Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bek PS Sleman Berkomentar soal Pandemi Covid-19 di Indonesia

Kompas.com - 05/07/2021, 10:40 WIB
Suci Rahayu,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

SLEMAN, KOMPAS.com - Sepak bola Indonesia kembali diuji setelah Liga 1 2021 resmi ditunda karena lonjakan kasus Covid-19.

Tim-tim dan para pemain yang sudah mempersiapkan diri pun hanya bisa mengelus dada tanda maklum. Padahal, Liga 1 2021 awalnya direncanakan mulai bergulir pada 10 Juli nanti.

Pemandangan yang cukup kontras jika melihat gegap gempita Euro 2020 yang meriah dengan kehadiran para suporter di setiap pertandingannya.

Melihat fenomena tersebut, bek PS Sleman, Aaron Evans, mengatakan kesuksesan Euro 2020 kali ini tidak lepas dari kesadaran masyarakat Eropa akan penerapan protokol kesehatan.

“Saya percaya orang-orang di sana mendengarkan aturan dan protokol di negara-negara tertentu. Dan itu memungkinkan mereka untuk dapat menggelar pertandingan dengan kehadiran suporter dan penonton,“ kata Aaron Evans kepada KOMPAS.com.

Baca juga: PS Sleman Patuhi PPKM Darurat, Tes Swab Antigen Wajib

Pemain asal Australia itu pun lantas membuat perbandingan dengan penerapan protokol kesehatan di Indonesia.

Dia sebenarnya melihat tingkat kesadaran masyarakat Indonesia sudah cukup tinggi. Hanya saja, di Indonesia penanganan pandemi jauh lebih menantang karena rentang geografis negara yang sangat luas ditambah jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa.

Butuh satu komitmen bersama yang tinggi, tenaga ekstra, dan waktu yang lebih panjang untuk bisa benar-benar menuntaskan pandemi.

“Saya tidak bilang orang-orang di Indonesia tidak mematuhi peraturan. Tapi, karena jumlah penduduk di sini, masyarakat harus ekstra hati-hati, mendengarkan, dan mematuhi aturan yang dibuat pemerintah. Sehingga, semuanya mudah-mudahan bisa kembali normal lebih cepat,” kata Aaron Evans berharap.

Baca juga: Persib Hentikan Sementara Sesi Latihan Tim Selama Masa PPKM Darurat

Sementara, untuk gelaran Euro 2020, Aaron Evans baru saja menelan pil pahit setelah tim jagoanya, Belgia, harus angkat koper setelah ditumbangkan Italia 1-2.

Meskipun demikian, dia mengatakan Euro tahun ini memang sangat seru dan sulit untuk diprediksi.

“Sekarang tersisa 4 tim, Euro 2020 sangat penuh dengan kejutan. Banyak tim-tim besar pulang.”

“Itulah kesenangan dari turnamen. Kadang tim favorit kita harus tersingkir dan kadang tim-tim kejutan bisa tampil bagus,” ujar eks pemain PSM Makassar mengakhiri.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com