Kompas.com - 30/04/2021, 13:40 WIB
Pemain Persib Bandung Ardi Idrus melihat pemain Persija Jakarta Braif Fatari yang sedang kesakitan pada laga final leg kedua Piala Menpora 2021 yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Manahan, Solo, pada Minggu (25/4/2021) malam WIB. KOMPAS.com/Suci RahayuPemain Persib Bandung Ardi Idrus melihat pemain Persija Jakarta Braif Fatari yang sedang kesakitan pada laga final leg kedua Piala Menpora 2021 yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Manahan, Solo, pada Minggu (25/4/2021) malam WIB.

BALI, KOMPAS.com - Pelatih asal Brasil, Jaino Matos mengomentari performa para pemain di Piala Menpora 2021. Berdasarkan pengamatannya, Jaino Matos menilai performa pemain yang tampil secara keseluruhan mengalami penurunan drastis dari segi kualitas.

“Dari semua pertandingan yang saya tonton, jelas sekali terlihat penurunan drastis kualitas permainan,” ujar Jaino Matos kepada Kompas.com.

Pelatih yang ikut merintis Diklat Persib tersebut mengatakan ada lebih dari satu faktor yang memengaruhi penurunan performa ini.

Faktor utama tentu adalah vakumnya kompetisi 2020 selama satu tahun terakhir yang membuat seluruh tim kembali dari titik terendah persiapan.

Baca juga: Harapan Wonderkid Persib Usai Bersinar di Piala Menpora 2021

Faktor yang tidak kalah penting adalah kemampuan atau kecakapan sebuah tim memaksimalkan kembali potensinya sendiri.

Faktor ini kemudian dipecah lagi menjadi faktor SDM pelatih dan pemain, serta sarana prasarana yang menyertai.

Pemain Persib BandungDede Kusnandar dikawal ketat pemain Persija Jakarta Riko Simanjuntak mengejar bola pada laga final leg kedua Piala Menpora 2021 yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Manahan, Solo, pada Minggu (25/4/2021) malam WIB.KOMPAS.com/Suci Rahayu Pemain Persib BandungDede Kusnandar dikawal ketat pemain Persija Jakarta Riko Simanjuntak mengejar bola pada laga final leg kedua Piala Menpora 2021 yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Manahan, Solo, pada Minggu (25/4/2021) malam WIB.

“Apakah pelatih tahu porsi latihan setiap pemain? Setiap pemain punya ‘kepribadian’ stimulus dan porsi berbeda-beda. Materi latihannya juga berbeda-beda,” ujar mantan pelatih Persiba Balikpapan tersebut.

“Satu lagi, apakah pemain latihan sungguh-sungguh? Itu tidak bisa dijawab tanpa GPS (alat ukur mobilitas pemain di dalam lapangan), dibantu dengan ahli yang bisa membaca dan kemudian dijadikan bahan untuk materi latihan,” imbuhnya.

Apalagi, sekarang ada jarak cukup jauh antara Piala Menpora 2021 yang selesai pada 25 April 2021 dengan start Liga 1 yang direncanakan pada medio Juni.

Mantan staff pelatih Timnas Singapura tersebut melanjutkan, secara keilmuan, waktu 20 hari saja cukup untuk meningkatkan kondisi pemain secara signifikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X