Kompas.com - 05/07/2021, 12:30 WIB
Pelatih kepala Eduardo Almeida saat memimpin latihan rutin Arema FC untuk persiapan Liga 1 2021 di Stadion Gajayana Malang, Jawa Timur, Kamis (24/06/2021) sore. KOMPAS.com/Suci RahayuPelatih kepala Eduardo Almeida saat memimpin latihan rutin Arema FC untuk persiapan Liga 1 2021 di Stadion Gajayana Malang, Jawa Timur, Kamis (24/06/2021) sore.

MALANG, KOMPAS.com - Melonjaknya angka kasus Covid-19 membuat Indonesia kembali dalam kondisi siaga.

Berdasarkan data dari Covid19.go.id pada Sabtu (3/7/2021) lalu
terkonfirmasi peningkatan kasus sebanyak 27.913 dalam kurun waktu 24 jam.

Catatan itu Menjadi rekor lonjakan harian positif baru selama pandemi Covid-19 di Indonesia.

Dengan penambahan tersebut total jumlah kasus corona di Indonesia per Sabtu sore mencapai 2.256.851 orang

Lonjakan jumlah kasus positif yang tidak sepadan dengan tersedianya fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan menciptakan krisis.

Kini perlawanan Covid-19 bertumpu pada kerja keras pada tenaga kesehatan di garda depan.

Baca juga: Saran Pelatih Arema FC untuk Masa Depan Kompetisi Liga 1

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi ini membuat pelatih Arema FC Eduardo Almeida ikut prihatin. Apalagi para tenaga medis dan semua orang yang bergerak langsung di garda depan ikut mempertaruhkan nyawanya sendiri.

Dia mendoakan seluruh pejuang di garda depan diberikan kekuatan dan kemampuan untuk melawan pandemi.

“Kondisi ini tidak mudah bagi teman-teman yang berada di garda depan, rumah sakit atau kontak langsung dengan pasien positif Covid-19,” ujar pelatih asal Portugal.

“Saya berharap semua komponen yang berada di garda depan tetap kuat karena kondisi ini tidak mudah dan sulit. Saya berharap pandemi segera selesai dan semua dokter, perawat hingga cleaning service di rumah sakit bisa diberikan kekuatan,” imbuhnya.

Tak sekedar memberikan dukungan moril, Eduardo Almeida juga mengajak semua pihak untuk terlibat aktif memerangi pandemi ini.

Dia menyarankan tidak perlu jauh-jauh. Dukungan konkret bisa dimulai dari bertanggung jawab terhadap diri masing-masing dan sekitar. Sebab himbauan hanya sekedar himbauan jika tidak diterapkan dengan kesadaran sendiri.

“Saya menegaskan Covid itu tanggung jawab masing-masing pribadi ketika pemain sudah berada di luar latihan.”

“Sekarang tidak bisa banyak bicara, apalagi masih 2 minggu PPKM. Yang jelas untuk terhindar dari Covid-19 tanggung jawab dari masing-masing pribadi, pemain harus jaga diri,” pungkas mantan pelatih Semen Padang.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.