Leonard Tupamahu: PSSI Harus Menjalankan Kompetisi Seadil-adilnya

Kompas.com - 28/05/2021, 07:20 WIB
Pencetak gol kedua Persipura Jayapura Todd Rivaldo Ferre (kanan) dijaga ketat Pemain Bali United, Leonard Tupamahu saat berlangsung Pekan 28 Liga 1 2019 yang berakhir dengan skor 2-2 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (11/11/2019) sore. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPencetak gol kedua Persipura Jayapura Todd Rivaldo Ferre (kanan) dijaga ketat Pemain Bali United, Leonard Tupamahu saat berlangsung Pekan 28 Liga 1 2019 yang berakhir dengan skor 2-2 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (11/11/2019) sore.

KOMPAS.com - Pelaksanaan kompetisi musim 2021 bakal sangat berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Banyak penyesuaian harus dilakukan untuk menyelenggarakan kompetisi yang aman di tengah pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah wacana penerapan sistem bubble atau gelembung, di mana pertandingan Liga 1 akan dilakukan secara terkonsentrasi di suatu wilayah dalam satu periode.

Sistem ini dinilai paling aman untuk menyelenggarakan kompetisi 2021 di tengah pandemi. Namun, sisi negatifnya, tim tidak bisa bermain di kandang sendiri.

Pemain senior Bali United, Leonard Tupamahu, menyadari betul banyaknya penyesuaian yang akan dilakukan termasuk membuat klub dan pemain harus kehilangan hak spesial untuk tampil di rumah sendiri.

Baca juga: Pelatih Persib Puji Sikap PSSI Terkait Keputusan Promosi-Degradasi Liga 1 2021

Menurut Leonard, tantangan terbesar bukan ada di pundak klub atau pemain, tetapi PSSI dan PT LIB sebagai pembuat regulasi.

Federasi dan operator tidak hanya dituntut menciptakan sebuah kompetisi aman, tetapi juga adil bagi seluruh tim peserta. Sehingga, tidak ada yang merasa diuntungkan atau dirugikan dalam setiap penyesuaian sistem kompetisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami sebagai pemain atau klub harus bisa mengerti dengan situasi pandemi sekarang,“ tutur mantan pemain Borneo FC tersebut.

“Tinggal PSSI menjalankan kebijakan dan aturan seadil-adilnya agar klub-klub di luar Jawa juga bisa tenang dan aman dalam kompetisi Liga 1,” imbuhnya.

Sistem gelembung sendiri satu dari sekian ide penyesuaian yang sedang dipertimbangkan PSSI.

Baca juga: Resmi, Liga 1 dan 2 Musim 2021-2022 Ada Promosi dan Degradasi

 

Masih ada kebijakan protokol kesehatan kompetisi yang sampai saat ini masih disimpan.

Belum lagi, terdapat  isu-isu lain seperti wacana perampingan kuota pemain asing menjadi tiga orang, serta regulasi pemain muda yang ada di setiap musimnya.

Leonard Tupamahu tidak mau berspekulasi macam-macam. Dia hanya memiliki satu harapan kompetisi bisa kembali berjalan dan tepat waktu.

“Kalau soal tanggal pelaksanaan, saya berharap semuanya bisa tepat waktu,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.