Kompas.com - 29/04/2021, 21:40 WIB
Pesepak bola Tim Nasional (Timnas) U-23 Kushedya Hari Yudo (kanan) berselebrasi usai menjebol gawang klub Bali United dalam pertandingan uji coba di Stadion Madya, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (7/3/2021). Pertandingan dimenangkan Timnas U-23 dengan skor 3-1. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAPesepak bola Tim Nasional (Timnas) U-23 Kushedya Hari Yudo (kanan) berselebrasi usai menjebol gawang klub Bali United dalam pertandingan uji coba di Stadion Madya, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (7/3/2021). Pertandingan dimenangkan Timnas U-23 dengan skor 3-1.

MALANg, KOMPAS.com - PSSI memanggil 34 pemain untuk menjalani pemusatan latihan Timnas Indonesia di Jakarta sebagai persiapan menyongsong Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang berlangsung bulan Juni 2021.

Yang cukup mencolok pemusatan yang dimulai pada 1 Mei tersebut didominasi pemain-pemain muda.

Tercatat hanya sembilan pemain senior berusia diatas 23 tahun yang dipanggil TC timnas kali ini. Yakni Yanto Basna, Adam Alis, Ryuji Utomo, Evan Dimas, Dendy Sulistyawan, Marc Klok dan Nadeo Argawinata.

Sementara 26 sisanya banyak diisi pemain-pemain angkatan Egy Maulana Vikri. Seperti Witan Sulaeman, Asnawi Mangkualam, Elkan Baggot, Koko Ari Araya, dan lainnya.

Fakta unik lainnya pemain tertua di Timnas pilihan Shin Tae-yong ini berusia 28 tahun. Salah satunya penyerang Arema FC Kushedya Hari Yudo.

“Kebanyakan yang dipanggil rata-rata usia muda semua, lalu yang usia 28 Cuma tiga orang, saya Adam Alis dan juga Marc Klok,“ kata pemain asli Malang.

Baca juga: Saddil: Jangan Tekan Shin Tae-yong dan Tim Pelatih soal Pilihan Timnas

Bagi Kushedya Hari Yudo ini adalah pemanggilan ketiganya di Timnas. Namun ini pengalaman pertamanya menjadi pemain paling senior di tim nasional atau bahkan di semua tim yang dibela.

Dia menjadikan ini sebagai beban dan tidak keberatan berebut tempat dengan pemain-pemain yang lebih muda.

Justru hal tersebut jadi motivasi tambahan karena dia sekarang punya tanggung jawab lebih untuk berusaha maksimal.

Secara kultural pemain senior disadari atau tidak mempengaruhi pemain-pemain yang lebih muda. Dia bertekad totalitas supaya bisa memberikan kesan yang baik bagi pemain-pemain lainnya.

“Dari situ kita lihat ibaratnya kita ini pemain senior, yang lain masih dibawah kita. Ya kita harus bisa jadi panutan dan contoh untuk adik-adik kita,“ tuturnya. 

“Kita harus semangat dan tidak ada capeknya, karena kita kan membela Indonesia nama Indonesia,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klub Elkan Baggott Disponsori Ed Sheeran, Ada Lambang Unik di Jersey

Klub Elkan Baggott Disponsori Ed Sheeran, Ada Lambang Unik di Jersey

Liga Inggris
Barcelona Vs Atletico: Laga Penting, tetapi Bukan Penentu Gelar LaLiga

Barcelona Vs Atletico: Laga Penting, tetapi Bukan Penentu Gelar LaLiga

Liga Spanyol
Barcelona Vs Atletico - Messi adalah Penentu, Gawang Los Rojiblancos Jadi Saksi

Barcelona Vs Atletico - Messi adalah Penentu, Gawang Los Rojiblancos Jadi Saksi

Liga Spanyol
Lukaku Setara Atlet American Football, Staf Pelatih Inter Beri Kesaksian

Lukaku Setara Atlet American Football, Staf Pelatih Inter Beri Kesaksian

Liga Italia
Man City Vs Chelsea, Etihad Bukan Tempat yang Nyaman bagi The Blues

Man City Vs Chelsea, Etihad Bukan Tempat yang Nyaman bagi The Blues

Liga Inggris
Olimpiade Tokyo, Ada Acuan Keamanan dan Kesehatan Pangan

Olimpiade Tokyo, Ada Acuan Keamanan dan Kesehatan Pangan

Sports
Perbedaan Full-back dan Wing-back dalam Sepak Bola

Perbedaan Full-back dan Wing-back dalam Sepak Bola

Sports
Kekecewaan Terbesar Romelu Lukaku Usai Inter Milan Juara Liga Italia

Kekecewaan Terbesar Romelu Lukaku Usai Inter Milan Juara Liga Italia

Liga Italia
Klub Serie B Milik Djarum Group, Como 1907, Siap Rekrut Pelatih Berbakat Asal Indonesia

Klub Serie B Milik Djarum Group, Como 1907, Siap Rekrut Pelatih Berbakat Asal Indonesia

BrandzView
Real Madrid Siap Lepas Hazard, Si Kaki Kaca Seharga Rp 2 Triliun

Real Madrid Siap Lepas Hazard, Si Kaki Kaca Seharga Rp 2 Triliun

Liga Spanyol
Pengakuan Romelu Lukaku soal Hubungannya dengan Zlatan Ibrahimovic

Pengakuan Romelu Lukaku soal Hubungannya dengan Zlatan Ibrahimovic

Liga Italia
Belum Ambil Langkah, Arema FC Sebut Sponsor Masih Tunggu Momentum

Belum Ambil Langkah, Arema FC Sebut Sponsor Masih Tunggu Momentum

Liga Indonesia
Prediksi Line Up Man City Vs Chelsea, The Blues Rotasi di Laga Krusial

Prediksi Line Up Man City Vs Chelsea, The Blues Rotasi di Laga Krusial

Liga Inggris
Barcelona Vs Atletico - Lagi, Messi dkk Berlaga Tanpa Koeman

Barcelona Vs Atletico - Lagi, Messi dkk Berlaga Tanpa Koeman

Liga Spanyol
Juventus Vs AC Milan, Doa Buruk Bintang Muda Bianconeri untuk Ibrahimovic

Juventus Vs AC Milan, Doa Buruk Bintang Muda Bianconeri untuk Ibrahimovic

Liga Italia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X