juni 2020 sehingga Messi sudah terlambat jika ingin mengaktifkan klausul khususnya.

Alhasil, Barcelona kini berpegang kepada nilai pelepasan, yakni 700 juta euro atau setara Rp 12 triliun jika Messi ingin meninggalkan tim.

Di sisi lain, pihak Messi mengeklaim bahwa akhir kompetisi musim 2019-2020 adalah 3 September 2020.

Pihak Messi bersikukuh bahwa masa berlaku klausul khusus itu otomatis diperpanjang mengikuti jadwal kompetisi yang berlaku karena force majuere atau kejadian luar biasa (pandemi virus corona).

Baca juga: Rivaldo: 2020-2021 Jadi Musim Terakhir Lionel Messi di Barcelona

Messi dikaitkan dengan sejumlah klub elite Eropa

Setelah itu, kabar Messi bakal hengkang dari Barcelona menguat bersamaan dengan ketertarikan dari beberapa klub elite Eropa, seperti Manchester City dan Paris Saint-Germain (PSG).

Manchester City dan PSG punya titik tawar masing-masing dalam peluang mendatangkan La Pulga, julukan Messi.

The Citizens, julukan Man City, memiliki pelatih yang pernah menjalin kerja sama dengan Messi di Barcelona, yakni Pep Guardiola.

Sementara itu, PSG punya Neymar yang juga pernah berduet dengan Messi di lini depan Blaugrana.

Baca juga: Hasil Pertemuan Ayah Messi dengan Bartomeu di Barcelona

Pertemuan antara Bartomeu dan ayah Lionel Messi

Ayah Lionel Messi, Jorge Horacio, bertemu dengan Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu untuk pada Rabu (2/9/2020) waktu setempat.

Jorge bernegosiasi dengan Bartomeu untuk menentukan "nasib" Lionel Messi di Barcelona.

Namun, seperti yang dilaporkan SPORT, Kamis (3/8/2020), hasil pertemuan tersebut berakhir antiklimaks. Tidak ada kesepakatan apa pun yang terjalin dalam kesempatan tersebut.

Bartomeu menginginkan Messi bertahan di Barcelona dengan menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun.

Sementara, Jorge mencoba mencari cara agar Messi bisa pergi dari Camp Nou, termasuk menyelesaikan permasalahan kontrak sang putra.

Baca juga: Menolak Diperiksa soal Kasus Barcagate, Bartomeu Dibebaskan Sementara

Messi tegaskan masa depannya di Barcelona

Setelah drama pengaktifan klausul khusus untuk hengkang, Messi kemudian memutuskan bertahan di Barcelona untuk satu musim lagi atau hingga kontraknya terakhir habis (Juni 2021).

Kala itu, dia mengaku masih memiliki hasrat untuk memberikan prestasi tertinggi untuk Barcelona, rekan setim, dan dirinya sendiri.

"Saya akan terus di Barcelona dan sikap saya tidak akan berubah. Tidak peduli seberapa besar keinginan saya untuk pergi. Saya akan melakukan yang terbaik," kata Messi, 4 September 2020, dikutip dari Goal.

"Saya selalu ingin menang, saya kompetitif dan saya tidak suka kehilangan apa pun."

"Saya selalu menginginkan yang terbaik untuk klub, untuk rekan-rekan di ruang ganti, dan untuk diri saya sendiri."

"Saya selalu mengutamakan klub ini. Saya memiliki kemungkinan untuk meninggalkan Barca berkali-kali."

"Setiap tahun saya bisa pergi dan menghasilkan lebih banyak uang daripada di Barcelona. Namun, saya selalu mengatakan bahwa ini adalah rumah saya, dan itulah yang saya rasakan," tutur Messi.

Baca juga: Isi Pembicaraan Messi dengan Istri dan 2 Anaknya Saat Dirinya Ingin Putuskan Hengkang

Bartomeu mundur dari kursi Presiden Barcelona, Joal Laporta ambil alih

Pada Oktober 2020, Josep Maria Bartomeu mengundurkan diri dari kursi Presiden klub Barcelona.

Pria berusia 57 tahun itu mundur dari kursi Presiden Barcelona saat masa jabatannya tersisa kurang dari satu tahun (hingga Maret 2021).

Bartomeu mendapat mosi tidak percaya dari ribuan pendukung Barcelona pada akhir bulan September.

Ketidakpercayaan terhadap Bartomeu tak lepas dari kegagalan Barcelona meraih gelar pada musim 2019-2020.

Setelah gagal merengkuh trofi Liga Spanyol, mereka hancur di Liga Champions. Lionel Messi dkk takluk 2-8 dari Bayern Muenchen pada perempat final.

Kekalahan memalukan itu pun berdampak pada suasana ruang ganti Barcelona, hingga membuat sang kapten sekaligus ikon Blaugrana, Lionel Messi, ingin hengkang.

Keinginan Lionel Messi untuk meninggalkan klub seolah menjadi klimaks permasalahan di tubuh organisasi Barcelona.

Setelah itu, berdasarkan hasil pemilihan umum, Joan Laporta resmi menjadi Presiden Barcelona, menggantikan Bartomeu, pada Maret 2021.

Joan Laporta mendapat 30.184 suara pada pemungutan suara Presiden Barcelona. Dia unggul dari dua kandidat presiden lainnya, Victor Font dengan 16.679 suara dan Toni Freixa dengan 4.769 suara.

Baca juga: Presiden Joan Laporta Sudah Bicara, Koeman Bertahan di Barcelona

Kontrak Messi habis

Joan Laporta selaku Presiden Barcelona langsung dihadapkan misi berat setelah terpilih. Dia perlu mempertahankan Messi yang kontraknya habis pada Juni 2021.

Joan Laporta sempat memberikan sinyal positif terkait mis tersebut. Dia mengatakan hanya perlu menyelesaikan beberapa detail untuk kemudian mengumumkan kontrak baru La Pulga.

Adapun detail itu dipercaya berkaitan dengan perihal gaji Messi di tengah kondisi keuangan Barcelona yang kurang stabil.

Salam perpisahan warnai akhir kerja sama Messi dan Barcelona

Saat banyak pihak meyakini Barcelona bakal mengumumkan perpanjangan kontrak baru dengan Lionel Messi, kabar mengejutkan datang.

Bukannya mengumumkan kontrak baru, Barcelona justru mengungkapkan akhir kerja sama dengan sang megabintang, Lionel Messi, pada Jumat (6/8/2021) dini hari WIB.

Barcelona mengeluarkan pengumuman singkat di situs mereka, menyesali kondisi ekternal yang memaksa mereka gagal mempertahankan Lionel Messi.

"Walau FC Barcelona dan Lionel Messi mencapai kesepakatan dan niat jelas dari kedua belah pihak untuk menandatangani kontrak hari ini, hal tersebut tak dapat tercapai karena rintangan finansial dan struktural (regulasi Liga Spanyol)," tulis pernyataan Barcelona.

"Sebagai akibat dari situasi ini, Messi tak akan bertahan di FC Barcelona. Kedua belah pihak menyesali dengan sangat bahwa keinginan pemain dan klub pada akhirnya tak bisa terwujud."

Dalam pengumuman tersebut, Barcelona pun mengucapkan salam perpisahan dengan ungkapan terima kasih atas setiap kontribusi yang telah diberikan Lionel Messi.

Pihak klub juga mendoakan hal terbaik untuk kelanjutan karier La Pulga.

"FC Barcelona dengan sepenuh hati mengekspresikan rasa terima kasih kepada sang pemain atas kontribusinya terhadap kemajuan klub dan mendoakan yang terbaik baginya untuk masa depan dalam kehidupan pribadi dan profesional."

Sementara itu, Mundo Deportivo mengutarakan ada tiga hal besar yang turut membuat pecah kongsi ini terjadi.

Salah satu yang utama adalah kegagalan Barcelona mendatangkan bek tengah Atalanta Cristian Romero, rekan setim Messi saat Argentina menjuarai Copa America 2021.

Messi secara khusus meminta Blaugrana memperbaiki lini belakang dan kegagalan klub memastikan kedatangan Romero ditenggarai menjadi penyebab sang megabintang mengambil keputusan berpisah.

Di samping itu, Messi dipercaya belum begitu yakin dengan daya kompetitif Barcelona meski pihak klub sudah mendatangkan beberapa pemain anyar, seperti Sergio Aguero dan Memphis Depay.

Messi dilaporkan menganggap kalau kubu Blaugrana masih kurang beberapa tambahan personel di area kunci jika ingin meraih gelar.

Setelah itu, batasan gaji dan regulasi LaLiga juga disebut menjadi halangan utama yang Barcelona temui dalam upaya mendapatkan tanda tangan Messi.

Beban gaji Barcelona masih terlalu berat kendati sang megabintang dilaporkan telah menerima potongan gaji hingga 50 persen.

Barcelona ditengarai hampir tak punya ruang gerak finansial sama sekali.

Bahkan, berita soal kerja sama antara LaLiga dan CVC Capital Partners yang seharusnya memberi Barcelona suntikan dana sekitar 270 juta euro ternyata tak membantu.

Sky Sports mengatakan, Barcelona dan juga Real Madrid pada saat ini menolak investasi dari CVC karena mereka tak ingin pemasukan masa depan mereka diambil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.