Kompas.com - 21/04/2021, 23:57 WIB
Logo Manchester United, pada bendera di salah satu titik sepak pojok, lapangan Stadion Old Trafford. Foto diambil pada Minggu (12/4/2015), sebelum pertandingan Premier League antara Manchester United dan Manchester City. AFP PHOTO / PAUL ELLISLogo Manchester United, pada bendera di salah satu titik sepak pojok, lapangan Stadion Old Trafford. Foto diambil pada Minggu (12/4/2015), sebelum pertandingan Premier League antara Manchester United dan Manchester City.

KOMPAS.com - Salah satu pemilik Manchester United, Joel Glazer, mengirimkan surat terbuka kepada para suporter Setan Merah, Rabu (21/4/2021) malam WIB.

Surat terbuka tersebut berisikan pengakuan bahwa dia salah mengambil tindakan kala menjadikan Man United sebagai salah satu pelopor European Super League.

Glazer yang sebelum ini juga menjabat sebagai salah satu dari Wakil Presiden ESL pun berniat untuk mengembalikan kepercayaan suporter Setan Merah.

Baca juga: 48 Jam Mengudara, European Super League Resmi Ditangguhkan

Berikut bunyi surat terbuka Glazer seperti dilansir dari situs resmi Man United:

Kepada semua pendukung Manchester United,

Selama beberapa hari terakhir, kita semua telah menyaksikan semangat besar yang dihasilkan sepak bola dan kesetiaan mendalam yang dimiliki penggemar kami untuk klub hebat ini.

Anda memperjelas oposisi Anda terhadap European Super League dan kami telah mendengarkan. Kami salah, dan kami ingin menunjukkan bahwa kami dapat memperbaikinya.

Meskipun masih baru dan saya mengerti bahwa perlu waktu untuk menyembuhkan luka, saya secara pribadi berkomitmen untuk membangun kembali kepercayaan dengan penggemar kami dan belajar dari pesan yang Anda sampaikan dengan keyakinan seperti itu.

Kami terus percaya sepak bola Eropa perlu menjadi lebih berkelanjutan di seluruh piramida untuk jangka panjang. Namun, kami sepenuhnya menerima bahwa Super League bukanlah cara yang tepat untuk melakukannya.

Dalam upaya menciptakan fondasi lebih stabil untuk kompetisi, kami gagal menunjukkan rasa hormat yang cukup untuk tradisi yang mengakar dalam promosi, degradasi, piramida sepak bola, dan untuk itu kami mohon maaf.

Ini adalah klub sepak bola terbesar di dunia dan kami mohon maaf tanpa pamrih atas kisruh yang terjadi selama beberapa hari terakhir ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X