Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mundurnya "Kick Off" Liga 1 Berisiko bagi Penggawa Muda PS Sleman

Kompas.com - 13/07/2021, 23:53 WIB
Josephus Primus

Penulis

Sumber PSS Sleman

SLEMAN, KOMPAS.com - Mundurnya kick off Liga 1 lantaran masih meluasnya pandemi, menurut pendapat Kepala PS Sleman Development Center Guntur Cahyo Utomo berisiko bagi penggawa muda PS Sleman.

Sementara itu, PS Sleman punya alasan tetap menyiapkan pemain belia saat pandemi Covid-19 masih melanda seperti sekarang ini.

“Semua ini merupakan bentuk nyata komitmen PS Sleman melakukan pembinaan usia muda," kata Guntur Cahyo Utomo di Sleman, Yogyakarta, pada Selasa (13/7/2021).

Meski kondisi saat ini belum pasti, PS Sleman Development Center tetap berproses menyiapkan para talenta muda tetap aktif.

Baca juga: Alasan PS Sleman Siapkan Pemain Belia saat Pandemi Covid-19

Tim pelatih telah memberikan rencana program untuk dijalankan para penggawa muda PS Sleman.

Guntur lebih lanjut mengakui bahwa situasi pandemi Covid-19 memang berat.

"Tapi, kami tak boleh menyerah," kata Guntur menegaskan.

Kiper PS Sleman Adi Satryo. Musim 2021-2022 adalah pertamanya bersama Super Elja.

?Di musim pertama dengan PS Sleman ini saya akan berusaha profesional. Memberikan semua kemampuan yang terbaik untuk PS Sleman,? kata Adi Satryo.*

PSS Sleman Kiper PS Sleman Adi Satryo. Musim 2021-2022 adalah pertamanya bersama Super Elja. ?Di musim pertama dengan PS Sleman ini saya akan berusaha profesional. Memberikan semua kemampuan yang terbaik untuk PS Sleman,? kata Adi Satryo.*

Lebih lanjut Guntur menambahkan , kick off Liga 1 belum pasti, meski disebut bakal bergulir Agustus 2021.

Akan tetapi, andaikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang, diperkirakan kick off Liga 1 akan lebih molor.

"Ini kan jelas berpengaruh pada pelaksanaan kompetisi Elite Pro Academy (EPA)," tutur Guntur.

Dalam program kerja yang sudah disusun untuk 12-17 Juli 2021 selama pemberlakuan PPKM Darurat, para pemain tetap berlatih secara mandiri di rumah masing-masing.

Berpose dari kiri ke kanan (arah pembaca) Asisten Pelatih PS Sleman Mladen Dodic, Pelatih Kepala PS Sleman Dejan Antonic, dan Direktur Akademi PS Sleman Guntur Cahyo Utomo di Lapangan Pugeran, Sleman, Yogyakarta, Senin (3/5/2021).

PSS Sleman Berpose dari kiri ke kanan (arah pembaca) Asisten Pelatih PS Sleman Mladen Dodic, Pelatih Kepala PS Sleman Dejan Antonic, dan Direktur Akademi PS Sleman Guntur Cahyo Utomo di Lapangan Pugeran, Sleman, Yogyakarta, Senin (3/5/2021).

"Mereka mendapatkan pendampingan secara live menggunakan media online," terang Guntur.

Selain latihan fisik bagi para pemain berbagai kelompok usia (U16, U17, U18, dan U20), pada minggu kedua akan diberikan sesi kelas analisis taktik dan sesi konsultasi fisioterapi bagi pemain yang mengalami cedera.

“Mereka pun menjalani live latihan fisik untuk dinilai oleh tim pelatih,” jelas Guntur.

Dalam pelaksanaannya, kata Guntur, tugas diberikan kepada para pemain secara tertulis.

Pemain muda lulusan PS Sleman Development Center Rizza Fadillah berlatih bersama tim PS Sleman senior di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Sleman pada  Kamis (1/7/2021) sore.PSS Sleman Pemain muda lulusan PS Sleman Development Center Rizza Fadillah berlatih bersama tim PS Sleman senior di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Sleman pada Kamis (1/7/2021) sore.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com