Prediksi Italia Vs Inggris: Three Lions Menerjang Sejarah, Penalti Jadi Penentu

Kompas.com - 09/07/2021, 18:00 WIB
Striker Inggris Harry Kane (tengah) berselebrasi dengan penonton setelah memenangi laga sepak semifinal Euro 2020 antara Inggris vs Denmark di Stadion Wembley di London pada 7 Juli 2021. AFP/CATHERINE IVILLStriker Inggris Harry Kane (tengah) berselebrasi dengan penonton setelah memenangi laga sepak semifinal Euro 2020 antara Inggris vs Denmark di Stadion Wembley di London pada 7 Juli 2021.

KOMPAS.com - Adu penalti diprediksi menjadi penentu duel akbar antara Italia dan Inggris pada final Euro 2020.

Lalu, melalui drama adu penalti itulah The Three Lions, julukan timnas Inggris, diprediksi mengalahkan Italia dan menjadi juara Piala Eropa untuk kali pertama dalam sejarah.

Prediksi tersebut disampaikan oleh bek timnas Inggris dan Liverpool, Jamie Carragher, menjelang duel Italia vs Inggris yang bakal berlangsung di Stadion Wembley, London, pada Senin (12/7/2021) dini hari WIB.

Menurut Carragher, laga akan berlanjut hingga babak adu penalti karena kedua tim memiliki pertahanan yang kuat.

Baca juga: Jadwal Final Euro 2020, Laga Idaman Italia Vs Inggris di Wembley

Hal itu terbukti lewat status Inggris dan Italia sebagai dua tim dengan jumlah clean sheet terbanyak dalam pergelaran Euro 2020.

Sejauh ini, Inggris sudah mencatatkan lima clean sheet dari enam pertandingan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Italia mencatatkan tiga clean sheet dari fase grup hingga semifinal Euro 2020 kontra Spanyol.

"Saya tidak berpikir akan ada terlalu banyak gol dalam pertandingan nanti. Italia sangat kuat dalam bertahan, begitu juga Inggris," kata Jamie Carragher, dikutip dari laman Football Italia.

Baca juga: 3 Alasan Inggris Bisa Kalahkan Italia pada Final Euro 2020

"Saya pikir itu akan menjadi 1-1 kemudian berlanjut ke adu penalti dan Inggris keluar sebagai pemenang," ucap Carragher.

Carragher percaya Inggris akan memenangi adu penalti karena anak-anak asuh Gareth Southgate disebut kerap berlatih dalam situasi yang sangat menguji mental tersebut.

"Kami telah banyak berlatih adu penalti, jadi jangan biarkan itu berakhir sia-sia," ujar Carragher.

"Saya pikir ini final yang ideal. Saya pikir mereka telah menjadi dua tim paling mengesankan dalam kompetisi ini dan pemenang laga akan mendapatkanya hasilnya nanti," tutur Carragher menjelaskan.

Baca juga: Aroma Belanda di Laga Final Euro 2020 Italia Vs Inggris

Prediksi yang diutarakan Carragher secara tidak langsung menunjukkan bahwa Inggris akan menerjang sejarah pada final Euro 2020 kontra Italia nanti.

Saat ini, sejarah menunjukkan bahwa Inggris memiliki catatan mengkhawatirkan ketika melakoni duel adu penalti di ajang Piala Eropa atau Euro.

Dari empat adu penalti yang telah mereka jalani di Piala Eropa, tiga di antaranya berakhir kekalahan.

Berdasarkan data di laman resmi UEFA, Inggris baru satu kali memenangi adu penalti dalam empat kesempatan tersebut, yakni ketika bersua Spanyol pada perempat final Euro 1996.

Baca juga: Final Euro 2020 Italia Vs Inggris, Sang Juara Raih Hadiah Rp 585 M

Selain itu, sejarah pun menunjukkan bahwa Inggris belum pernah mengalahkan Italia di turnamen besar (Piala Dunia dan Eropa).

Mereka kalah dalam empat percobaan, termasuk ketika takluk adu penalti dari Italia pada perempat final Euro 2012.

Sejarah tak berpihak kepada Inggris, tetapi Jamie Carragher percaya The Three Lions akan menerjang sejarah kelam tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Happy Ending' di Aarhus dan Gongjin!

"Happy Ending" di Aarhus dan Gongjin!

Badminton
Kisah Pertemuan Pertama Francesco Bagnaia dengan Valentino Rossi

Kisah Pertemuan Pertama Francesco Bagnaia dengan Valentino Rossi

Sports
Isi Hati Marcus Gideon dan Fajar Alfian Usai Merah Putih Tak Berkibar di Podium Piala Thomas

Isi Hati Marcus Gideon dan Fajar Alfian Usai Merah Putih Tak Berkibar di Podium Piala Thomas

Badminton
Jadwal Liga Champions Pekan Ini, Big Match Atletico Madrid Vs Liverpool

Jadwal Liga Champions Pekan Ini, Big Match Atletico Madrid Vs Liverpool

Liga Champions
VIDEO - Aksi Ciamik Egy Maulana Vikri Selamatkan FK Senica dari Kekalahan

VIDEO - Aksi Ciamik Egy Maulana Vikri Selamatkan FK Senica dari Kekalahan

Liga Lain
Perusahaan Aset Kripto Perpanjang Napas Lazio

Perusahaan Aset Kripto Perpanjang Napas Lazio

Liga Italia
Pimpin Tim Kerja Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA, Ketua KOI Sigap Petakan Solusi

Pimpin Tim Kerja Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA, Ketua KOI Sigap Petakan Solusi

Sports
Merah Putih Tak Berkibar di Podium Piala Thomas 2020, Kemenpora Kecolongan?

Merah Putih Tak Berkibar di Podium Piala Thomas 2020, Kemenpora Kecolongan?

Badminton
Berkat Aksi Heroik, Reguilon dan Dier Dapat Man of the Match Bersama

Berkat Aksi Heroik, Reguilon dan Dier Dapat Man of the Match Bersama

Liga Inggris
Kilas Balik Liga Champions 1997-1998, Saat Dynamo Kiev Lumat Barcelona di Camp Nou

Kilas Balik Liga Champions 1997-1998, Saat Dynamo Kiev Lumat Barcelona di Camp Nou

Sports
Fakta Piala Thomas yang Pulang ke Indonesia, Tinggi 71 Cm dan Tertulis Inskripsi IBF

Fakta Piala Thomas yang Pulang ke Indonesia, Tinggi 71 Cm dan Tertulis Inskripsi IBF

Badminton
Top Skor Liga Inggris - Mo Salah Teratas, CR7 Melempem Lagi

Top Skor Liga Inggris - Mo Salah Teratas, CR7 Melempem Lagi

Liga Inggris
Indonesia Terancam Tak Bisa Jadi Host Event Olahraga Internasional, Ini Penjelasan Ketum KOI

Indonesia Terancam Tak Bisa Jadi Host Event Olahraga Internasional, Ini Penjelasan Ketum KOI

Sports
Jonatan Christie di Piala Thomas 2020: 376 Menit, 1 Smash Penentu Indonesia Juara

Jonatan Christie di Piala Thomas 2020: 376 Menit, 1 Smash Penentu Indonesia Juara

Sports
Profil Renshi Yamaguchi, 'Si Tukang Jagal' Asal Jepang

Profil Renshi Yamaguchi, "Si Tukang Jagal" Asal Jepang

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.