Kompas.com - 06/07/2021, 08:40 WIB
ROMA, ITALIA - Dalam foto yang disediakan oleh UEFA ini, pelatih timnas Italia, Roberto Mancini,berbicara kepada media pada sesi konferensi pers jelang laga Grup A Euro 2020 antara Italia kontra Swiss di Stadion Olimpico, 15 Juni 2021. ©UEFAROMA, ITALIA - Dalam foto yang disediakan oleh UEFA ini, pelatih timnas Italia, Roberto Mancini,berbicara kepada media pada sesi konferensi pers jelang laga Grup A Euro 2020 antara Italia kontra Swiss di Stadion Olimpico, 15 Juni 2021.
|

Sebagai informasi, filosofi tiki-taka membuka jalan Spanyol menuju era tersukses mereka di sepanjang sejarah.

Baca juga: Live Match (Link Live Streaming) Italia Vs Spanyol, Dini Hari Nanti

Berbekal permainan operan yang mengalun rapi layaknya orkestra indah, Spanyol memenangi Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012.

Sementara itu, sejak Cesare Prandelli tak lagi memegang kendali tim pasca-Piala Dunia 2014, Italia menanggalkan konsep bermain cantik dan kembali kepada paham sepak bola reaktif di bawah arahan Gian Piero Ventura dan Antonio Conte.

Kehadiran Mancini pada Mei 2018 mengubah paradigma bermain Italia. Sejak awal, Mancini ingin melihat anak asuhnya bersenang-senang di lapangan.

“Spanyol menemukannya, konsep itu mengantarkan mereka kepada kesuksesan luar biasa dan mereka melanjutkannya dengan bagus,” kata Mancini soal tiki-taka dalam konferensi pers jelang laga Italia vs Spanyol, Senin (5/7/2021).

“Penguasaan bola kami agak berbeda. Kami orang Italia dan tak bisa mendadak menjadi Spanyol. Kami akan mencoba memainkan gaya kami,” kata Mancini lagi.

Baca juga: Prediksi Italia Vs Spanyol - La Roja Inferior, Azzurri Vince e Convince

Perbedaan paling kentara dari tikitalia ala Mancini dengan tiki-taka Spanyol terletak pada permutasi posisi pemain.

Mancini suka mendaulat bek sayap kirinya dan gelandang kanan untuk ikut merangsek ke depan membentuk kuintet penyerangan.

Alhasil, dalam posisi memegang bola, skema 4-3-3 Italia segera bertransformasi menjadi 3-2-5.

Perubahan formasi di tengah laga semacam itu sudah menjadi fenomena biasa di kompetisi Serie A Liga Italia.

Salah satu figur yang memicu tren tersebut di Liga Italia adalah pelatih asal Portugal, Paulo Sousa, kala melatih Fiorentina pada rentang 2015-2017.

Paulo Sousa kala itu memperkenalkan sistem hybrid, yakni transformasi 4-3-3 menjadi 3-2-5, mirip seperti apa yang dilakukan Mancini bersama Italia saat ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber UEFA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil PSM Vs Persik: Tak Ada Pemenang, Skor 0-0 Tetap Terjaga

Hasil PSM Vs Persik: Tak Ada Pemenang, Skor 0-0 Tetap Terjaga

Liga Indonesia
Hasil Persikabo Vs Barito Putera - Laskar Antasari Tahan Imbang Laskar Padjajaran

Hasil Persikabo Vs Barito Putera - Laskar Antasari Tahan Imbang Laskar Padjajaran

Liga Indonesia
Profil Achmad Figo, Bek Muda yang Dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia

Profil Achmad Figo, Bek Muda yang Dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia

Sports
Restu Semesta dan 8 Fakta Menarik Pertemuan Bhayangkara FC Vs Persebaya

Restu Semesta dan 8 Fakta Menarik Pertemuan Bhayangkara FC Vs Persebaya

Liga Indonesia
Tiba di India, Timnas Putri Indonesia Tak Langsung Gelar Latihan

Tiba di India, Timnas Putri Indonesia Tak Langsung Gelar Latihan

Liga Indonesia
HT PSS Vs Madura United: Kiper Kena Kartu Merah, Tim Elang Jawa Tertinggal 0-1

HT PSS Vs Madura United: Kiper Kena Kartu Merah, Tim Elang Jawa Tertinggal 0-1

Liga Indonesia
Babak Pertama PSM Vs Persik Minim Peluang, Skor Masih 0-0

Babak Pertama PSM Vs Persik Minim Peluang, Skor Masih 0-0

Liga Indonesia
Kinerjanya Kembali Disorot Bobotoh, Pelatih Persib Angkat Bicara

Kinerjanya Kembali Disorot Bobotoh, Pelatih Persib Angkat Bicara

Liga Indonesia
Link Live Streaming Bhayangkara FC Vs Persebaya di Liga 1 Malam Ini

Link Live Streaming Bhayangkara FC Vs Persebaya di Liga 1 Malam Ini

Liga Indonesia
Hendry Saputra, Pelatih Tegas yang Bawa Tunggal Putra Indonesia Kembali Berjaya

Hendry Saputra, Pelatih Tegas yang Bawa Tunggal Putra Indonesia Kembali Berjaya

Sports
AC Milan Dirugikan Saat Lawan Spezia, Wasit Dapat Hukuman

AC Milan Dirugikan Saat Lawan Spezia, Wasit Dapat Hukuman

Liga Italia
Link Live Streaming Borneo FC Vs Persib Bandung Malam Ini

Link Live Streaming Borneo FC Vs Persib Bandung Malam Ini

Liga Indonesia
Daftar 27 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday, Ada Elkan Baggott

Daftar 27 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday, Ada Elkan Baggott

Liga Indonesia
Link Live Streaming PSM Vs Persik, Kick-off 15.15 WIB

Link Live Streaming PSM Vs Persik, Kick-off 15.15 WIB

Liga Indonesia
Link Live Streaming PSS Vs Madura United, Kick-off 15.15 WIB

Link Live Streaming PSS Vs Madura United, Kick-off 15.15 WIB

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.