Kompas.com - 27/05/2021, 14:30 WIB
Pelatih Villarreal, Unai Emery, memberi instruksi kepada para pemain pada laga kontra Qarabag di pentas Liga Europa, 29 Oktober 2020. AFP/OZAN KOSEPelatih Villarreal, Unai Emery, memberi instruksi kepada para pemain pada laga kontra Qarabag di pentas Liga Europa, 29 Oktober 2020.
|

KOMPAS.COM - Pelatih Villarreal, Unai Emery, memuji dedikasi para pemain setelah mereka berhasil mengklaim trofi Liga Europa musim ini.

Villarreal menjadi juara setelah menang adu penalti atas Manchester United. Tim berjulukan Kapal Selam Kuning ini menang adu penalti dengan skor 11-10.

Kiper Geronimo Rulli mencetak gol ke-11 untuk tim Spanyol tersebut sebelum melakukan penyelamatan yang menentukan dengan menghentikan tendangan penalti penjaga gawang United David de Gea.

Baca juga: Top Skor Liga Europa - Gerard Moreno Teratas, Pemain Man United?

Trofi Liga Europa tersebut merupakan yang keempat bagi Unai Emery sebagai pelatih, setelah memenangkan kompetisi itu tiga kali bersama Sevilla. Namun, ini adalah trofi besar pertama bagi Villarreal.

"Di Liga Europa kami benar-benar tanpa cela. Sejak momen pertama. Beberapa hari kami datang pukul 6 pagi ke stadion untuk mempersiapkan pertandingan pada Minggu. Semua ini membuat perjalanan (berharga)," kata Emery dalam sebuah konfrensi pers usai pertandingan, yang dikutip Reuters.

"Kami berbicara tentang menikmati momen-momen ini. Pada akhirnya Anda bangga meraih gelar (penentu) tetapi bila Anda tidak menang, Anda sedih. Menang adalah langkah lain, langkah penting ke depan. Kami telah mampu memberikan kegembiraan kepada banyak orang," ujarnya menambahkan. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Emery bergabung dengan Villarreal pada Juli 2020, sembilan bulan setelah ia dipecat oleh Arsenal menyusul rentetan hasil yang buruk.

Pelatih asal Spanyol itu menyingkirkan mantan klubnya dari Liga Europa musim ini di semifinal sebelum mengalahkan United.

Ia bersikeras bahwa pencapaian itu bukanlah kemenangan pribadi melainkan upaya tim.

"Saya bersikeras ini sama sekali bukan balas dendam olahraga. Saya mencoba menikmati setiap momen, menang dan kalah. Saya mencoba menciptakan keadaan baru, jadi di mana pun saya berada, bahkan di Inggris di Arsenal, saya telah belajar banyak, bertemu banyak orang, budaya lain dan sepak bola," katanya.

"Di akhir cerita itu adalah frustrasi profesional, tetapi beberapa pintu lain terbuka saat itu. Menang hari ini adalah kepuasan, tetapi untuk klub saya hari ini, seperti ketika saya berada di Sevilla," jelasnya.

"Ketika saya berada di Arsenal, kami bermain di final Liga Europa dan tidak bisa menang, tetapi itu adalah proses, dari pertandingan itu saya belajar banyak untuk memenangkan pertandingan ini, mungkin," ujarnya menambahkan 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.