Kompas.com - 11/07/2021, 05:40 WIB
|

KOMPAS.com - Italia menggunakan dua jalan untuk sampai ke final Euro 2020. Pertama adalah jalur indah bernama tikitalia, lalu jalan cerdik bin “licik” yang disebut furbizia.

Adu kuat Italia vs Inggris mentas pada laga final Piala Eropa alias Euro 2020 di Stadion Wembley, Minggu (11/7/2021) atau Senin (12/7/2021) dini hari pukul 02.00 WIB.

Perjalanan Italia sampai ke final Piala Eropa 2020 diwarnai oleh peragaan permainan ofensif memukau berlabel tikitalia plus raihan sederet rekor.

Gli Azzurri (Si Biru), julukan Italia, menampilkan permainan menyerang berbasis operan pendek dan permutasi posisi yang cair. Cap tikitalia alias tiki-taka ala Italia pun menempel kepada anak asuh Roberto Mancini.

Dari laga pertama fase grup sampai semifinal, Italia telah mengemas 12 gol, alias cuma kalah tajam dari Spanyol (13 gol).

Spirit kolektivitas begitu mengemuka di skuad Gli Azzurri saat ini. Mereka menuju final Euro 2020 di Wembley dengan bekal rekor 33 laga tanpa kalah secara beruntun!

Baca juga: Italia Vs Inggris, Mancini: Lolos ke Final Euro 2020 Saja Tidak Cukup

Euro 2020 juga menjadi saksi di mana Italia sempat tak kebobolan dalam durasi 1.000 menit lebih, termasuk menghitung laga-laga mereka sebelum turnamen.

“Kekuatan kami adalah tim. Pelatih menyusun tim di mana tidak ada starter dan pemain cadangan.”

“Setiap pemain selalu siap berkorban demi rekan setim,” ujar penyerang sayap Italia, Lorenzo Insigne, usai mengalahkan Turki 3-0 pada laga pembuka.

Di samping tikitalia, ada jalan lain yang dipakai Italia untuk bisa melangkah jauh di Piala Eropa 2020.

Jalan tersebut bernama furbizia. Secara harfiah, furbizia bermakna licik.

Sekilas konotasi kata itu negatif. Tapi, dalam budaya Italia, furbizia ada di tempat yang terhormat. Batas antara licik dan cerdik menjadi setipis rambut.

Baca juga: Final Euro 2020 Italia Vs Inggris, Harry Kane Bawa Semangat 1966

Kata tersebut sering digunakan kala menyebut orang yang lihai atau cerdik. Fare il furbo berarti bertindak cerdas.

Furbizia, senjata kaum tak berdaya, ini adalah warisan Italia dari sejarah panjang ketidakberdayaan politik dan militer.”

“Kecerdasan sebagai metode untuk bertahan hidup telah dipraktikkan sejak dahulu kala dan berkembang menjadi sebuah keahlian,” demikian ulasan soal furbizia dalam artikel berjudul The Italian Art of Survival di New York Times.

Praktik furbizia juga merambah dunia sepak bola. Italia melakukannya secara sempurna di Euro 2020.

Prinsipnya, raihan kemenangan menjadi tujuan utama. Caranya bisa bermacam-macam, boleh jadi dengan mengulur-ulur waktu, protes kepada wasit, sampai teror psikologis kepada musuh.

Media El Pais baru-baru ini menyoroti praktik furbizia ala Italia yang berdampak kepada runtuhnya mentalitas Spanyol jelang adu penalti di semifinal Euro 2020.

Kala itu, setelah melakukan buang undi koin, kapten Italia, Giorgio Chiellini, yang tampak santai, sembari tertawa renyah mendekap erat utusan Spanyol, Jordi Alba.

Alba yang berpostur 10 cm lebih pendek dan terlihat tegang, bak musnah tenggelam dalam dekapan hangat Chiellini.

Aksi rangkulan Chiellini itu dituding media-media Spanyol sebagai siasat psikologis Italia untuk menjatuhkan mental Alba dkk. Italia pun menang 4-2 atas Spanyol di adu penalti.

Tak cuma itu, pada laga perempat final kontra Belgia, Italia juga begitu lihai mempraktikkan seni furbizia.

“Mereka (Italia) bisa begitu menyebalkan pada akhir laga, berguling-guling dengan semua muslihat itu,” kata pandit BBC, Gary Lineker, mengomentari partai Belgia vs Italia.

“Namun, mereka tahu cara untuk menuntaskan laga saat berada dalam posisi unggul,” tutur Lineker lagi.

Baca juga: Jersey Final Euro 2020: Italia Pakai Kostum Hoki, Inggris Putih Lagi

Stuart James dalam kolomnya di The Athletic menyebut Italia dan segala muslihatnya membuat 12 menit permainan hilang begitu saja dalam laga kontra Belgia.

Begitu unggul 2-1 atas Belgia, Gli Azzurri mulai menampilkan seni furbizia.

Cara Italia membuang waktu adalah dengan sering melakukan pelanggaran tak perlu, berlama-lama tersungkur ketika dijatuhkan, dan menghalangi lawan mengambil bola mati secara cepat.

Dalam 21 menit terakhir duel Belgia vs Italia, pertandingan sampai terhenti 22 kali lantaran tendangan bebas, tendangan gawang, pergantian pemain, dan banyak hal lain.

Kelihaian Italia melakukan furbizia kerap dipandang negatif. Namun, kemampuan semacam itu bisa sangat krusial dalam sepak bola.

Baca juga: Final Euro 2020: 8 Pemain Italia Pernah Bikin Wembley Ternoda

Apabila Perancis mempraktikkan hal serupa saat unggul 3-1 atas Swiss pada fase 16 besar silam, barangkali Tim Ayam Jantan tak akan tersingkir dini di Euro 2020.

Menjelang duel melawan Inggris di final Euro 2020, bek senior Italia, Leonardo Bonucci, tanpa ragu menyebut lagi kata furbizia.

“Inggris juga punya pertahanan super, mereka jarang kebobolan dengan mengandalkan pemain hebat seperti Harry Maguire dan John Stones.”

“Dibutuhkan fokus yang tinggi dan furbizia (kecerdikan) untuk mencetak gol,” tutur Bonucci dalam konferensi pers virtual di Coverciano, Firenze, Jumat (9/7/2021) yang turut dihadiri oleh KOMPAS.com.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO - Arema FC Raih Hasil Sempurna, Persembahkan untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

BERITA FOTO - Arema FC Raih Hasil Sempurna, Persembahkan untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Liga Indonesia
Beban Persik Kian Berat Usai Telan Kekalahan Kedelapan dari Persib

Beban Persik Kian Berat Usai Telan Kekalahan Kedelapan dari Persib

Liga Indonesia
Persik Vs Persib, Performa Menjanjikan Maung Bandung di Liga 1

Persik Vs Persib, Performa Menjanjikan Maung Bandung di Liga 1

Liga Indonesia
Klasemen BWF World Tour Finals 2022: Hendra/Ahsan dan Apriyani/Fadia di Puncak

Klasemen BWF World Tour Finals 2022: Hendra/Ahsan dan Apriyani/Fadia di Puncak

Sports
Inggris Vs Perancis, Tak Ada Karpet Merah untuk Kylian Mbappe

Inggris Vs Perancis, Tak Ada Karpet Merah untuk Kylian Mbappe

Internasional
Ronaldo Tolak Latihan bareng Pemain Cadangan Usai Portugal Lolos 8 Besar Piala Dunia 2022

Ronaldo Tolak Latihan bareng Pemain Cadangan Usai Portugal Lolos 8 Besar Piala Dunia 2022

Sports
Rekap Hasil BWF World Tour Finals 2022: Gregoria Bungkam Andalan China, Jonatan Christie Tumbang

Rekap Hasil BWF World Tour Finals 2022: Gregoria Bungkam Andalan China, Jonatan Christie Tumbang

Badminton
Klasemen Liga 1: Persib Geser Arema FC, PSM Makassar Kuasai Puncak

Klasemen Liga 1: Persib Geser Arema FC, PSM Makassar Kuasai Puncak

Sports
Piala Dunia 2022, Krisis Timnas Jerman akibat Kabar Keberpihakan Hansi Flick

Piala Dunia 2022, Krisis Timnas Jerman akibat Kabar Keberpihakan Hansi Flick

Internasional
Hasil Persik Vs Persib: Da Silva Brace, Teja Tepis Penalti, Maung Menang 3-0

Hasil Persik Vs Persib: Da Silva Brace, Teja Tepis Penalti, Maung Menang 3-0

Sports
Hasil BWF World Tour Finals 2022: Ahsan/Hendra Tuntaskan Revans atas Wakil Malaysia

Hasil BWF World Tour Finals 2022: Ahsan/Hendra Tuntaskan Revans atas Wakil Malaysia

Badminton
Piala Dunia 2022, Jack Grealish Puji Tinggi Jude Bellingham

Piala Dunia 2022, Jack Grealish Puji Tinggi Jude Bellingham

Internasional
Hasil BWF World Tour Finals 2022: Debut Manis Rinov/Pitha

Hasil BWF World Tour Finals 2022: Debut Manis Rinov/Pitha

Sports
BWF World Tour Finals 2022: Anthony Ginting Tenang, lalu Menerjang

BWF World Tour Finals 2022: Anthony Ginting Tenang, lalu Menerjang

Badminton
Maroko Kalahkan Spanyol, Kemenangan untuk Seluruh Afrika dan Negara Arab

Maroko Kalahkan Spanyol, Kemenangan untuk Seluruh Afrika dan Negara Arab

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.