Kompas.com - 26/04/2021, 19:00 WIB
Diego Michiels, Nabil Husein, Terens Puhiri dan Sultan Samma saat pengumuman perpanjangan kontrak pada media di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (20/01/2020) siang. Instagram Borneo FCDiego Michiels, Nabil Husein, Terens Puhiri dan Sultan Samma saat pengumuman perpanjangan kontrak pada media di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (20/01/2020) siang.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Perselisihan antara Presiden Borneo FC Samarinda, Nabil Husein, dan mantan kapten Diego Michiels semakin memanas. Terakhir orang nomor satu di Borneo FC tersebut mengatakan tak segan membongkar fakta lain di balik cerita yang Diego Michiels umbar ke media.

Perselisihan Diego Michiels dan Nabil Husein bermula saat pemain blasteran Indonesia Belanda tersebut memutuskan untuk angkat kaki dari Borneo FC.

Kepada media Belanda, de Stentor, Diego mengatakan tidak setuju dengan respon pemilik klub yang mengirimkan skuadnya ke Batalyon Infanteri Yonif 611/Awang Long yang digambarkan sebagai wajib militer.

Baca juga: Piala Menpora 2021 Menciptakan Sepak Bola Sehat

Dia merasa respon dari Nabil terlalu berlebihan, apalagi alasan dibalik pelatihan mental dan fisik tersebut karena Borneo FC gagal di turnamen pramusim, Piala Menpora 2021.

"Kami menelan kekalahan di pertandingan pertama di masa persiapan. (Buat saya) Itu sangat logis. Tapi klub tiba-tiba mengancam pemain muda dengan ancaman melakukan kegiatan (seperti) wajib militer jika tidak ada perkembangan. Ini hanya pertandingan uji coba (pramusim)!" bunyi petikan wawancara Diego di de Stentor.

Saya lalu menemui pemilik klub, seorang pria berusia 26 tahun dengan orang tua kaya raya. Dia sangat marah karena saya berani menentang dia,"

"Tapi saya juga kapten di tim. Kami saling berhadapan dengan kepala panas, dan tidak berakhir dengan baik. Kami tidak menemukan pemecahan (masalah), dan selanjutnya saya mengatakan: 'Saya akan berhenti' (keluar),” tutur dia. 

Imbas dari komentar mantan sang mantan kapten, Nabil Husein dan Borneo FC sempat menjadi pusat perhatian.

Banyak yang menilai langkah yang dilakukan Borneo FC terlalu berlebihan karena mengukur kegagalan dari turnamen pramusim.

Menanggapi hal tersebut Nabil Husein pun tak tinggal diam. Dia menantang Diego Michiels untuk lebih buka-bukaan dalam menceritakan perselisihan ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X