Timnas Indonesia Menyerah dari UEA, Asisten Pelatih Akui Kualitas Garuda Tertinggal Jauh

Kompas.com - 12/06/2021, 14:00 WIB
Para pemain timnas Indonesia menyanyikan lagu kebangsaan sebelum menghadapi Vietnam di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (7/6/2021), pada laga lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. DOK. PSSIPara pemain timnas Indonesia menyanyikan lagu kebangsaan sebelum menghadapi Vietnam di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (7/6/2021), pada laga lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

KOMPAS.com - Timnas Indonesia menutup Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia dengan kekalahan telak dari Uni Emirat Arab (UEA).

Timnas Indonesia terpaksa menyerah dengan skor 0-5 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Zabeel, Dubai, Uni Emirat Arab, Jumat (11/6/2021).

Lima gol kemenangan UEA dibukukan Ali Mabkhout (2 gol), Fabio De Lima (2 gol), dan Sebastian Tagliabue.

Sementara itu, timnas Indonesia belum bisa memanfaatkan kesempatan saat wasit menghadiahi penalti.

Baca juga: Telan Pil Pahit di Kualifikasi Piala Dunia, Asisten STY Yakin Garuda Bisa Terus Berkembang

 Evan Dimas yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal menuntaskan tugasnya setelah tendangannya bisa ditepis kiper UEA, Ali Khaseif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kekalahan tersebut memastikan Indonesia mengakhiri Kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan berada di dasar klasemen Grup G.

Skuad Garuda hanya mengoleksi satu poin dari delapan pertandingan dengan rincian sekali imbang dan tujuh kekalahan.

Asisten pelatih timnas Indonesia, Choi In-cheul mengakui kualitas anak didiknya tertinggal jauh dari para pemain UEA.

Hal itu dikarenakan para pemain timnas Indonesia masih berusia muda dan belum banyak pengalaman bertanding di event besar.

"Kita ucapkan selamat untuk Uni Emirat Arab. Kami kalah dan tak bisa menguasai pertandingan. Saya kira kalau sukses mencetak gol dari penalti tadi, kami mungkin bisa bangkit," kata Choi In-cheul dilansir dari laman PSSI.

Baca juga: Ali Mabkhout, Penghancur Timnas Indonesia yang Jauhi Rekor Messi

"Namun, kami belajar dari pengalaman bertanding dan kekalahan ini, pasti nanti tim ini akan berkembang karena pemain rata-rata masih berusia muda," ujarnya.

Lebih lanjut, Choi In-cheul optimistis para pemain muda tersebut menjadi harapan besar bagi sepak bola Indonesia pada masa depan.

"Kami kalah dalam pengalaman bertanding. Kami punya banyak pemain muda," kata Choi In-cheul.

"Akan tetapi, sepak bola Indonesia punya harapan besar karena kehadiran mereka. Sepak bola Indonesia akan menjadi lebih baik lagi, saya yakin itu," tutur Choi In-cheul.



Sumber PSSI
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X