Kompas.com - 03/06/2021, 10:30 WIB
Gelandang dari Jepang, Taisei Marukawa menjalani latihan perdana bersama Persebaya Surabaya di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Selasa (01/06/2021) sore. Dokumentasi Persebaya SurabayaGelandang dari Jepang, Taisei Marukawa menjalani latihan perdana bersama Persebaya Surabaya di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Selasa (01/06/2021) sore.

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemain asing Persebaya Surabaya Taisei Marukawa akan mengenakan nomor punggung 10. Pemilihan nomor 10 merupakan permintaannya sendiri.

Dia memilih nomor 10 karena mengidolakan Lionel Messi. Selama ini pemain berjuluk La Pluga tersebut memang sangat melekat dengan nomor 10 di Barcelona dan timnas Argentina.

Baca juga: Latihan Perdana Buat Taisei Marukawa Makin Terkesan Dengan Persebaya

Selain Lionel Messi, Taisei Marukawa mengaku juga terinspirasi dari serial animasi Kapten Tsubasa yang juga mengenakan nomor punggung 10.

“Karena saya menyukai Messi, dan saya mengidolakan dia. Jadi saya ingin bermain seperti dia. Tentunya juga seperti Tsubasa,” ujar pemain berusia 24 tahun.

Di sisi lain nomor punggung 10 merupakan nomor keramat di Persebaya Surabaya. Pada masanya nomor 10 ini biasa digunakan oleh sosok-sosok pemain dengan kontribusi nyata kepada tim hingga menjadi ikon tersendiri.

Sebut saja Anang Ma’ruf, Ahmad Ariadi, Andik Vermansyah, atau Kurniawan Dwi Yulianto sehingga tidak sembarang pemain berani mengenakannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun semenjak kompetisi berubah wajah pada musim 2017, nomor 10 di Persebaya Surabaya justru mendatangkan nasib tragis pada penggunanya.

Sejak Persebaya Surabaya kembali diakui PSSI, ada sekitar empat pemain selain Taisei Marukawa yang pernah menggunakan nomor punggung 10.

Akan tetapi keempatnya berbagi nasib yang sama, yakni hanya bertahan satu musim bersama Persebaya Surabaya. Padahal mereka-mereka adalah pemain potensial yang cukup punya nama.

Nerius Alom menjadi pemain pertama yang mengenakan nomor 10 saat Persebaya Surabaya mengarungi kompetisi Liga 2 2017. Pemain terbaik ISL U21 2014 tersebut digadang bakal menjadi andalan lini tengah Bajul Ijo yang menyasar gelar juara.

Sayangnya dia tidak mampu menunjukkan kontribusi nyata kepada tim. Akhirnya, dia dilego ke tim lain pada akhir musim, padahal Persebaya Surabaya berhasil menjadi juara Liga 2 2017.

Kemudian Robertino Pugliara mengambil alih nomor punggung 10 yang ditinggalkan Nerius Alom. Dengan segudang pengalaman, pemain Argentina tersebut langsung menjadi pemain penting bagi Persebaya Surabaya di Liga 1 2018.

Makan Konate merayakan gol yang dicetaknya pada laga Madura United vs Persebaya yang berlangsung pada laga terakhir penyisihan Grup A, Piala Gubernur Jawa Timur 2020, di Stadion Gelora Bangkalan, Jumat (14/2/2020).Kompas.com/Suci Rahayu Makan Konate merayakan gol yang dicetaknya pada laga Madura United vs Persebaya yang berlangsung pada laga terakhir penyisihan Grup A, Piala Gubernur Jawa Timur 2020, di Stadion Gelora Bangkalan, Jumat (14/2/2020).

Sayangnya petaka terjadi pada pekan ke-25 melawan Borneo FC. Tekel horor Wahyudi Hamisi membuat kaki kanannya patah.

Robertino Pugliara pun harus mengakhiri musim lebih cepat dan diketahui belum bermain lain hingga saat ini.

Pada musim 2019, nomor punggung 10 digunakan oleh Damian Lizio. Pemain berpaspor Bolivia tersebut datang dengan prestasi mentereng.

Dia tercatat pernah menjadi bagian timnas Bolivia tampil di Copa America 2015. Dia juga pernah merasakan dilatih Diego Simeone saat bermain bersama di klub raksasa Argentina, River Plate.

Awal kedatangannya, Damian Lizio tampil mengesankan di Piala Indonesia dan Piala Presiden. Namun memasuki pertengahan musim Liga 1 2019, performanya menurun drastis. Hingga akhirnya Persebaya Surabaya mendepaknya pada saat itu juga.

Terakhir ada Makan Konate yang menjadi rekrutan fenomenal pada saat kedatangannya.

Saat direkrut pemain asal Mali tersebut menyandang status sebagai playmaker terbaik di Indonesia.

Makan Konate datang sebagai bagian ambisi Persebaya Surabaya untuk menjuarai Liga 1 2020. Kehadirannya membuat Persebaya yang beramunisi pemain-pemain papan atas menjadi favorit juara.

Sayangnya baru dua kali tampil bersama Persebaya Surabaya, kompetisi dihentikan karena pandemi Covid-19.

Makan Konate akhirnya memutuskan mundur dari Persebaya Surabaya dan bergabung dengan tim Liga Super Malaysia Terengganu FC.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wushu Bakal Punya Tempat Latihan di Jakarta

Wushu Bakal Punya Tempat Latihan di Jakarta

Sports
Harapan di Balik Penyelenggaraan Grand Final Piala Presiden Esports 2021 di Bali

Harapan di Balik Penyelenggaraan Grand Final Piala Presiden Esports 2021 di Bali

Sports
Babak Pertama Persib Vs Persebaya, Tembok Ernando Bendung Maung Bandung

Babak Pertama Persib Vs Persebaya, Tembok Ernando Bendung Maung Bandung

Liga Indonesia
Diterpa Isu Tak Sedap, Pelatih Malaysia Bantah Skuad Piala AFF 2020 Tidak Harmonis

Diterpa Isu Tak Sedap, Pelatih Malaysia Bantah Skuad Piala AFF 2020 Tidak Harmonis

Internasional
Daftar Nomor Punggung Timnas Indonesia di Piala AFF 2020, Egy Pakai No Keramat

Daftar Nomor Punggung Timnas Indonesia di Piala AFF 2020, Egy Pakai No Keramat

Liga Indonesia
Striker Naturalisasi Malaysia Panen Kritik, Dikatakan Sebagai Bukti Kegagalan FAM

Striker Naturalisasi Malaysia Panen Kritik, Dikatakan Sebagai Bukti Kegagalan FAM

Internasional
Indonesia Vs Kamboja, Kata Shin Tae-yong soal 4 Striker Minim Gol Milik Garuda

Indonesia Vs Kamboja, Kata Shin Tae-yong soal 4 Striker Minim Gol Milik Garuda

Liga Indonesia
Hasil Barito Vs Persik: Youssef Ezzejjari Pamer Ketajaman Lagi, Macan Putih Menang 2-0

Hasil Barito Vs Persik: Youssef Ezzejjari Pamer Ketajaman Lagi, Macan Putih Menang 2-0

Liga Indonesia
Mengapa Timnas Filipina Didominasi Pemain Berwajah Barat?

Mengapa Timnas Filipina Didominasi Pemain Berwajah Barat?

Sports
BWF World Championship 2021: Indonesia Punya 1 Wakil, Kento Momota dan Ganda Campuran Malaysia Mundur

BWF World Championship 2021: Indonesia Punya 1 Wakil, Kento Momota dan Ganda Campuran Malaysia Mundur

Badminton
Kali Terakhir Barca Gagal Lolos dari Fase Grup Liga Champions, Pedri Belum Lahir dan Ansu Fati Baru Berusia Satu Minggu

Kali Terakhir Barca Gagal Lolos dari Fase Grup Liga Champions, Pedri Belum Lahir dan Ansu Fati Baru Berusia Satu Minggu

Liga Champions
Tim Bulu Tangkis Indonesia Mundur dari Kejuaraan Dunia 2021, BWF Kecewa dengan PBSI

Tim Bulu Tangkis Indonesia Mundur dari Kejuaraan Dunia 2021, BWF Kecewa dengan PBSI

Badminton
Link Live Streaming Persib Vs Persebaya, Kick-off 20.45 WIB

Link Live Streaming Persib Vs Persebaya, Kick-off 20.45 WIB

Liga Indonesia
Boikot Pemerintah Australia ke Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 Tak Berdampak

Boikot Pemerintah Australia ke Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 Tak Berdampak

Sports
Timnas Indonesia Vs Kamboja: Jangan Terpeleset Lagi, Garuda!

Timnas Indonesia Vs Kamboja: Jangan Terpeleset Lagi, Garuda!

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.