Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wasit Final Euro 2020 Pernah Adu Mulut dengan Bintang Timnas Italia

Kompas.com - 09/07/2021, 08:44 WIB
M. Hafidz Imaduddin,
Eris Eka Jaya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - UEFA resmi menunjuk wasit asal Belanda, Bjorn Kuipers, untuk memimpin laga final Euro 2020 yang mempertemukan Italia vs Inggris.

Fakta itu menjadi menarik karena Bjorn Kuipers pernah beradu mulut dengan bintang timnas Italia, Marco Verratti.

Laga final Euro 2020 antara Italia vs Inggris dijadwalkan dihelat di Stadion Wembley, London, Inggris, pada Senin (12/7/2021) dini hari WIB.

Pada Kamis (8/7/2021), UEFA mengumumkan bahwa Bjorn Kuipers adalah wasit utama yang akan memimpin laga final Euro 2020.

Wasit asal Belanda itu nantinya akan dibantu oleh kompatriotnya, yakni Sander van Roekel dan Erwin Zeinstra, sebagai hakim garis atau asisten.

Baca juga: Wasit Asal Belanda Jadi Pengadil di Final Euro 2020 Inggris Vs Italia

Dikutip dari situs UEFA, Bjorn Kuipers merupakan wasit asal Belanda pertama yang ditugaskan untuk memimpin final Euro.

Sebelum final Euro 2020, Bjorn Kuipers pernah berada satu lapangan dengan Marco Verratti.

Momen itu terjadi awal Mei 2021 pada laga leg kedua semifinal Liga Champions yang mempertemukan Manchester City vs Paris Saint-Germain di Stadion Etihad.

Pada laga tersebut, Bjorn Kuipers sedang bertugas sebagai wasit utama, sementara Verratti membela PSG.

Pertandingan Man City vs PSG saat itu berjalan sangat keras hingga Bjorn Kuipers harus mengeluarkan enam kartu kuning dan satu kartu merah.

Kartu merah tersebut dikeluarkan Bjorn Kuipers untuk mengusir rekan satu tim Verratti di PSG, Angel Di Maria.

Baca juga: Final Euro 2020, Fabio Capello: Italia Bisa Buat Masalah di Wembley!

Angel Di Maria langsung dihukum kartu merah karena dianggap sengaja menginjak kaki Fernandinho di pinggir lapangan ketika hendak mengambil bola.

Insiden pada menit ke-69 itu sempat membuat beberapa pemain PSG dan Man City terlibat cekcok di lapangan.

Pelatih PSG, Mauricio Pochettino, bahkan sampai harus masuk ke lapangan untuk menenangkan para pemainnya.

Setelah tensi mereda, para pemain PSG termasuk Marco Verratti sempat mengajukan protes ke Bjorn Kuipers atas kartu merah Di Maria.

Marco Verratti saat itu terlihat sempat beradu argumen dengan Bjorn Kuipers.

Meski demikian, Bjorn Kuipers tetap kukuh dengan keputusannya mengeluarkan kartu merah.

PSG saat itu pada akhirnya menyerah 0-2 dan gagal ke final Liga Champions seusai kalah agregat 1-4 dari Man City.

Baca juga: Final Euro 2020 Italia Vs Inggris, Ujian Sejati The Three Lions

Seusai laga, Marco Verratti kala itu sempat mengkritik Bjorn Kuipers. Verratti sebenarnya tidak mempermasalahkan kinerja Bjorn Kuipers.

Namun, gelandang berusia 28 tahun itu sangat kesal karena Bjorn Kuipers beberapa kali mengumpat ke pemain PSG.

"Satu-satunya hal yang tidak saya suka dari laga ini adalah wasit Bjorn Kuipers sering mengumpat 'f**k you' ke pemain PSG," kata Verratti dikutip dari situs RMC Sport.

"Jika saya mengatakan hal itu di lapangan, saya pasti akan dihukum larangan bermain 10 laga. Saya memang sering melakukan protes, tetapi saya tidak pernah mengatakan 'f**k you'," ujar Verratti menambahkan.

Sebelum UEFA menunjuk Bjorn Kuipers untuk memimpin final Euro 2020, Verratti sempat mengutarakan harapannya untuk siapapun pengadil yang ditugaskan.

Verratti berharap para wasit nanti bisa bekerja dengan adil dan tidak terpengaruh dengan atmosfer Stadion Wembley.

Baca juga: Dino Zoff: Tim Italia Ini Layak Mematahkan Kutukan di Piala Eropa

Pada akhir pernyataannya, Verratti juga memastikan timnas Italia tidak peduli dengan siapa pun wasit yang akan memimpin final Euro 2020.

"Wasit yang ditugaskan nanti pasti punya kualitas dan bisa bekerja dengan baik. Saya yakin siapa pun wasit yang ditunjuk tidak akan terpengaruh dengan atmosfer Wembley," kata Verratti dikutip dari Tuttomercato.

"Wasit yang ditunjuk pasti memiliki pengalaman memimpin laga-laga penting seperti Liga Champions. Pastinya, kami (timnas Italia) tidak akan takut," tutur Verratti menambahkan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ancelotti Ingin Pensiun di Madrid, Tekad Bawa Los Blancos Juara Liga Champions

Ancelotti Ingin Pensiun di Madrid, Tekad Bawa Los Blancos Juara Liga Champions

Liga Spanyol
Shin Tae-yong: Piala Asia Lebih Besar, Jangan Terkurung Piala AFF

Shin Tae-yong: Piala Asia Lebih Besar, Jangan Terkurung Piala AFF

Timnas Indonesia
Jadwal Singapore Open 2024: 8 Wakil Indonesia Berburu Tiket Perempat Final

Jadwal Singapore Open 2024: 8 Wakil Indonesia Berburu Tiket Perempat Final

Badminton
Hasil Final Conference League: Bekuk Fiorentina, Olympiakos Juara dan Cetak Sejarah

Hasil Final Conference League: Bekuk Fiorentina, Olympiakos Juara dan Cetak Sejarah

Liga Lain
Bayern Muenchen Resmi Tunjuk Vincent Kompany Jadi Pelatih Baru

Bayern Muenchen Resmi Tunjuk Vincent Kompany Jadi Pelatih Baru

Bundesliga
Borneo FC Vs Bali United, Huistra Ingin Tempat Ketiga, Penawar Kecewa

Borneo FC Vs Bali United, Huistra Ingin Tempat Ketiga, Penawar Kecewa

Liga Indonesia
STY Ungkap Jadwal Jordi, Idzes, dan Hubner Gabung ke Timnas Indonesia

STY Ungkap Jadwal Jordi, Idzes, dan Hubner Gabung ke Timnas Indonesia

Timnas Indonesia
Gantikan Xavi, Hansi Flick Resmi Jadi Pelatih Barcelona

Gantikan Xavi, Hansi Flick Resmi Jadi Pelatih Barcelona

Liga Spanyol
Pelatih Persib Ungkap 'Masalah' Jelang Final Leg 2 Lawan Madura United

Pelatih Persib Ungkap "Masalah" Jelang Final Leg 2 Lawan Madura United

Liga Indonesia
Borneo FC Vs Bali United, Teco Ingin Akhiri Kompetisi dengan Kisah Indah

Borneo FC Vs Bali United, Teco Ingin Akhiri Kompetisi dengan Kisah Indah

Liga Indonesia
Kisah Perjuangan Greysia Polii dalam 'Menembus Garis Batas'

Kisah Perjuangan Greysia Polii dalam "Menembus Garis Batas"

Badminton
Hasil Singapore Open 2024: Singkirkan Wakil India, Apri/Fadia ke 16 Besar

Hasil Singapore Open 2024: Singkirkan Wakil India, Apri/Fadia ke 16 Besar

Badminton
Hasil Singapore Open 2024: Fajar/Rian ke 16 Besar Singkirkan Wakil Jerman

Hasil Singapore Open 2024: Fajar/Rian ke 16 Besar Singkirkan Wakil Jerman

Badminton
Hasil Singapore Open 2024: Pulangkan Wakil Perancis, Chico ke 16 Besar

Hasil Singapore Open 2024: Pulangkan Wakil Perancis, Chico ke 16 Besar

Badminton
Instruksi Wajib Persebaya bagi Pemain Terikat Kontrak Saat Libur Liga 1

Instruksi Wajib Persebaya bagi Pemain Terikat Kontrak Saat Libur Liga 1

Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com