Kompas.com - 21/04/2021, 21:40 WIB
Spanduk-spanduk yang kritis terhadap proyek European Super League menggantung di pagar Stadion Anfield, markas Liverpool, pada 21 April 2021. AFP/PAUL ELLISSpanduk-spanduk yang kritis terhadap proyek European Super League menggantung di pagar Stadion Anfield, markas Liverpool, pada 21 April 2021.

"Orang-orang Amerika di Super League menilai kalau mereka bisa menghiraukan tradisi dan memaksakan kehendak kepada fans dan ofisial liga," tulis Nancy Armour.

"Mereka berharap semua pihak akan menerimanya, seperti kala mereka melakukan manuver rakus uang di olahraga Amerika Serikat."

Ia memberi contoh bagaimana salah satu tim Kroenke, St Louis Rams, dizinkan pindah ke Los Angeles agar mendapat pemasukan lebih besar dari stadion baru mereka dan pasar yang lebih besar.

"Para pemilik ini mungkin berasumsi beberapa akan menyoraki betapa cerdas konsep Super League, bagaimana para pemilik bisa memikirkan cara untuk mendapatkan kekayaan di Liga Champions tanpa harus lolos ke kompetisi tersebut."

Ke-12 tim yang menjadi pelopor Super League, termasuk Big Six di Inggris, memang tak perlu susah-susah memikirkan kualifikasi ke kompetisi tersebut.

Tempat mereka di turnamen tersebut telah dipastikan selamanya.

Baca juga: Arsene Wenger Tak Terkejut Proyek European Super League Kolaps

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hal ini akan menghancurkan liga-liga domestik di seantero Eropa karena musim mereka akan menjadi tidak relevan," lanjutnya.

Ia mencontohkan Arsenal yang kini berada di peringkat kesembilan Liga Inggris.

Dengan uang di Super League, ia berargumen, tak masalah apabila Gunners bakal kalah dalam semua laga sisa musim.

Bahkan, Arsenal pun tak perlu takut terdegradasi karena uang Super League akan mampu membuat mereka membiayai para bintang.

Nancy berargumen bahwa para pemilik ini masih juga tidak paham betapa besar arti sepak bola kepada identitas masyarakat di Eropa.

"Olahraga profesional Amerika tak mempunyai sistem degradasi-promosi dan memiliki sharing pemasukan. Tim-tim yang buruk terselamatkan dari hukuman terparah, baik finansial atau pun kompeititf," tulisnya lagi.

"Power grab seperti Liga Super masuk akal ke para pemilik Amerika. Mereka tak perlu akuntabilitas bila ada profit yang bisa didapat."

"Namun, sepak bola di Eropa lebih dari olahraga. Sepak bola adalah bagian dari masyarakat. Apapun yang mengancamnya merupakan ancaman ke masyarakat mereka, identitas mereka."

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.