Kompas.com - 24/06/2021, 17:20 WIB
SEVILLA, SPANYOL - 19 JUNI: Gelandang Spanyol, Pedri, beraksi dalam laga Grup E Euro 2020 melawan Polandia di Estadio La Cartuja, Sevilla, pada 19 Juni 2021. Fran Santiago - ©UEFASEVILLA, SPANYOL - 19 JUNI: Gelandang Spanyol, Pedri, beraksi dalam laga Grup E Euro 2020 melawan Polandia di Estadio La Cartuja, Sevilla, pada 19 Juni 2021.
|

KOMPAS.com - Pedri tampil memukau bersama Spanyol di Euro 2020. Pemuda didikan Lionel Messi menjelma menjadi matador sejati.

Pedro Gonzalez Lopez alias Pedri menyuguhkan penampilan gemilang bersama timnas Spanyol di Euro 2020.

Gelandang muda milik Barcelona itu menjadi salah satu inspirator utama kemenangan telak 5-0 Spanyol pada laga pamungkas Grup E kontra Slovakia, Rabu (23/6/2021).

Pedri memang tak mencetak gol atau assist. Tapi, ia begitu nyaman menari-nari di lapangan tengah, ibarat matador yang lincah menghindar dari terjangan banteng.

Tanpa operan visioner Pedri, mustahil gol kedua, ketiga, dan keempat Spanyol ke gawang Slovakia bisa tercipta.

Pedri berperan langsung dalam konstruksi serangan La Furia Roja, julukan Spanyol, yang berujung dengan gol Aymeric Laporte, Pablo Sarabia, dan Ferran Torres.

Baca juga: Hasil Slovakia Vs Spanyol - Pesta 5 Gol, Tim Matador Tembus 16 Besar Euro 2020

Dalam ketiga skenario gol tersebut, Pedri berperan sebagai pencetak pre-assist, alias pengoper terakhir sebelum terciptanya sebuah assist yang berujung gol.

Pada proses gol kedua Spanyol, kecermatan Pedri mengobservasi ruang membukakan jalan Gerard Moreno untuk menyediakan assist buat Aymeric Laporte.

Sang pemuda kelahiran Tegueste juga membuat Jordi Alba dan Pablo Sarabia berada dalam posisi nyaman untuk mengirim assist yang berujung kepada gol ketiga serta keempat Spanyol.

Pada akhirnya, Spanyol mencukur Slovakia 5-0 via gol bunuh diri kiper Martin Dubravka (30’), kontribusi Aymeric Laporte (45+3’), Pablo Sarabia (56’), Ferran Torres (67’), dan aksi bunuh diri lagi dari Juraj Kucka (71’)

Melihat bahwa Pedri berperan dalam tiga dari total lima gol ke gawang Slovakia, sudah cukup menunjukkan peran sentral sang gelandang muda dalam skema Spanyol racikan Luis Enrique.

Pedri mentas sebagai salah satu dari trio gelandang La Furia Roja dalam pakem 4-3-3.

Baca juga: Profil Aymeric Laporte, Si Pembelot yang Antar Spanyol ke 16 Besar Euro 2020

Pemuda yang mengidolakan Andres Iniesta itu mentas di pos gelandang kiri, berdampingan dengan Sergio Busquets, dan Koke.

Pemandangan menarik tersaji, lantaran permainan Spanyol seperti berpusat kepada pemuda kerempeng bernama Pedri.

Layaknya sang idola, Andres Iniesta, Pedri tak sedang berlari, tapi meluncur.

Manajemen ruang dan kemampuannya mengendalikan kecepatan serta-merta mengingatkan publik kepada sosok Andres Iniesta, pahlawan Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010.

Pedri tahu kapan waktu untuk melambatkan atau mempercepat lari. Ia juga dibekali otak cerdas yang sepersekian detik mampu memvisualisasikan situasi sekitar dan memproses keputusan.

Pengambilan keputusan yang cepat jelas menjadi atribut penting buat seorang gelandang.

Baca juga: Messi Samai Rekornya di Timnas Argentina, Mascherano Ucapkan Selamat

Tubuh tipis Pedri pun tak lagi disoroti, ketika bocah asli kepulauan Canaria itu bisa berpikir satu dua langkah di depan lawan.

“Saya selalu mencoba melihat sekitar sebelumnya dan mengamati di mana rekan setim dan musuh berada,” kata Pedri dalam sesi interviu dengan UEFA belum lama ini.

“Itu adalah sesuatu yang dipelajari di dalam lapangan ketika Anda bermain bersama kawan dan tak ada ruang di sana untuk berpikir. Saya banyak belajar dari itu.”

“Ketika menerima bola, Anda sudah tahu di mana pemain sayap berdiri. Jika mempersiapkannya dalam sesi latihan, Anda bisa melakukan itu tanpa melihat,” tutur Pedri.

Seolah-olah, berkat kemampuan mengobservasi keadaan dan ruang, Pedri bisa bermain dengan mata tertutup.

Jika Tim Matador adalah julukan Spanyol, maka Pedri saat ini adalah perwujudan sempurna dari label itu.

“Tidak, profesi saya tidak mengizinkan adanya batasan,” ujar salah satu matador profesional termashyur Spanyol, Juan Jose Padilla, seperti dikutip GQ.

Sebagai seorang matador yang biasa menghadapi terjangan banteng ganas, Juan Jose Padilla bukan cuma mesti punya bravado alias nyali, tapi juga kesigapan untuk menghindar.

Sembari memegang kain warna merah, gemulai aksi seorang matador dalam mengendalikan banteng kadang terlihat seperti tarian.

Mirip dengan apa yang selama ini diperlihatkan Pedri dengan kostum berkelir merah Spanyol di Euro 2020.

Berdasarkan statistik FBREF yang berpartner dengan Statsbomb, Pedri tercatat sebagai pemain Spanyol yang paling sering membawa bola ke arah depan minimal sejauh 5 yard (sekitar 4,5 meter).

Baca juga: Kata-kata Pedri Usai Jadi Pemain Termuda Spanyol di Piala Eropa

Pedri melakukan itu sebanyak 36 kali. Bukti bahwa ia punya paradigma berpikir vertikal dan jago dalam melepas diri dari penjagaan lawan.

Bukti lain yang menunjukkan bahwa Pedri adalah salah satu penggerak utama permainan Spanyol tampak dari catatan jumlah operannya menuju sepertiga akhir wilayah permainan lawan.

Sepanjang Euro 2020, Pedri melepas 41 operan menuju sepertiga akhir area permainan musuh. Torehan Pedri cuma kalah oleh gelandang senior Jerman yang bergelimang gelar di level klub dan timnas, Toni Kroos (59).

Hobi Pedri menonton aksi Andres Iniesta atau bahkan mengulik video legenda Barcelona di masa lampau, Michael Laudrup, boleh jadi meningkatkan kemampuannya dalam menerjemahkan ruang.

Kapten Barcelona Lionel Messi (kiri) merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Real Valladolid bersama Pedri. Duel Valladolid vs Barcelona yang berlangsung di Staidon Nuevo Jose Zorilla, Selasa (22/12/2020) atau Rabu dini hari WIB dimenangi Messi dkk dengan skor 3-0. AFP/CESAR MANSO Kapten Barcelona Lionel Messi (kiri) merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Real Valladolid bersama Pedri. Duel Valladolid vs Barcelona yang berlangsung di Staidon Nuevo Jose Zorilla, Selasa (22/12/2020) atau Rabu dini hari WIB dimenangi Messi dkk dengan skor 3-0.

Walau begitu, jangan lupakan peran besar Lionel Messi dalam perkembangan karier Pedri.

Pedri dan Messi menjalin kolaborasi sehati sepanjang musim 2020-2021 bersama Barcelona.

Bahkan, operan tumit Pedri mengantar Messi kepada penciptaan rekor 644 gol bersama Barcelona pada Desember tahun lalu. Kala itu, Messi menggeser Pele sebagai pesepak bola dengan kontribusi gol terbanyak untuk sebuah klub.

“Messi memberikan saya nasihat berharga tentang bagaimana menjaga fokus dan bermain dalam ruang di antara garis pertahanan dan lini tengah,” kata Pedri soal relasinya dengan Messi.

Baca juga: Pedri dan 5 Debutan Termuda Timnas Spanyol di Piala Eropa

Matador tak kenal batasan. Faktor usia sudah menjadi batas yang ditembus Pedri.

Dalam umur masih belasan, dia sudah menjadi langganan starter skuad Spanyol besutan Luis Enrique.

Saat tampil membela Spanyol melawan Swedia pada 14 Juni silam, Pedri menciptakan rekor sebagai debutan termuda La Furia Roja di putaran final Piala Eropa dalam usia 18 tahun, 6 bulan, dan 18 hari.

Menarik dinanti batasan apa lagi yang nantinya akan ditembus Pedri, si “matador” sejati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.