Tonton Pertandingan Sepak Bola Bisa Jadi Imun, Kompetisi Liga 1 Sebaiknya Digelar

Kompas.com - 15/07/2021, 05:45 WIB
Persiapan Liga 1 2021, Arema FC latihan rutin dipimpin pelatih asing asal Portugal, Eduardo Almeida di Lapangan ketawang Gondanglegi Kabupatan Malang, Jawa Timur, Jumat (28/05/2021) pagi. KOMPAS.com/Suci RahayuPersiapan Liga 1 2021, Arema FC latihan rutin dipimpin pelatih asing asal Portugal, Eduardo Almeida di Lapangan ketawang Gondanglegi Kabupatan Malang, Jawa Timur, Jumat (28/05/2021) pagi.
|

JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah menjadi hambatan serius bagi sepak bola Indonesia. Sejak Maret 2020, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 telah terhenti.

Ada asa Liga 1 2021/2022 dan Liga 2 2021 untuk digulirkan pada 9 Juli 2021 lalu. Namun kembali ditunda karena angka pandemi Covid-19 masih tinggi.

Penundaan jadwal kompetisi Liga 1 2021/2022 dan Liga 2 2021 itu telah menjadi perhatian serius dr. Tirta Mandira Hudhi atau yang akrab disapa Dokter Tirta.

Sosok yang belakangan sering menjadi influencer terkait pandemi Covid-19 itu berharap kompetisi Liga 1 2021/2022 dan Liga 2 2021 bisa segera bergulir.

“Pertimbangannya sederhana. Saat ini psikis masyarakat itu terganggu. Tidak dalam situasi yang ideal karena beragam berita tentang pandemi Covid-19 yang berlebihan. Masyarakat butuh hiburan. Hiburan itu bisa menjadi imun agar tubuh sehat. Siaran pertandingan sepak bola itu adalah hiburan,” kata dr. Tirta, Rabu siang (14/7/2021).

Baca juga: Mundurnya Kick Off Liga 1 Berisiko bagi Penggawa Muda PS Sleman

Sosok yang juga dikenal sebagai pengusaha itu juga memahami soal adanya ketakutan akan memunculkan klaster baru dari sepak bola jika kompetisi digulirkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengingatkan, pada perhelatan Piala Menpora 2021 lalu telah diterapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, ketakutan itu pun tak terjadi.

“Memang ada sedikit masalah soal disiplin suporter usai perhelatan final Piala Menpora 2021 lalu. Tinggal fokusnya saat ini bagaimana PSSI dan LIB (PT Liga Indonesia Baru) bisa memastikan kepada publik bahwa suporter atau penonton tidak datang ke stadion atau berkerumun," jelas dia. 

"Harus ada aturan tegas. Jika tetap ada suporter yang datang, klub akan mendapatkan hukuman berat,” ujarnya menambahkan. 

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, mendukung penuh apa yang diutarakan dr. Tirta.

“Kami sepakat, menonton sepak bola adalah imun. Sambil berharap angka pandemi Covid-19 turun, mari semuanya berkomitmen dengan rencana bergulirnya kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Tidak datang ke stadion, cukup dukung dari rumah dan tidak berkerumun,” sebut Akhmad Hadian Lukita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.