Kompas.com - 14/06/2021, 20:00 WIB
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, memimpin sesi latihan timnya di Stadion GBLA, Kota Bandung, Selasa (8/6/2021). KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAPelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, memimpin sesi latihan timnya di Stadion GBLA, Kota Bandung, Selasa (8/6/2021).

BANDUNG, KOMPAS.com - Robert Rene Alberts memuji reaksi para pemain Persib Bandung yang sigap melindungi Frets Butuan setelah mendapatkan terjangan keras pemain Tira Persikabo, Gilang Ginarsa.

Insiden yang menimpa Frets Butuan itu terjadi pada laga uji coba Persib vs Tira Persikabo di Stadion GBLA, Sabtu (12/6/2021).

Setelah mendapat terjangan keras dari Gilang Ginarsa, Frets langsung terkapar di lapangan.

Para pemain Persib lainnya sigap menghampiri Frets untuk memberikan pertolongan pertama. Sebab, terjangan tersebut tepat mengenai kepala Frets.

Alberts pun salut dengan respons yang ditunjukkan para pemainnya.

Baca juga: Persib Vs Tira Persikabo, Maung Bandung Terkendala Penyelesaian Akhir

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut pelatih kepala Persib itu, saat kejadian, Nick Kuipers dkk hanya fokus pada Frets.

Artinya, mereka tidak tersulut emosi berlebihan, yang malah menimbulkan keributan antarpemain di lapangan.

"Mereka juga langsung menjauhkan pemain Tira. Lalu tim medis kami masuk ke lapangan karena bisa saja itu menjadi cedera yang serius," kata Alberts di Stadion GBLA, Senin (14/6/2021).

Reaksi yang ditunjukkan para pemain Persib persis dengan respons penggawa timnas Denmark saat Christian Eriksen kolaps di lapangan.

Kejadian tersebut terjadi saat Denmark berhadapan dengan Finlandia pada laga Grup B Euro 2020, Sabtu (12/6/2021) malam WIB.

Saat Eriksen terjatuh, para pemain Denmark langsung menghampiri bintan Inter Milan itu untuk memberikan pertolongan pertama.

Tampak juga para pemain Denmark menjauhkan pemain lawan agar Eriksen bisa fokus mendapatkan pertolongan dari tim medis.

"Dan jika melihat apa yang terjadi di Euro terhadap Eriksen, mereka langsung melindungi temannya," ucap Alberts.

"Memberi ruang bagi tim medis untuk melakukan tindakan, menjauhkan pemain lain, menjaga privasi rekan setimnya agar tim medis bisa melakukan tugasnya," sambung dia.

Menurut Alberts, reaksi seperti itu sudah seharusnya menjadi budaya dalam sepak bola. Artinya, para pemain bisa saling menghargai dan melindungi satu sama lain.

Baca juga: Pemain Asing Terbaru Persib Kemungkinan Bergabung di Solo

Ketika terjadi insiden di lapangan, sudah seharusnya para pemain tidak melakukan tindakan berlebihan yang ujungnya malah menimbulkan kericuhan dalam pertandingan.

"Persib Bandung adalah contoh yang bagus terutama di pramusim. Bukan tentang hasil, tapi membangun rasa respek pemain kepada tim lain dan melindungi pemain sendiri," tegas Alberts.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.