Kompas.com - 22/04/2021, 19:20 WIB
Presiden UEFA Aleksander Ceferin dalam sebuah pertemuan di markas UEFA, Nyon, Swiss, pada 4 Desember 2019. AFP/FABRICE COFFRINIPresiden UEFA Aleksander Ceferin dalam sebuah pertemuan di markas UEFA, Nyon, Swiss, pada 4 Desember 2019.

Barcelona punya hak mengundurkan diri dari European Super League setelah Bartomeu menyelipkan klausul di kontrak keanggotaan mereka.

Baca juga: AC Milan Mundur dan Super League di Ambang Kandas, Ini Pernyataan Juventus

Blaugrana diperbolehkan mengundurkan diri apabila para socios, anggota klub, memutuskan lewat pemilihan suara bahwa mereka tak ingin terlibat proyek ini.

Ceferin menambahkan kalau ia tahu tekanan yang dirasakan oleh Laporta.

"Saya berbicara kepadanya 2-3 kali dan ia berada dalam tekanan berat karena situasi ekomoni yang sulit," lanjutnya.

"Bukan salah dia kalau klub menjadi sepert ini. Ia jelas berada dalam tekanan besar."

Sebaliknya, Ceferin menjadi lebih agresif saat menggambarkan Presiden Real Madrid Florentino Perez.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Florentino inign presiden yang mematuhinya dan melakukan apa yang dia inginkan," tuturnya.

Terakhir, Cefrin pun mengutarakan pendapatnya mengenai Super League secara gamblang.

"Menurut pendapat saya, Super League tak pernah terwujd. Ini adalah cara untuk membuat liga bohongan untuk orang-orang kaya," tuturnya lagi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.